Pages

Perfect World Online Pointer

♫ E.V.O.S (Eternal Violin of Symphony) – Season II ♥ (Final Distance - 03) – Special Part♪

--.DelvetiaN.--



E.V.O.S (Eternal Violin of Symphony) – Season II ♥ (Final Distance - 03) – Special Part♪


Genre                          : Yaoi - Romance Fan Fiction
Author                        : Kiki Wellian S.
Background Song    : 
--Epik High - One
--JYJ – In Heaven
--Utada Hikaru - Final Distance (Music Box Vers.)
--キミがいるから~ココロのとなりで~\

Contact                      :
  • Fb        : Kiki Wellian Delvetian
  • Blog    : flipflop-delvetian.blogspot.com

*NB : Menerima Segala bentuk pujian, kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”


Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.
Kiki berharap agar cerita ini dapat menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat membaca… ^.^”
Terimakasih!


~Author P.O.V~

Tak lama kemudian Mig tiba di kantin bersama seorang cowok… Euri terperangah melihat cowok yang diajak oleh Mig tersebut, sedangkan Eric hanya terdiam…

“Vicky!” sapa cowok tersebut, lalu Vicky mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang memanggilnya. Tak lama kemudian cowok tersebut sampai di meja Vicky bersama Mig
“_____” Vicky hanya terdiam, menatap cowok tersebut dalam
“Kok Vicky diem aja? Apa ngga’ berhasil nih?” bisik Eric ke telinga Mig
“Aku juga ngga’tau! Kita berdoa aja…” bisik Mig
Euri hanya terdiam menatap cowok tersebut, lalu cowok itu menggenggam tangan Vicky.
“Vick, apa kamu juga ngga’ mengingat ku?” tanya cowok tersebut. Vicky hanya terdiam, lalu tiba-tiba dia melenguh kesakitan sembari memegangi kepalanya
“Aaaaarrrggghhh!” lenguh Vicky
“Ka… Kamu ngga’papa Vick?” tanya Mig cemas
“Uuggghhhhh!” lenguh Vicky kesakitan sembari memegangi kepalanya dengan kedua tangannya
“Kamu ngga’papa Vick? Kamu kenapa?” tanya cowok tersebut cemas, lalu mendekat ke arah Vicky dan memegang kedua lengan Vicky lalu memeluknya
“Key! Ngapain sih kamu?!” Euri tampak begitu kesal melihat perhatian Key yang berlebihan terhadap Vicky
“Kamu apa-apaan sih, gitu aja cemburu! Kamu nyadar ngga’ sih, Vicky lagi sakit, dia hilang ingatan! Kamu ngga’ ngertiin banget sih!” bentak Key
“Tapi perhatian kamu berlebihan!” timpal Euri
“Shut Up! ! !” pekik Key. Euri hanya terdiam, lalu berlalu dari kantin
“Errr…!!!” Mig mengejar Euri, sedangkan Eric hanya terdiam menyaksikan kejadian tersebut ditambah lagi begitu kebingungan dengan apa yang terjadi pada Vicky
“Kamu ngga’papa Vick?” tanya Key cemas
“Ehmmmm… Udah agak mendingan sekarang!” timpalnya
“Apa yang kamu lihat? Ada yang kamu ingat?” tanya Eric
“Ehhhmmm… Aku bingung! Banyak banget yang aku lihat dari dia! Ngga’ tau kenapa rasanya sakit banget hati aku kalo’ inget sama dia!” timpal Vicky
“Kamu udah inget semua tentang aku?” tanya Key antusias
-
-
-

“Errr…!” Mig mengejar Euri hingga sampai di taman yang ada di area kampus, lalu menarik tangannya
“Ukh! Aku ngga’ habis pikir, dia segitunya banget perhatiannya ke Vicky. Dia ngga’ inget apa sama kejahatannya Vicky di masa lalu!” gumam Euri kesal
“Udah lah, aku ngerti perasaan kamu! Sabar ya! Mungkin dia lagi cemas aja cause sahabat dekatnya dari kecil hilang ingatan. Kamu mesti coba buat ngertiin juga!”
“Iya sih! Aku sih ngga’ kurang-kurang buat ngertiin dia. Di kampus juga banyak cowok dan cewek yang deketin dia, tapi aku coba bersikap biasa aja! Aku coba ngertiin dia. Tapi kali ini perhatiannya berlebihan banget!” keluh Euri
“Iya, aku ngerti! Udah ya jangan dipikirin lagi!” Mig memeluk Euri
“Thanks Mig! Kamu emang sahabat yang baik! Kamu selalu ada buat aku kapanpun aku butuhin!” timpal Euri, lalu membalas pelukan Mig

Sedangkan di seberang mereka berdua, tepatnya di koridor. Ada seorang cowok dengan dua sahabatnya tengah melihat Euri dan Mig berpelukan.

“Eh-eh! Lihat tuh si Euri…!” kata salah seorang cowok
“Hah?” gumam Ardo tak percaya
“Ngga’ tau malu banget sih tuh anak!” timpal cowok kedua
“Brengsek banget sih dia! Tuh anak lama-lama di biarin makin berani deh buat ngedeketin Mig! Dia kan udah punya Key, masih aja deketin Mig! Shit! ! !” gerutu Ardo
“Udah lah, mulai sekarang kita kasih pelajaran aja tuh anak! Biar tau rasa!
Masa semua cowok keren yang ada di BSU di deketin sama dia. Key udah di ambil sama dia, eh sekarang malah deketin Mig! Kamu mesti bales dia, do! Kamu kan suka banget sama Mig! Kalo’ aku jadi kamu, pasti aku bakal bales tuh anak!” gumam cowok pertama
“Okay, lihat aja n’tar! Kalian berdua bantuin aku ya!” timpal Ardo
“Sip!” timpal cowok pertama dan kedua
-
-
-

Tak lama kemudian bel tanda masuk untuk memulai pelajaran berbunyi… Euri dan Mig segera masuk ke kelas mereka. Sedangkan Key baru kembali ke kelasnya bersama Vicky dan Eric setelah Vicky sudah mulai baikan!

“Good Morning!” sapa seorang lelaki setengah baya yang akan mengajar pada jam pertama dan kedua
“Good Morning, Sir!” timpal anak-anak serempak
“Okay, apa kalian sudah mengerjakan tugas makalah kalian? Ayo dikumpulkan sekarang!” perintah guru tersebut, lalu anak-anak seisi kelas mulai maju satu per satu untuk mengumpulkan tugas mereka
Sedangkan Euri tampak kebingungan sembari merogoh-rogoh ranselnya untuk mencari makalah yang telah di buatnya semalam suntuk
“Hahaha… Rencana kita berhasil!” bisik cowok pertama
“Sumpah, puas banget lihat dia menderita kayak gitu!” bisik Ardo sembari tersenyum licik
“Hahaha… Itu kan ide ku! Jadi jangan heran deh!” timpal cowok kedua bangga
“Hahaha… Sip!” timpal Ardo

~Flashback~
Tadi setelah Euri masuk ke kelas bersama Mig, dia keluar menuju toilet. Tak lama kemudian, cowok kedua (sahabatnya Ardo) tiba-tiba mendapat ide dan punya rencana untuk membalas Euri. Dia mengambil makalah yang telah Euri kerjakan semalaman suntuk, lalu menyembunyikannya di loker nya. Baru ketika pulang kuliah, dia akan membuangnya

“Aduh! Dimana sih makalah ku? !” Euri tampak kebingungan
“Kenapa Err…?” tanya Mig
“Makalah yang udah aku bikin susah payah ngga’ ada!” keluh Euri
“Yakin kamu udah bawa? Sapa tau ketinggalan di apartment kamu!” timpal Mig
“Aku yakin, tadi itu udah bawa. Aku udah masukin ke ranselku… Aduh!”

Tak lama kemudian, dosen tersebut mulai membuka dan memeriksa makalah yang telah di buat oleh seluruh anak sesuai absensi untuk memeriksa siapa saja yang belum mengumpulkan. Namun saat tiba pada absensi Euri, dosen tersebut begitu kecewa terhadap Euri karena dia menganggap Euri berbohong!

“Saya sudah ngerjakan, Sir! Saya ngga’ bohong! Semalaman saya ngerjakan, tapi ngga’ ada. Saya yakin kalo’ saya udah masukin ke ransel tadi.” keluh Euri
“Saya begitu senang mempunyai anak didik seperti kamu. Berturut-turut kamu selalu juara kelas, bahkan kamu masuk 5 besar dalam peringkat (ranking) se-BSU. Kamu juga ngga’ pernah melupakan tugas dan kamu selalu mengerjakan tugasmu dengan baik! Tapi saya kecewa, hari ini kamu sampai berbohong hanya karena tidak mengerjakan tugas dari saya minggu ini. Kalau kamu tidak mengerjakan, lebih baik jujur! Saya lebih senang dengan kejujuran… Tidak usah beralasan dengan alasan basi yang dipakai oleh anak-anak SD dan SMP. Ketinggalan, hilang, dsb. Kamu sudah menjadi seorang mahasiswa! Harusnya kamu sadar akan hal itu! Saya benar-benar kecewa dengan kamu hari ini, Euri! Kamu sudah berubah! Tolong tinggalkan kuliah saya hari ini!” kata dosen tersebut, lalu Euri mendapat sorakan dan cemoohan dari seluruh anak-anak
“Tapi, sir!” protes Euri
“Pintu keluarnya ada di sana! Silahkan!” timpal dosen tersebut. Akhirnya Euri hanya pasrah, lalu melangkah gontai menuju koridor
“Hahaha… Tos dulu dong!” gumam Ardo, lalu di sahuti gelak tawa oleh kedua sahabatnya
“Eh, bangkunya Euri kan kosong tuh! Sana duduk di deket Mig!” timpal cowok pertama
“Iya tuh! Kesempatan ngga’ datang dua kali!” timpal cowok kedua
“Eh, iya juga ya! Sip deh!” timpal Ardo
-
-
-

Euri menghabiskan jam pelajaran pertama ini di kantin sembari meneguk coklat panasnya!

“Euri…!” sapa Axel sembari membawa nampan makanan yang di pesannya
“Uhuk-uhuk!” Euri tersedak, lalu Axel memukul punggungnya perlahan
“Aduh! Sorry kalo’ aku ngagetin!”
“Ehmmm…. Gapapa kok!” timpal Euri
“Ehmmm, kamu ngapain di sini? Ngga’ ada kuliah?”
“Ada sih, tapi aku di suruh keluar!” keluh Euri
“Kok bisa?”
“Ya gitu deh! Udah jangan di bahas, bikin kesel aja!
Trus kamu ngapain ke kantin? Ngga’ ada kuliah juga?”
“Oh, hehehe… Aku laper, tadi ngga’ sarapan! Jadi aku bolos ke sini bentar!” timpal Axel
“Huft! Dasar!” Euri memukul kepala Axel pelan
“Hahaha… By the way udah lama ya kita ngga’ ngobrol-ngobrol lagi!”
“Iya, kamu tuh yang sombong! Sibuk mulu sama Stefan!” keluh Euri
“Hehehe… Sorry! Tapi ngga’ sepenuhnya karna dia, aku lagi ada banyak tugas, jadi pulang kuliah langsung pulang buat istirahat dan malemnya langsung ngerjain tugas. Tidur aja cuman 3 atau 4 jam’an gitu!” keluh Axel
“Sama kalo’ gitu! Wah, jadi udah lama dong ngga’ mainan sama Stefan! Hihihihi….”
“Ya gitu deh! Cuman pelukan doang!” keluh Axel
“Hahaha… Awas, kalo’ dia bosen sama kamu karna keseringan di jablay n’tar dia selingkuh!
Eh, sorry! Keceplosan!”
“Gila ya! Kamu doain aku sama dia putus? !” omel Axel
“Just kidding!” lalu Euri tertawa puas!
“Halah, kamu sama Key juga udah lama ngga’ pernah mainan kan! Kalian berdua pasti sama-sama sibuk! Jadi ngga’ usah ngatain aku!”
“Huft! Jangankan mainan, dia aja udah mulai ngga’ perhatian sama aku. Apalagi setelah dia tau kalo’ Vicky hilang ingatan! Yang di perhatiin Vicky mulu, perhatiannya berlebihan! Pasti untuk selanjutnya dia bakal lebih perhatiin Vicky dari pada aku!” keluh Euri
“Hah? Vicky hilang ingatan?”
“Iya, dia habis kecelakaan. Denger-denger sih gitu! Semenjak dia hilang ingatan jadi berubah gitu! Vicky jadi baik banget gitu! Aku kadang ngerasa aneh pas deket dia. Aku takut kalo’ Key sama dia makin deket, Key jadi makin perhatian sama dia. Lama-lama jadi suka sama dia!” keluh Euri
“Eh, ngga’ boleh gitu! Kamu mesti percaya sama Key! Rasa saling percaya itu pondasi dari suatu hubungan!”
“Perasaan kamu ngomong gitu udah 5x deh! Kalo’ sampe’ 6 kali dapat souvenir apaan? Huft!
Ya tapi perhatian Key ke Vicky itu beda. Berlebihan banget! Kalo’ kamu di posisi ku pasti kamu juga sama kayak aku gini! Jadi mulai curiga dan takut kalo’ Key bakal makin deket sama Vicky.” keluh Euri
“Udah lah, mulai saat ini kamu mesti lebih percaya lagi sama dia!”
“Hmmmm… Iya deh!” timpal Euri, lalu tak lama kemudian HP nya bergetar
“Bentar ya, ada sms.” Axel hanya mengangguk

From : Key

Aku mau bilang, nanti aku ngga’ bisa nganterin kamu pulang kayak biasanya. Aku mau nganterin Vicky periksa ke dokter sekalian nganterin dia pulang! Kamu nanti pulang naik taksi aja!

Tak lama kemudian Euri tampak begitu kesal!

“kenapa Err…?” tanya Axel
“Nih, baca! Dia mulai berubah kan sekarang! Bener kan yang aku curigai tadi?! Huh!” keluh Euri, lalu Axel membaca sms tersebut
“Bahkan dia tumben kali ini sms ngga’ pake’ kata ‘sayang’ sama sekali. Ukkkhhhhh!” lanjut Euri
“Hmmmm… Udah lah kamu jangan negative thinking dulu sama dia. Kamu sih, anaknya cemburuan!” timpal Axel
“Huft! Iya deh, aku bakal coba buat percaya sama dia!” keluh Euri, lalu meneguk coklat panasnya hingga habis
-
-
-

Sepulang kuliah, setelah Key mengantar Vicky ke dokter dan ke apartmentnnya lalu Key segera masuk ke mobil menuju pulang. Namun saat di perjalanan, Mama nya menelfonnya…
“Iya ma? Lagi di jalan, mau pulang!”
“Kamu besok ke Plaridel ya! Ijin sama dosen mu!” timpal Mama nya
“Ada apa ma?”
“Biasa! Kamu mesti periksa ke dokter, terus mesti di therapy lagi!” terang Mama nya
“Aduh, aku itu sebenernya sakit apa sih ma? Tiap aku tanya selalu ngga’ di jawab! Kalo’ ngga’ gitu jawabnya tuh buat mulihin kaki aku yang retak! Itu kan cederanya udah 1 tahun yang lalu. Masa sih sampe sekarang masih aja ke dokter, therapy, minum obat! Aku cape’ ma…! Aku sakit apaan sih ma?” keluh Key. Mama Key hanya terdiam sembari menahan air matanya
“Ma, kok diem? Jawab! ! !” keluh Key
“Ehmmm…! Kamu ngga’ kenapa-napa sayang! Itu cuman buat mulihin kaki kamu aja, trus biar tulang kaki kamu lebih kuat! Pokoknya kamu mesti turutin apa kata Mama. Semuanya juga demi kebaikan kamu juga kan!”
“Hmmmm… Iya-iya! Besok aku ke Plaridel!” keluh Key, lalu mematikan telephon tersebut
“Huh!” lenguhnya kesal sembari membanting HP nya
-
-
-

“Kok baru pulang sih sayang?” keluh Euri sembari membukakan pintu apartment
“Aduh, jagan bahas itu deh! Aku cape’, aku mau istirahat!” Key terus berjalan, melepas kemejanya, lalu merebahkan tubuhnya di kasur. Euri haya terdiam, menahan perasaan curiga dan kesalnya, lalu duduk di meja belajarnya dan mulai melanjutkan mengerjakan tuags-tugas kuliahnya.
“Kamu kenapa sih? Semenjak Vicky amnesia, kamu jadi berubah! Kamu perhatian banget sama dia, tapi kamu cuek dan jutekin aku! Salah aku apa coba? !” keluh Euri, namun Key hanya terdiam dan memejamkan matanya

Tak lama kemudian Key melenguh kesakitan!

Euri begitu panik, lalu segera menghampiri Key…
“Kamu kenapa sayang?”
“Arrrrgggghhhh! ! ! Kaki aku sakittt bangeettt!” lenguh Key sembari memegangi kaki kirinya
“Aduh, gimana ini?
Ehmmm… Aku telp Mama kamu dulu ya!” Euri segera memberitahu keadaan Key ke Mama nya Key, lalu Mama nya Key menyuruh Euri menunggu sopir suruhan Mama nya tiba di sana. Kata Mama nya Key, dia harus segera di bawa ke Plaridel untuk menjalani therapynya

Butuh waktu berjam-jam lamanya perjalanan dari Plaridel ke Malolos. Namun akhirnya datang juga… Key segera menuju Plaridel bersama sopirnya tersebut. Sedangkan Euri di apartmentnya begitu cemas dengan keadaan Key. Euri tak bisa melanjutkan mengerjakan tugasnya, dia begitu cemas
“Sebenernya Key sakit apa sih? Cedera itu kan udah lama, satu tahun yang lalu. Kenapa sampai sekarang dia sering melenguh kesakitkan? Kenapa kadang tangan dan kakinya bengkak? Kenapa dia sering ke Plaridel buat therapy, trus kenapa dia tiap hari selalu minum obat yang aku ngga’ tau itu obat apa. Apa sih yang dia sembunyiin dari aku?” gumam Euri kalut sembari menahan air matanya
-
-
-

@Plaridel Hospital

“Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Mama Euri
“_____” dokter tersebut hanya terdiam, sembari menyusun kata-kata untuk menjelaskan semuanya
“Jawab dok!”
“Ehmmm… Begini, setelah satu tahun kita menjalani kemotherapy tersebut memang perkembangannya begitu pesat! Sel-sel kanker yang ada di tulang kaki kiri anak anda mulai berkurang dan semakin lama semakin habis. Namun setelah saya baru saja melakukan berbagai pemeriksaan, ternyata sel-sel kanker tersebut kembali lagi dan berkembang semakin pesat! Mungkin karena anak anda sukar untuk di ajak ke sini, sehingga pemberian kemotherapy tersebut masih dalam kategori kurang!”
“Iya dok, anak saya sukar sekali kalau diajak therapy. Apalagi saya sampai saat ini masih belum bisa memberitahu ke anak saya tentang penyakit yang di deritanya, sehingga dia enggan diajak therapy.” timpal Mama Euri
“Setelah saya melakukan berbagai pemeriksaan di lab, ternyata anak anda sudah memasuki stadium akhir. Tak banyak yang bisa kita lakukan! Dia harus di rawat inap dan mendapat kemotherapy secara rutin dan lebih sering dari sebelumnya.” timpal dokter tersebut hati-hati
“APA? !” pekik Mama Key, lalu menundukkan kepalanya. Air matanya mulai mengalir membanjiri kedua pipinya. Sedangkan dokter tersebut segera menenangkannya
“Lebih baik mulai sekarang anda beritahu pada anak anda mengenai hal yang sebenanrnya, karena mulai sekarang dia harus di rawat inap dan di beri kemotherapy lebih sering dari sebelumnya.” saran dokter tersebut
-
-
-

“Ma, gimana kata dokter? Aku baik-baik aja kan?” tanya Key setelah Mama nya kembali dari ruangan dokter. Tak lama kemudian air mata Mama nya mulai mengalir
“Ada apa Ma? Jawab!” pekik Key. Tak lama kemudian akhirnya Mama Key memberitahu segalanya sembari mencucurkan air matanya. Key begitu terkejut, lalu air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya…
“Aku ngga’ mungkin sakit! Itu ngga’ mungkin Ma…! Selama ini aku sehat-sehat aja! Cuman kadang-kadang aja kaki sama tangan aku bengkak!” Key mengusap air mata yang mulai mengaliri kedua pipinya
“Kamu mesti sabar sayang! Ini ujian dari Tuhan! Mama akan selalu ada buat kamu…! Mulai sekarang kamu ngga’ usah balik ke Malolos, kamu ngga’ usah kuliah lagi, kamu mesti di rawat disini terus! Kamu mesti sering menjalani kemotherapy di sini.” Air mata Mama Key semakin deras, lalu beliau memeluk anaknya erat!
“Kenapa Mama ngga’ cerita dari dulu!” pekik Key
“Mama ngga’ bisa… Mama ngga’ mau lihat kamu sedih! Mama pengen selalu bisa lihat senyuman kamu! Ibu mana yang mau melihat anaknya sedih?” timpal Mama Euri sembari mengusap air matanya
“_____” Key hanya terdiam, lalu membalas pelukan Mama nya
-
-
-

Tiga minggu lamanya Key telah di rawat di rumah sakit… Wajahnya kian hari kian pucat! Kaki dan tangannya bengkak, serta tubuhnya semakin kurus! Selama itu dia selalu mengikuti kemotherapy dengan rutin! Mama nya selalu ada di sampingnya. Sedangkan Papa nya hanya menjenguknya ketika senggang ataupun terkadang sengaja ijin dari bisnisnya di luar negeri.
Key selalu melarang teman-temannya apalagi Euri untuk menjenguknya di rumah sakit! Key tak mau mereka semua sedih ketika mengetahui apa yang telah di alami oleh Key. Terutama Euri, Key tak mau kekasihnya tersebut sedih karenanya. Karena hal itu Euri jadi semakin cemas! Dia selalu memikirkan Key, bahkan dia sering telat dan lupa makan… Prestasinya semakin menurun, dia sering melamun saat pelajaran di kelas. Mig, Mark dan Axel begitu cemas dengan keadaan Euri. Mereka bertiga selalu ada untuk Euri. Sedangkan Mig, dia sering menemani Euri di apatment Euri karena begitu cemas dengan keadaan Euri. Dia selalu membujuk Euri untuk makan!
Sedangkan Ardo semakin membenci Euri karena Mig semakin dekat dengan Euri, bahkan sering menginap di apartment Euri dan membiarkan Ardo sendirian di apartment. Kian hari Ardo dan kedua sahabatnya semakin sering mengganggu Euri, namun Euri tak pernah membalasnya. Hati nya telah mati karena ditinggal pergi sekian lama oleh orang yang begitu dicintainya… Yang ada di fikiran dan hatinya hanyalah, Key! Tak ada waktu untuk merespon apalagi membalas ulah Ardo dan kedua sahabatnya.
Hingga suatu hari, setelah lima minggu lama nya Key menjalani rawat inap dan kemotherapy akhirnya dokter menyuruh Mama Key menemuinya di ruangannya untuk memberitahu perkembangan kondisi Key.
“Bagaimana kondisi anak saya dok?”
“Begitu memprihatinkan! Sel-sel kanker tersebut berkembang menjadi lebih banyak! Kemotherapy yang kita jalani selama ini hanya mengurangi sel-sel kanker tersebut sebagian! Sedangkan sisanya masih banyak bahkan berkembang semakin pesat!
Saya khawatir kalau sel-sel kanker nya sampai menyebar ke bagian tubuh lainnya terutama organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung, hati, dsb. Bisa berakibat fatal! Nyawa anak anda akan terancam!” terang dokter tersebut
“Lalu dengan cara apa anak saya bisa sembuh dok?” air mata Mama Key mulai mengalir
“Tak ada jalan lain…
Hanya dengan menghilangkan anggota tubuh yang terkena sel-sel kanker tersebut barulah anak anda bisa lepas dari sel-sel kanker yang telah menggerogoti tubuhnya selama ini.
Kita harus melakukan amputasi pada kaki kiri anak anda karena sel-sel kanker tersebut berada di tulang kaki kiri anak anda. Tapi setuju atau tidaknya, semua itu terserah pasien dan keluarganya. Sebelum melakukan itu semua kami harus mendapat persetujuan dan tanda tangan dari orangtua dan pasien itu sendiri.” terang dokter tersebut.
“Key….!!!” pekik Mama Key histeris
Sedangkan Mama Euri memekik histeris, air matanya semakin deras, lalu beliau tak sadarkan diri!


To Be Continued

0 komentar:

Posting Komentar