♫ E.V.O.S
(Eternal Violin of Symphony) – Season II ♥ (Final Distance - 03) – Special Part♪
Genre
: Yaoi - Romance Fan Fiction
Author :
Kiki Wellian S.
Background Song
:
--Epik High - One
--JYJ – In Heaven
--Utada Hikaru - Final Distance
(Music Box Vers.)
--キミがいるから~ココロのとなりで~\
Contact
:
- Fb : Kiki Wellian Delvetian
- Blog : flipflop-delvetian.blogspot.com
*NB : Menerima Segala bentuk pujian,
kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”
Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga
dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.
Kiki berharap agar cerita ini dapat
menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat membaca… ^.^”
Terimakasih!
~Author P.O.V~
Tak lama kemudian Mig tiba di kantin bersama seorang cowok… Euri
terperangah melihat cowok yang diajak oleh Mig tersebut, sedangkan Eric hanya
terdiam…
“Vicky!” sapa cowok tersebut, lalu Vicky mengalihkan pandangannya ke
sumber suara yang memanggilnya. Tak lama kemudian cowok tersebut sampai di meja
Vicky bersama Mig
“_____” Vicky hanya terdiam, menatap cowok tersebut dalam
“Kok Vicky diem aja? Apa ngga’ berhasil nih?” bisik Eric ke telinga Mig
“Aku juga ngga’tau! Kita berdoa aja…” bisik Mig
Euri hanya terdiam menatap cowok tersebut, lalu cowok itu menggenggam
tangan Vicky.
“Vick, apa kamu juga ngga’ mengingat ku?” tanya cowok tersebut. Vicky
hanya terdiam, lalu tiba-tiba dia melenguh kesakitan sembari memegangi
kepalanya
“Aaaaarrrggghhh!” lenguh Vicky
“Ka… Kamu ngga’papa Vick?” tanya Mig cemas
“Uuggghhhhh!” lenguh Vicky kesakitan sembari memegangi
kepalanya dengan kedua tangannya
“Kamu ngga’papa Vick? Kamu kenapa?” tanya cowok tersebut
cemas, lalu mendekat ke arah Vicky dan memegang kedua lengan Vicky lalu
memeluknya
“Key! Ngapain sih kamu?!” Euri tampak begitu kesal melihat
perhatian Key yang berlebihan terhadap Vicky
“Kamu apa-apaan sih, gitu aja cemburu! Kamu nyadar ngga’ sih,
Vicky lagi sakit, dia hilang ingatan! Kamu ngga’ ngertiin banget sih!” bentak
Key
“Tapi perhatian kamu berlebihan!” timpal Euri
“Shut Up! ! !” pekik Key. Euri hanya terdiam, lalu berlalu
dari kantin
“Errr…!!!” Mig mengejar Euri, sedangkan Eric hanya terdiam
menyaksikan kejadian tersebut ditambah lagi begitu kebingungan dengan apa yang
terjadi pada Vicky
“Kamu ngga’papa Vick?” tanya Key cemas
“Ehmmmm… Udah agak mendingan sekarang!” timpalnya
“Apa yang kamu lihat? Ada yang kamu ingat?” tanya Eric
“Ehhhmmm… Aku bingung! Banyak banget yang aku lihat dari
dia! Ngga’ tau kenapa rasanya sakit banget hati aku kalo’ inget sama dia!”
timpal Vicky
“Kamu udah inget semua tentang aku?” tanya Key antusias
-
-
-
“Errr…!” Mig mengejar Euri hingga sampai di taman yang ada
di area kampus, lalu menarik tangannya
“Ukh! Aku ngga’ habis pikir, dia segitunya banget
perhatiannya ke Vicky. Dia ngga’ inget apa sama kejahatannya Vicky di masa
lalu!” gumam Euri kesal
“Udah lah, aku ngerti perasaan kamu! Sabar ya! Mungkin dia
lagi cemas aja cause sahabat dekatnya dari kecil hilang ingatan. Kamu mesti
coba buat ngertiin juga!”
“Iya sih! Aku sih ngga’ kurang-kurang buat ngertiin dia. Di
kampus juga banyak cowok dan cewek yang deketin dia, tapi aku coba bersikap
biasa aja! Aku coba ngertiin dia. Tapi kali ini perhatiannya berlebihan
banget!” keluh Euri
“Iya, aku ngerti! Udah ya jangan dipikirin lagi!” Mig
memeluk Euri
“Thanks Mig! Kamu emang sahabat yang baik! Kamu selalu ada
buat aku kapanpun aku butuhin!” timpal Euri, lalu membalas pelukan Mig
Sedangkan di seberang mereka berdua, tepatnya di koridor.
Ada seorang cowok dengan dua sahabatnya tengah melihat Euri dan Mig berpelukan.
“Eh-eh! Lihat tuh si Euri…!” kata salah seorang cowok
“Hah?” gumam Ardo tak percaya
“Ngga’ tau malu banget sih tuh anak!” timpal cowok kedua
“Brengsek banget sih dia! Tuh anak lama-lama di biarin makin
berani deh buat ngedeketin Mig! Dia kan udah punya Key, masih aja deketin Mig!
Shit! ! !” gerutu Ardo
“Udah lah, mulai sekarang kita kasih pelajaran aja tuh anak!
Biar tau rasa!
Masa semua cowok keren yang ada di BSU di deketin sama dia.
Key udah di ambil sama dia, eh sekarang malah deketin Mig! Kamu mesti bales
dia, do! Kamu kan suka banget sama Mig! Kalo’ aku jadi kamu, pasti aku bakal
bales tuh anak!” gumam cowok pertama
“Okay, lihat aja n’tar! Kalian berdua bantuin aku ya!”
timpal Ardo
“Sip!” timpal cowok pertama dan kedua
-
-
-
Tak lama kemudian bel tanda masuk untuk memulai pelajaran
berbunyi… Euri dan Mig segera masuk ke kelas mereka. Sedangkan Key baru kembali
ke kelasnya bersama Vicky dan Eric setelah Vicky sudah mulai baikan!
“Good Morning!” sapa seorang lelaki setengah baya yang akan
mengajar pada jam pertama dan kedua
“Good Morning, Sir!” timpal anak-anak serempak
“Okay, apa kalian sudah mengerjakan tugas makalah kalian?
Ayo dikumpulkan sekarang!” perintah guru tersebut, lalu anak-anak seisi kelas
mulai maju satu per satu untuk mengumpulkan tugas mereka
Sedangkan Euri tampak kebingungan sembari merogoh-rogoh ranselnya
untuk mencari makalah yang telah di buatnya semalam suntuk
“Hahaha… Rencana kita berhasil!” bisik cowok pertama
“Sumpah, puas banget lihat dia menderita kayak gitu!” bisik
Ardo sembari tersenyum licik
“Hahaha… Itu kan ide ku! Jadi jangan heran deh!” timpal
cowok kedua bangga
“Hahaha… Sip!” timpal Ardo
~Flashback~
Tadi setelah Euri masuk ke kelas bersama Mig, dia keluar
menuju toilet. Tak lama kemudian, cowok kedua (sahabatnya Ardo) tiba-tiba
mendapat ide dan punya rencana untuk membalas Euri. Dia mengambil makalah yang
telah Euri kerjakan semalaman suntuk, lalu menyembunyikannya di loker nya. Baru
ketika pulang kuliah, dia akan membuangnya
“Aduh! Dimana sih makalah ku? !” Euri tampak kebingungan
“Kenapa Err…?” tanya Mig
“Makalah yang udah aku bikin susah payah ngga’ ada!” keluh
Euri
“Yakin kamu udah bawa? Sapa tau ketinggalan di apartment
kamu!” timpal Mig
“Aku yakin, tadi itu udah bawa. Aku udah masukin ke
ranselku… Aduh!”
Tak lama kemudian, dosen tersebut mulai membuka dan
memeriksa makalah yang telah di buat oleh seluruh anak sesuai absensi untuk
memeriksa siapa saja yang belum mengumpulkan. Namun saat tiba pada absensi
Euri, dosen tersebut begitu kecewa terhadap Euri karena dia menganggap Euri
berbohong!
“Saya sudah ngerjakan, Sir! Saya ngga’ bohong! Semalaman
saya ngerjakan, tapi ngga’ ada. Saya yakin kalo’ saya udah masukin ke ransel
tadi.” keluh Euri
“Saya begitu senang mempunyai anak didik seperti kamu.
Berturut-turut kamu selalu juara kelas, bahkan kamu masuk 5 besar dalam
peringkat (ranking) se-BSU. Kamu juga ngga’ pernah melupakan tugas dan kamu
selalu mengerjakan tugasmu dengan baik! Tapi saya kecewa, hari ini kamu sampai
berbohong hanya karena tidak mengerjakan tugas dari saya minggu ini. Kalau kamu
tidak mengerjakan, lebih baik jujur! Saya lebih senang dengan kejujuran… Tidak
usah beralasan dengan alasan basi yang dipakai oleh anak-anak SD dan SMP.
Ketinggalan, hilang, dsb. Kamu sudah menjadi seorang mahasiswa! Harusnya kamu
sadar akan hal itu! Saya benar-benar kecewa dengan kamu hari ini, Euri! Kamu
sudah berubah! Tolong tinggalkan kuliah saya hari ini!” kata dosen tersebut,
lalu Euri mendapat sorakan dan cemoohan dari seluruh anak-anak
“Tapi, sir!” protes Euri
“Pintu keluarnya ada di sana! Silahkan!” timpal dosen
tersebut. Akhirnya Euri hanya pasrah, lalu melangkah gontai menuju koridor
“Hahaha… Tos dulu dong!” gumam Ardo, lalu di sahuti gelak
tawa oleh kedua sahabatnya
“Eh, bangkunya Euri kan kosong tuh! Sana duduk di deket
Mig!” timpal cowok pertama
“Iya tuh! Kesempatan ngga’ datang dua kali!” timpal cowok
kedua
“Eh, iya juga ya! Sip deh!” timpal Ardo
-
-
-
Euri menghabiskan jam pelajaran pertama ini di kantin
sembari meneguk coklat panasnya!
“Euri…!” sapa Axel sembari membawa nampan makanan yang di
pesannya
“Uhuk-uhuk!” Euri tersedak, lalu Axel memukul punggungnya
perlahan
“Aduh! Sorry kalo’ aku ngagetin!”
“Ehmmm…. Gapapa kok!” timpal Euri
“Ehmmm, kamu ngapain di sini? Ngga’ ada kuliah?”
“Ada sih, tapi aku di suruh keluar!” keluh Euri
“Kok bisa?”
“Ya gitu deh! Udah jangan di bahas, bikin kesel aja!
Trus kamu ngapain ke kantin? Ngga’ ada kuliah juga?”
“Oh, hehehe… Aku laper, tadi ngga’ sarapan! Jadi aku bolos
ke sini bentar!” timpal Axel
“Huft! Dasar!” Euri memukul kepala Axel pelan
“Hahaha… By the way udah lama ya kita ngga’ ngobrol-ngobrol
lagi!”
“Iya, kamu tuh yang sombong! Sibuk mulu sama Stefan!” keluh
Euri
“Hehehe… Sorry! Tapi ngga’ sepenuhnya karna dia, aku lagi
ada banyak tugas, jadi pulang kuliah langsung pulang buat istirahat dan
malemnya langsung ngerjain tugas. Tidur aja cuman 3 atau 4 jam’an gitu!” keluh
Axel
“Sama kalo’ gitu! Wah, jadi udah lama dong ngga’ mainan sama
Stefan! Hihihihi….”
“Ya gitu deh! Cuman pelukan doang!” keluh Axel
“Hahaha… Awas, kalo’ dia bosen sama kamu karna keseringan di
jablay n’tar dia selingkuh!
Eh, sorry! Keceplosan!”
“Gila ya! Kamu doain aku sama dia putus? !” omel Axel
“Just kidding!” lalu Euri tertawa puas!
“Halah, kamu sama Key juga udah lama ngga’ pernah mainan
kan! Kalian berdua pasti sama-sama sibuk! Jadi ngga’ usah ngatain aku!”
“Huft! Jangankan mainan, dia aja udah mulai ngga’ perhatian
sama aku. Apalagi setelah dia tau kalo’ Vicky hilang ingatan! Yang di perhatiin
Vicky mulu, perhatiannya berlebihan! Pasti untuk selanjutnya dia bakal lebih
perhatiin Vicky dari pada aku!” keluh Euri
“Hah? Vicky hilang ingatan?”
“Iya, dia habis kecelakaan. Denger-denger sih gitu! Semenjak
dia hilang ingatan jadi berubah gitu! Vicky jadi baik banget gitu! Aku kadang
ngerasa aneh pas deket dia. Aku takut kalo’ Key sama dia makin deket, Key jadi
makin perhatian sama dia. Lama-lama jadi suka sama dia!” keluh Euri
“Eh, ngga’ boleh gitu! Kamu mesti percaya sama Key! Rasa
saling percaya itu pondasi dari suatu hubungan!”
“Perasaan kamu ngomong gitu udah 5x deh! Kalo’ sampe’ 6 kali
dapat souvenir apaan? Huft!
Ya tapi perhatian Key ke Vicky itu beda. Berlebihan banget!
Kalo’ kamu di posisi ku pasti kamu juga sama kayak aku gini! Jadi mulai curiga
dan takut kalo’ Key bakal makin deket sama Vicky.” keluh Euri
“Udah lah, mulai saat ini kamu mesti lebih percaya lagi sama
dia!”
“Hmmmm… Iya deh!” timpal Euri, lalu tak lama kemudian HP nya
bergetar
“Bentar ya, ada sms.” Axel hanya mengangguk
From : Key ♥
Aku mau bilang,
nanti aku ngga’ bisa nganterin kamu pulang kayak biasanya. Aku mau nganterin
Vicky periksa ke dokter sekalian nganterin dia pulang! Kamu nanti pulang naik taksi aja!
Tak lama kemudian Euri tampak begitu kesal!
“kenapa Err…?” tanya Axel
“Nih, baca! Dia mulai berubah kan sekarang! Bener kan yang
aku curigai tadi?! Huh!” keluh Euri, lalu Axel membaca sms tersebut
“Bahkan dia tumben kali ini sms ngga’ pake’ kata ‘sayang’
sama sekali. Ukkkhhhhh!” lanjut Euri
“Hmmmm… Udah lah kamu jangan negative thinking dulu sama
dia. Kamu sih, anaknya cemburuan!” timpal Axel
“Huft! Iya deh, aku bakal coba buat percaya sama dia!” keluh
Euri, lalu meneguk coklat panasnya hingga habis
-
-
-
Sepulang kuliah, setelah Key mengantar Vicky ke dokter dan
ke apartmentnnya lalu Key segera masuk ke mobil menuju pulang. Namun saat di
perjalanan, Mama nya menelfonnya…
“Iya ma? Lagi di jalan, mau pulang!”
“Kamu besok ke Plaridel ya! Ijin sama dosen mu!” timpal Mama
nya
“Ada apa ma?”
“Biasa! Kamu mesti periksa ke dokter, terus mesti di therapy
lagi!” terang Mama nya
“Aduh, aku itu sebenernya sakit apa sih ma? Tiap aku tanya
selalu ngga’ di jawab! Kalo’ ngga’ gitu jawabnya tuh buat mulihin kaki aku yang
retak! Itu kan cederanya udah 1 tahun yang lalu. Masa sih sampe sekarang masih
aja ke dokter, therapy, minum obat! Aku cape’ ma…! Aku sakit apaan sih ma?”
keluh Key. Mama Key hanya terdiam sembari menahan air matanya
“Ma, kok diem? Jawab! ! !” keluh Key
“Ehmmm…! Kamu ngga’ kenapa-napa sayang! Itu cuman buat
mulihin kaki kamu aja, trus biar tulang kaki kamu lebih kuat! Pokoknya kamu
mesti turutin apa kata Mama. Semuanya juga demi kebaikan kamu juga kan!”
“Hmmmm… Iya-iya! Besok aku ke Plaridel!” keluh Key, lalu
mematikan telephon tersebut
“Huh!” lenguhnya kesal sembari membanting HP nya
-
-
-
“Kok baru pulang sih sayang?” keluh Euri sembari membukakan pintu
apartment
“Aduh, jagan bahas itu deh! Aku cape’, aku mau istirahat!”
Key terus berjalan, melepas kemejanya, lalu merebahkan tubuhnya di kasur. Euri
haya terdiam, menahan perasaan curiga dan kesalnya, lalu duduk di meja
belajarnya dan mulai melanjutkan mengerjakan tuags-tugas kuliahnya.
“Kamu kenapa sih? Semenjak Vicky amnesia, kamu jadi berubah!
Kamu perhatian banget sama dia, tapi kamu cuek dan jutekin aku! Salah aku apa
coba? !” keluh Euri, namun Key hanya terdiam dan memejamkan matanya
Tak lama kemudian Key melenguh kesakitan!
Euri begitu panik, lalu segera menghampiri Key…
“Kamu kenapa sayang?”
“Arrrrgggghhhh! ! ! Kaki aku sakittt bangeettt!” lenguh Key
sembari memegangi kaki kirinya
“Aduh, gimana ini?
Ehmmm… Aku telp Mama kamu dulu ya!” Euri segera memberitahu
keadaan Key ke Mama nya Key, lalu Mama nya Key menyuruh Euri menunggu sopir
suruhan Mama nya tiba di sana. Kata Mama nya Key, dia harus segera di bawa ke
Plaridel untuk menjalani therapynya
Butuh waktu berjam-jam lamanya perjalanan dari Plaridel ke
Malolos. Namun akhirnya datang juga… Key segera menuju Plaridel bersama
sopirnya tersebut. Sedangkan Euri di apartmentnya begitu cemas dengan keadaan
Key. Euri tak bisa melanjutkan mengerjakan tugasnya, dia begitu cemas
“Sebenernya Key sakit apa sih? Cedera itu kan udah lama,
satu tahun yang lalu. Kenapa sampai sekarang dia sering melenguh kesakitkan?
Kenapa kadang tangan dan kakinya bengkak? Kenapa dia sering ke Plaridel buat
therapy, trus kenapa dia tiap hari selalu minum obat yang aku ngga’ tau itu
obat apa. Apa sih yang dia sembunyiin dari aku?” gumam Euri kalut sembari
menahan air matanya
-
-
-
@Plaridel Hospital
“Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Mama Euri
“_____” dokter tersebut hanya terdiam, sembari menyusun
kata-kata untuk menjelaskan semuanya
“Jawab dok!”
“Ehmmm… Begini, setelah satu tahun kita menjalani
kemotherapy tersebut memang perkembangannya begitu pesat! Sel-sel kanker yang
ada di tulang kaki kiri anak anda mulai berkurang dan semakin lama semakin
habis. Namun setelah saya baru saja melakukan berbagai pemeriksaan, ternyata
sel-sel kanker tersebut kembali lagi dan berkembang semakin pesat! Mungkin
karena anak anda sukar untuk di ajak ke sini, sehingga pemberian kemotherapy
tersebut masih dalam kategori kurang!”
“Iya dok, anak saya sukar sekali kalau diajak therapy.
Apalagi saya sampai saat ini masih belum bisa memberitahu ke anak saya tentang
penyakit yang di deritanya, sehingga dia enggan diajak therapy.” timpal Mama
Euri
“Setelah saya melakukan berbagai pemeriksaan di lab, ternyata
anak anda sudah memasuki stadium akhir. Tak banyak yang bisa kita lakukan! Dia
harus di rawat inap dan mendapat kemotherapy secara rutin dan lebih sering dari
sebelumnya.” timpal dokter tersebut hati-hati
“APA? !” pekik Mama Key, lalu menundukkan kepalanya. Air
matanya mulai mengalir membanjiri kedua pipinya. Sedangkan dokter tersebut
segera menenangkannya
“Lebih baik mulai sekarang anda beritahu pada anak anda
mengenai hal yang sebenanrnya, karena mulai sekarang dia harus di rawat inap
dan di beri kemotherapy lebih sering dari sebelumnya.” saran dokter tersebut
-
-
-
“Ma, gimana kata dokter? Aku baik-baik aja kan?” tanya Key
setelah Mama nya kembali dari ruangan dokter. Tak lama kemudian air mata Mama
nya mulai mengalir
“Ada apa Ma? Jawab!” pekik Key. Tak lama kemudian akhirnya
Mama Key memberitahu segalanya sembari mencucurkan air matanya. Key begitu terkejut,
lalu air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya…
“Aku ngga’ mungkin sakit! Itu ngga’ mungkin Ma…! Selama ini
aku sehat-sehat aja! Cuman kadang-kadang aja kaki sama tangan aku bengkak!” Key
mengusap air mata yang mulai mengaliri kedua pipinya
“Kamu mesti sabar sayang! Ini ujian dari Tuhan! Mama akan
selalu ada buat kamu…! Mulai sekarang kamu ngga’ usah balik ke Malolos, kamu
ngga’ usah kuliah lagi, kamu mesti di rawat disini terus! Kamu mesti sering
menjalani kemotherapy di sini.” Air mata Mama Key semakin deras, lalu beliau
memeluk anaknya erat!
“Kenapa Mama ngga’ cerita dari dulu!” pekik Key
“Mama ngga’ bisa… Mama ngga’ mau lihat kamu sedih! Mama
pengen selalu bisa lihat senyuman kamu! Ibu mana yang mau melihat anaknya
sedih?” timpal Mama Euri sembari mengusap air matanya
“_____” Key hanya terdiam, lalu membalas pelukan Mama nya
-
-
-
Tiga minggu lamanya Key telah di rawat di rumah sakit…
Wajahnya kian hari kian pucat! Kaki dan tangannya bengkak, serta tubuhnya
semakin kurus! Selama itu dia selalu mengikuti kemotherapy dengan rutin! Mama
nya selalu ada di sampingnya. Sedangkan Papa nya hanya menjenguknya ketika
senggang ataupun terkadang sengaja ijin dari bisnisnya di luar negeri.
Key selalu melarang teman-temannya apalagi Euri untuk
menjenguknya di rumah sakit! Key tak mau mereka semua sedih ketika mengetahui
apa yang telah di alami oleh Key. Terutama Euri, Key tak mau kekasihnya
tersebut sedih karenanya. Karena hal itu Euri jadi semakin cemas! Dia selalu
memikirkan Key, bahkan dia sering telat dan lupa makan… Prestasinya semakin
menurun, dia sering melamun saat pelajaran di kelas. Mig, Mark dan Axel begitu
cemas dengan keadaan Euri. Mereka bertiga selalu ada untuk Euri. Sedangkan Mig,
dia sering menemani Euri di apatment Euri karena begitu cemas dengan keadaan
Euri. Dia selalu membujuk Euri untuk makan!
Sedangkan Ardo semakin membenci Euri karena Mig semakin
dekat dengan Euri, bahkan sering menginap di apartment Euri dan membiarkan Ardo
sendirian di apartment. Kian hari Ardo dan kedua sahabatnya semakin sering
mengganggu Euri, namun Euri tak pernah membalasnya. Hati nya telah mati karena
ditinggal pergi sekian lama oleh orang yang begitu dicintainya… Yang ada di
fikiran dan hatinya hanyalah, Key! Tak ada waktu untuk merespon apalagi
membalas ulah Ardo dan kedua sahabatnya.
Hingga suatu hari, setelah lima minggu lama nya Key
menjalani rawat inap dan kemotherapy akhirnya dokter menyuruh Mama Key
menemuinya di ruangannya untuk memberitahu perkembangan kondisi Key.
“Bagaimana kondisi anak saya dok?”
“Begitu memprihatinkan! Sel-sel kanker tersebut berkembang
menjadi lebih banyak! Kemotherapy yang kita jalani selama ini hanya mengurangi
sel-sel kanker tersebut sebagian! Sedangkan sisanya masih banyak bahkan
berkembang semakin pesat!
Saya khawatir kalau sel-sel kanker nya sampai menyebar ke
bagian tubuh lainnya terutama organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru,
jantung, hati, dsb. Bisa berakibat fatal! Nyawa anak anda akan terancam!”
terang dokter tersebut
“Lalu dengan cara apa anak saya bisa sembuh dok?” air mata
Mama Key mulai mengalir
“Tak ada jalan lain…
Hanya dengan menghilangkan anggota tubuh yang terkena
sel-sel kanker tersebut barulah anak anda bisa lepas dari sel-sel kanker yang
telah menggerogoti tubuhnya selama ini.
Kita harus melakukan amputasi pada kaki kiri anak anda
karena sel-sel kanker tersebut berada di tulang kaki kiri anak anda. Tapi setuju
atau tidaknya, semua itu terserah pasien dan keluarganya. Sebelum melakukan itu
semua kami harus mendapat persetujuan dan tanda tangan dari orangtua dan pasien
itu sendiri.” terang dokter tersebut.
“Key….!!!” pekik Mama Key histeris
Sedangkan Mama Euri memekik histeris, air matanya semakin
deras, lalu beliau tak sadarkan diri!
To Be Continued



0 komentar:
Posting Komentar