Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S)
– Part 15 ♪
Genre
: Yaoi - Romance Fan Fiction
Author :
Kiki Wellian S.
Background
Song : Yiruma – River flows in you
Contact
:
- Fb : Kiki Wellian Delvetian
- Blog : flipflop-delvetian.blogspot.com
*NB : Menerima Segala bentuk pujian,
kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”
Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga
dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.
Kiki berharap agar cerita ini dapat
menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat membaca… ^.^”
Terimakasih!
~Euri P.O.V~
“Yeah, udah jadi tuh kayaknya. Bener ngga’ sir?” tanya ku
“Sure…” lalu pengrajin tersebut menyodorkan biola Euri
“Olive…” Aku membaca ukiran tersebut. Lalu aku segera
membayar biayanya dan bergegas masuk ke mobil bersama Mark
“Eheemmm…! di lihatin mulu’ nih
dari tadi.” celetuk Mark
“Iya… Aku kangeeennn banget sama Olive. Kalo
libur n’tar aku pengen banget ke pemakamannya bawain lily putih buat dia. Kan
dia suka banget sama bunga lily putih.” gumamku
“Andai aja waktu itu aku ngga’ buang foto-foto dan
barang-barang kenangan dari Olive. Nyesel dah!”
lanjutku
“Lah kamu ngapain buang itu semua?” tanya Mark
“Soalnya waktu itu lagi ada masalah. Kamu tau
sendiri kan masalah dia sama Joe itu. Aku waktu itu kalut dan kecewa banget,
juga pengen bisa cepet ngelupain dia. Makanya aku buang semuanya. Eh, sekarang
nyesel! Kalo aku cari lagi di tempat sampah depan rumah pastinya udah ngga’
ada. aduh!” gumamku
“Ya udahlah… Mau gimana lagi. Emang satu foto dia
pun kamu ngga’ punya?” timpal Mark
“Pokonya udah aku buang semua! Huft, ngga’ ada
kenangan dari dia sama sekali dah! Cuman ukiran nama ini.” jawabku
“Ouh! By the way mau kemana lagi nih?” tanya
Mark
“Ehmmm… Ke mall bentar ya, jangan balik dulu
ke asrama.” pintaku
“Kenapa? Kamu mau cari apa lagi?” tanya nya
“Aku mau ngasih sesuatu ke Key buat permintaan
maaf. Tapi aku ngga’tau mau kasih apa. Oh, ya! Kamu kan temen deketnya. Kamu
ada saran ngga’?” timpalku
“Kasih dia jam tangan aja. Dia suka ngoleksi
gituan.” usul Mark
“Yakin?”
“Iya…” timpal Mark
“Dia sukanya warna apa?”
“Item…” timpal Mark
Akhirnya sore itu kami segera menuju Mall di
daerah Bulacan… Setelah berputar-putar dan mencari-cari akhirnya ketemu juga.
Biasa, Ginoo yang selalu aku suruh milihin. Dia kan jago milih dan seleranya
bagus! Setelah itu kami bertiga segera menuju asrama… Selama di perjalanan aku
terus saja mendekatkan mereka berdua… Hahaha… Lucu! Mark kan anaknya sok
dingin, cuek dan songong gitu. Tapi akhirnya pas aku pura-pura tidur di mobil,
eh mereka malah ngobrol berdua. Hahaha…
Setelah sampai, aku segera menuju dorm dan
masuk ke kamar. Membuat kata-kata untuk permintaan maaf ku di secarik kertas…
Simple aja deh, aku ngga’ pinter ngomong / bikin kata-kata. Aku bukan tipe
orang yang romantis / pinter bikin kata-kata gitu. Yang terpenting tulus, jelas
dan kena sasaran.
“Mark, tolong kasihin ini ke dia ya!” pintaku
setelah menulis surat tersebut
“Sip!” timpalnya
“Nanti malem kamu ngga’ ikut dinner di aula?”
tanya nya
“Ngga’… Aku ngga’ enak badan. Capek banget!
Aku mau tidur aja!” timpalku
“Ya udah, nanti aku yang bawain makanan buat
kamu.”
“Thanks!” timpalku
-
-
-
~Author P.O.V~
-20.30 P.M-
Seusai makan malam, sesuai janjinya Mark
menemui Key. Memberikan surat dan kado tersebut untuknya…
“Apa ini?”
“Buka aja di kamar!” timpal Mark
“Dari sapa?”
“Euri…” timpal Mark
“Ogah ah!” Key membuangnya ke dalam tempat
sampah yang ada di aula
“Kamu keterlaluan banget! Hargai dong
pemberian orang lain! Tapi terserah kamu juga lah, susah nasehatin orang yang
keras kepala kayak kamu. Aku takutnya kamu nyesel suatu saat nanti.” Mark
segera berlalu
Key berusaha mencerna kata-kata Mark… Lalu
melanjutkan perjalanannya menuju dorm.
“Udah lah, ngga’ usah mikirin dia!” gumam
Vicky
“Bener banget! Buat apa mikirin dia.”
“Ya udah, tidur yuk!” tawar Vicky. Lalu Key
merebahkan tubuhnya dan Vicky menyelimuti tubuhnya…
“Aku balik dulu ya! Besok pagi-pagi seperti
biasa aku ke sini lagi buat nyuapin kamu!”
“Okay!” timpal Key, lalu menutup mata dan
berusaha untuk tidur
-
-
-
Key tengah berada di sebuah danau bersama Euri.
Di sana, Key duduk di sebuah kursi kayu coklat dan Euri duduk di sampingnya.
Euri bermain biola dengan penuh perasaan. Key begitu menikmatinya, lalu merangkulkan
rangannya pada bahu Euri…
“Sayang?” Euri menghentikan permainannya dan
memanggil Key
“Iya?”
“Hari ini kan hari ulang tahun aku… Aku boleh
minta sesuatu ngga’ sama kamu?”
“Tentu… Selagi aku bisa dan mampu, aku bakal
turutin apapun permintaan kamu.” gumam Key
“Di hari ulang tahun aku ini, aku pengen
banget bisa di kasih umur yang panjang sama Tuhan… Biar aku bisa ngabisin sisa
hidupku lebih lama lagi sama kamu. Aku takut banget kehilangan kamu. Aku ngga’
bisa hidup tanpa kamu…” Air mata Euri tumpah
“Kamu kenapa ngomong gitu? Kamu mesti kuat
hadapi penyakit kamu, sayang! Aku akan selalu ada buat kamu! Kamu harus kuat,
demi aku… Aku ngga’ mau kehilangan kamu.” Key memeluk Euri erat
“Arrrggghhhh!” Euri mengerang… Darah segar
keluar dari hidungnya…
“Kamu kenapa sayang?” Key begitu panik, lalu
mengguncang-guncang tubuh Euri
“Jangan lep..pasin pelukannya… Aku pengen
banget bisa mati di…pelukan kam..mu”
“Sayang! Kamu ngomong apaan sih?” air mata key
mulai tumpah, lalu dia menyeka darah yang terus keluar dari hidung Euri
“Anyone, please… Help us!!!” pekik Key. Namun
tak ada seorang pun yang mendengar teriakan Key. Di sana hanya ada mereka
berdua, bersama beberapa burung yang tengah terbang bebas, bersama suara
hembusan angin dan kilauan air danau yang diterpa sinar mentari
“Sayang… Pel…luk aku lagi…! Aku ngga’ but…tuh
dokter atau siapapun… Ak…ku cuman butuh kam…mu sayang! Aku pengen mati
dipelukan kam…mu!” GumamEuri, lalu Key memeluk Euri erat
“Iya… Aku peluk kamu. Tapi kamu jangan pergi.
Kamu katanya sayang sama aku. Kamu juga janji bakal selalu ada buat aku, kamu
bakal isi hari-hari indah kita bersama. Jangan tinggalin aku… Aku sayang banget
sama kamu! Kamu bilang, kita bakal hidup bersama sampe kapanpun. Kamu bilang,
setelah kita sama-sama mapan nanti, kamu mau nikah sama aku. Mana janji kamu?
Manaaa…?
Apa kamu udah ngga’ cinta sama aku? Apa aku
punya salah sama kamu?
Apa aku belum bisa bahagiain kamu?
Kenapa kamu diem aja?
Jawab sayang! jawaaabbbb…!” lalu Key mencoba
melepaskan pelukannya
“Ak…ku kan udah bil…lang jangan lepasin
pel…lukannya.” pinta Euri, lalu Key kembali memeluknya
“Tapi kamu ngga’ boleh pergi… Kamu udah janji
sama aku!” Key memeluk Euri erat dan mengusap kepalanya
“Kamu… tenang aja.. Ak…ku ngga’ akan
ning..ggalin kam..muu!” gumam Euri
“Janji?”
“Iya, asal kam…mu juga janji jangan lep…pasin
pelukan ini.”
“Iya… Aku janji sayang!” gumam Key
Hening… Begitu hening! Keheningan mulai
menyelimuti mereka beberapa menit kemudian…
“Sayang, kamu nanti pengennya kita tinggal
bersama di mana?” tanya Key, berusaha memecah keheningan
“Kenapa diem?”
“Oh, aku inget… dulu kamu bilang, kamu pengen
kita tinggal di jepang. Kita bangun rumah kita bersama, kita tinggal bahagia di
sana. Terus kamu bilangnya pengen rumah yang deket sama danau atau pantai ya?
Beres… Nanti aku yang ngurus. Sekalian nanti aku bakal nanam banyak bunga di
pekarangan rumah kita. Terutama sakura…”
“Terus aku pengen kita ngadopsi anak. Enaknya
namanya siapa ya?
Gimana kalo gabungan dari nama kita? Jadinya
Eukei. Bagus ngga’? Kamu suka kan? Hehehe… lucu!”
Sayang? Kok diem sih? ! Aku cium loh nanti…”
Lalu Key melepas pelukannya… Key hendak melepaskan pelukannya, namun di
urungkannya karena telah berjanji pada Euri untuk takkan pernah melepaskan
pelukan tersebut.
Namun, tak lama kemudian Key mulai menyadari
sesuatu. Dia melepaskan pelukan tersebut.
Euri terjatuh, namun Key segera menangkapnya…
“Sayang, kamu kenapa? Bangun sayang…!” pekik
Key
“Aku ngga’ akan biarin kamu pergi… Aku ngga’
rela! Kamu udah janji sama aku. Kamu udah janji…!” Key mengguncang-guncang
tubuh Euri, mencium pipinya, memeluknya erat, dsb. Namun Euri takkan pernah
bangun dari tidur panjangnya. Hidungnya bersimbah darah!
“Sayang… Bangun!!! Kamu ngga’ boleh ninggalin
aku sendirian. Aku sayang banget sama kamu… Aku emang bodoh karena pernah
ngecewain kamu. Maafin aku sayang!!! Tapi tolong, bangun!!! Sayang… Bangun!!!
Aku ngga’ bias hidup tanpa kamu. Buat apa aku hidup dengan harta melimpah
sekalipun namun tanpa kamu?” Air mata Key tumpah… Dia memeluk Euri erat, lalu
berteriak!
“Sayanggg… Jangan pergi!!! Aku sayang sama
kamu. Arrrggghhhh!!!”
Namun semuanya sia-sia… Euri takkan pernah
membuka matanya lagi
Euri takkan pernah bangun dari tidurnya
Key takkan pernah dapat melihat senyuman indah
dari Euri lagi
Penyesalan memang selalu tiba di akhir…
-
-
-
“Hahh… hahh… hahhhh!” Key terbangun dari mimpi
buruknya… Keningnya bercucuran keringat. Lalu dia menyeka keringatnya
“Euri…” pekiknya, lalu bergegas memakai sandal
dan keluar menuju koridor dorm
Pukul 01.00 A.M
Dia melangkahkan kakinya perlahan dengan
tongkatnya… Berusaha secepat mungkin menuju aula. Namun tak lama kemudian dia
terjatuh, tongkatnya terpental jauh…
“aarrrgghhh….” lenguhnya kesakitan, sembari
meringkuk di lantai memegangi kaki kirinya
Namun dia tak putus asa… Lalu merangkak
berusaha meraih tongkat nya dan berusaha bangkit dari tempatnya terjatuh.
“Maafin aku Err… Aku sayang kamu. Maafin
keegoisanku, kebodohanku, aku ngga’ mau kehilangan kamu.” gumamnya, lalu
berjalan tertatih menuju aula..
Di buka nya penutup tempat sampah tersebut dan
dia mulai mencari kado serta surat dari Euri…
“manaaaa….” lenguhnya hampir putus asa
Namun dia terus mencari… Tak lama kemudian dia
menemukan bungkusan kado berwarna biru dengan selembar amplop yang tertempel di
sana.
“Puji syukur Tuhan….” lalu dia segera membuka
kadonya. Dia mengambil jam tangan tersebut dan mengantonginya di saku
celananya, lalu membuka amplop tersebut
To : Key
Akhir-akhir ini kamu ngejauh dari aku…
Sakit rasanya. Aku udah ngerasa ngga’ semangat lagi
jalani hidup ini tanpa kamu…
Hidup aku hampa, hidup aku ngga’ bermakna tanpa ada
nya kamu.
Aku ngerti kalo’ kamu pastinya kecewa banget sama
aku.
Jujur, aku ngga’ ada maksud buat bohongin kamu, Key.
Selama ini aku selalu bingung sama perasaan aku. Aku bingung harus milih salah
satu dari kalian berdua dan nyakitin salah satu dari kalian berdua. Tapi
semenjak kejadian itu, aku jadi tau dan yakin siapa yang bakal aku pilih.
Maafin aku Key kalo’ aku pernah nyakitin kamu. Aku
ngga’ ada niat buat bohongin sekaligus nyakitin kamu. Apakah kamu tau, seberapa
besar rasa sayang aku ke kamu?
Apa kamu tau, doa apa yang selalu aku lantunkan
setiap hari?
Aku hanya berharap, aku bisa bersama kamu selalu…
Aku berharap, aku bisa jadi orang pertama dan
terakhir buat kamu…
Dan aku berharap, bisa jadi orang yang bisa bahagiain
kamu…
Aku ngga’ mau lihat kamu sedih, sakit dan terluka.
Aku sengaja nyembunyiin ini semua demi kamu. Aku ngga’ mau kamu terluka.
Terkadang kejujuran harus di tunda, Key. Aku ngelakuin itu juga demi kebaikan
kamu, karna aku ngga’ mau kamu terluka dan aku ngga’ mau sampai kehilangan
kamu.
Semenjak kejadian itu, aku jadi sadar… Siapa yang
harus aku pilih… Aku jadi sadar, perasaan ini… Hati ini… dan juga cinta ini
untuk siapa….
KAMU…
Aku cinta sama kamu…
Aku sayang banget sama kamu…
Aku ngga’ berharap jadi orang yang selalu kamu
kenang, yang selalu kamu damba. Aku Cuma berharap, bisa lihat senyuman kamu
walau dari jauh.
Meskipun kamu saat ini udah mulai benci sama aku dan
aku ngga’ bisa lagi miliki kamu, merasakan pelukanmu dan juga takkan bisa lagi
melewati masa-masa indah bersama kamu… Aku rela… Mungkin aku bukan yang terbaik
buat kamu, mungkin dia yang lebih pantas buat miliki kamu. Maaf dari kamu, bagi
aku itu udah lebih dari cukup.
Bisa melihat senyum kebahagiaan kamu, bagi aku udah
lebih dari cukup walau tanpa bisa memilikimu…
Semoga sebesar apapun rasa benci kamu ke aku, kamu
ngga’ akan pernah hapus aku dari hatimu.
Aku mencintaimu, Key.
Kamu lah lelaki pertama dalam hidupku yang aku
cintai,
dan cintaku ke kamu ngga’ akan pernah pudar…
Ngga’ ada yang bisa gantiin kamu di hati aku, Key…
Oleh,
Euri Revin Antaresh
-
-
-
“Euri…” pekik Key, lalu bergegas menuju kamar
Euri
Tok! Tok! Tok!
“Euri mana?”
“Dia beberapa hari ini udah ngga’ sekamar lagi
sama aku.” gumam Mig sembari mengusap mata nya yang masih mengantuk
“Trus, dia di mana sekarang?” pekik Key
“Dia tidurnya di kamarnya Mark!” tanpa ba bi
bu, Key segera menuju kamar Mark
Tok! Tok! Tok!
“Apaan sih, malem-malem berisik!” omel Mark
“Euri mana?”
“Ngga’ ada. Dari tadi dia belum balik-balik ke
kamar. Aku tadi sempet nyari di aula, perpus, dsb. Tapi ngga’ ketemu.” Jelas
Mark
“Jangan-jangan!!
Ehmmm… Kamu tau ngga’ tempat dia biasanya kalo
lagi pengen sendiri atau lagi sedih?” tanya Key
“Ngga’ tau. Cuman Axel yang tau, kan dia
sahabatnya.” timpal Mark
“Ya udah, thanks!” Lalu Key bergegas menuju
kamar Axel
Tok! Tok! Tok!
“Iya?” gumam Stefan
“Ngapain kamu di kamarnya Axel?” tanya Key
“Ah…. Eh, aku kebetulan nginap di kamarnya
soalnya temen sekamar aku pulang ke rumahnya. Dari pada ngga’ ada temen ya udah
aku ke sini.” Stefan berbohong, dia ingin menutupi bahwa dia dan Axel
berpacaran
“Ya udah , mana Axel?” gumam Key
“Axel!” pekik Stefan
Lalu dia keluar…
“Apa sih, malem-malem ganggu orang tidur aja?”
tanya Axel sembari mengusap kedua matanya
“Kamu tau, Euri kalo lagi sedih atau pengen
sendiri biasanya ke mana?”
“Ke taman yang ada di belakang sekolah. di
gazebo, main biola biasanya.”
“Thanks!” gumam Key, lalu segera menuju taman
“Ada apa sih?” Tanya Axel bingung
“Ngga’ tau tuh! Yuk kita tidur lagi yang!” ajak
Stefan, lalu mereka berdua masuk ke kamar dan menutup pintu
-
-
-
“Euri?” pekik Key, sembari mengedarkan
pandangannya setelah tiba di taman belakang sekolah
“Errr…! Ini aku, Key! Kamu di mana?” lalu dia
memeriksa di setiap gazebo taman
Satu per satu dia mencari, namun hasilnya
nihil. Gezabo ke dua, ke tiga dan ke empat juga kosong. Namun di gazebo ke lima, dia melihat seseorang yang
tengah tergeletak di gazebo tersebut. Key segera menghampirinya… Key segera
menuju gazebo tersebut. Dia begitu cemas!
“Euri?” dia membalikkan badan orang tersebut.
Ternyata benar, dia adalah Euri
“Euri, bangun!” Key tampak begitu cemas! Takut
terjadi apa-apa pada Euri
“Errr… Maafin aku! Bangun Err… Aku ngga’ mau
sampai ngalamin hal yang sama kayak di mimpi itu! Aku sayang kamu! Bangun…
Err….!!!” Pekik Key
“Errr… Bangun!!!” namun Euri tak kunjung
bangun
__________________________________________________________
“Please Errr, bangun! Aku ngga’ mau kehilangan
kamu. Aku ngga’ bisa hidup tanpa kamu. Aku udah baca surat dari kamu, dan kamu
katanya cinta dan sayang sama aku, kamu lebih milih aku daripada Mig… Tapi kamu
bangun Errr... Kenapa di saat kamu udah milih aku, dan aku udah miliki kamu
tapi kamu malah seperti ini. Bangun Errr... Bangun!!!” air mata Key tumpah
“Ehhhhhmmm...” lenguh Euri
“Errr....?!” gumam Key senang
“Key....?!” Euri tersentak kaget melihat Key
yang tengah berada di dekatnya
“Aku seneng kamu ngga’ kenapa-napa, aku takut
kamu kenapa-napa. Aku ngga’mau kehilangan kamu, aku ngga’ bisa hidup tanpa
kamu.” Key memeluk Euri erat
“Eh-eh! Ada apa sih ini? Kok kamu tiba-tiba
jadi aneh gini?” tanya Euri bingung
“Pokoknya kamu ngga’boleh pergi ninggalin aku.
Ak... Aku sayang banget sama kamu... Janji!” Euri melepaskan pelukan Key. Mata
Key mulai berkaca-kaca dan menatap Euri dalam
“Kamu kenapa sedih gitu sih? Aku ngga’
kenapa-napa! Nih lihat aja, aku sehat-sehat aja. Aku baik-baik aja! Aku ngga’
akan ninggalin kamu, justru bukannya kamu yang benci sama aku dan kamu ngejauh
dari aku?” timpal Euri
“Sssstttt....!” Key meletakkan jarinya di
bibir Euri
“Aku sayang kamu... Berkat mimpi itu dan
setelah baca surat dari kamu, aku jadi sadar. Maafin aku atas keegoisanku
sayang...” Lalu Key memeluk Euri erat
“Jadi kamu udah maafin aku?” pekik Euri senang
sembari membalas pelukan Key
“Iya... Bahkan lebih dari maafin kamu.” timpal
Key
“Maksudnya?”
“Would you be my boyfriend?” gumam Key, lalu
melepaskan pelukannya dan menatap Euri lekat
“______” Euri hanya terdiam, tampak begitu
gugup. Lalu Key menggenggam tangan Euri
CUP!
Euri mencium bibir Key yang berarti, IYA...
Key tampak kaget, namun akhirnya membalas
ciuman dari Euri sembari memeluk tubuhnya...
“Thanks sayang...!” gumam Key, Euri hanya
mengangguk
“Kalo’ gitu sekarang kita udah resmi pacaran
dong?” tanya Key senang
“Menurutmu? Aku belum jawab iya kok! Weq! :P”
celetuk Euri
“Huft, bukannya ciuman tadi itu jawaban iya?”
keluh Key
“Ngga’ kok! Cuman pengen cium kamu aja. Ih,
ge’er! padahal aku belum nerima kamu. Ngaku-ngaku ih! Ngga’ malu? Hahaha...”
celetuk Euri
“Hassshhhh!!!” keluh Key, lalu memalingkan
wajahnya
“Sayang... Becanda kali’! Iya, aku udah terima
kamu. Kita udah resmi pacaran hari ini, tanggal ini, jam ini, menit ini, detik
ini...” gumam Euri
“Huh, dasar! Kirain bakal di tolak! Huhft!”
keluh Key, Euri hanya tertawa menanggapinya. Lalu Euri memeluk Key...
“Aku sayang kamu...” gumam Euri
“Aku juga!” timpal Key
“By the way, kamu ngapain sih tergeletak di
sini. Aku kira kamu kenapa-napa! Aku jantungan tau lihatnya. Apalagi setelah
mimpi itu... Huft!” keluh Key
“Iya, kan aku kalo lagi sedih biasanya ke sini
main biola sambil cari udara segar. Eh, ngga’ taunya ketiduran di sini sampe
jam segini. Hehehe...” gumam Euri
“Dasar!!! Aku sampe jantungan tau!” keluh Key
“Ehmmm... Kamu emang mimpi apaan sih?” tanya
Euri
“Ada aja!” celetuk Key
“Hash! Pelit!!!” keluh Euri
“hahaha... Ya udah yuk, kita balik ke dorm!”
“Huft! Pelittt!” keluh Euri, lalu akhirnya
mereka berdua berjalan menuju dorm
-
-
-
“Ya udah, masuk gih! Tidur yang nyenyak!” kata
Euri setelah mereka berdua sampai di depan kamar Key
“Kamu ngga’ tidur di sini?”
“Emang boleh?” tanya Euri
“Ya ampun! Pacar sendiri juga... Pastinya
boleh lah! Bahkan aku seneng banget malahan!” gumam Key
“Ngga’ ah, nanti kamu ngusir aku lagi kayak
waktu itu...” keluh Euri
“Ya ampun, masih di inget-inget aja! Maaf deh,
kali ini ngga’ akan kayak gitu lagi. Mana mungkin ngusir pacar sendiri?” timpal
Key
“Ngga’ ah, aku tidur di kamar Mark aja kayak
biasanya. N’tar kamu apa-apain aku lagi, cause sekarang kan aku pacar kamu,
beda sama yang dulu!” celetuk Euri, lalu Key mencubit pipinya
“Saakiiittt tauu!!!” pekik Euri
“Kamu sih pikirannya kotor gitu! Mana mungkin
aku kayak gitu, kecuali kalo’ sama-sama mau. Langsung deh, honeymoon. Malam ini
juga bisa... Wkwkwkwk” timpal Key
“hash! Ngga’ ah, kamu nya yang kesenengan
n’tar! ya udah, ayo masuk!” akhirnya Euri mau untuk tidur bersama Key
“Nah, gitu dong!” timpal Key, lalu mereka
berdua segera masuk dan merebahkan tubuh mereka di kasur...
“Dingin...” keluh Euri
“Iya... Sini aku peluk!” Key memeluk Euri erat
“Makasih sayang!”
“Ya udah, cepet bobo’!” pinta Key, lalu
mencium kening Euri
“Hm..em...” lalu Euri memejamkan kedua matanya
-
-
-
@Classroom – 08.45
“Sayang, kamu udah ngerjain PR lum?” tanya Key
“Udah dong! Aku kan murid rajin, ngga’ kayak
kamu yang bisanya nyontek mulu’!” celetuk Euri
“Pinjem dong, aku belum nih!”
“Dasar!” Euri mengambil buku biologinya
“Thanks sayang!” lalu Key segera menyalin isi
catatan Euri
“By the way, gimana keadaan kaki kamu?” tanya
Euri
“Ehmmm... Udah mendingan! Udah ngga’ seberapa
sakit lagi kalo buat jalan dikit gitu. Mungkin seminggu lagi bakal sembuh!
Tenang aja yang, aku kan kuat! Hehehe...” timpal Key
“Syukur deh kalo’ gitu! Aku takut kamu
kenapa-napa!”
“Ya ampun, cuman gini doang kok! Cuman retak
aja tulang nya. Ngga’ butuh waktu lama kok buat sembuh!” gumam Key
“Iya-iya...!”
“Tapi aku seneng banget kamu khawatir banget
gitu sama aku. Tandanya kan kamu sayang banget sama aku! Hehehe” kata Key
“Ya iya lah! Ehmmm... bentar ya!” Euri
mengecek HP nya yang bergetar. di layar HP nya tertera ada 1 sms masuk
From : Cliff
“Eh, gimana kabarnya nih? udah lama ngga’ ketemu”
Reply : “Fine... Hahaha... baru juga beberapa hari
ngga’ ketemu udah kangen!”
From : Cliff
“Hehehe... Iya nih! Ehmmm, gimana? Kamu udah ngga’
galau lagi kan gara-gara cewe’ kamu tuh?”
Reply : “Udah ngga’ kok! Aku udah ikhlasin kepergian
dia. tapi aku nyesel banget soalnya aku ngga’punya kenang-kenangan apapun dari
dia. foto-foto, barang-barang, semua tentang dia udah aku buang! Aku nyesel
banget, satu foto pun aku ngga’punya. Huft! >.<”
From : Cliff
“Kamu tenang aja! Jujur, waktu kamu buang
barang-barang itu di tempat sampah, aku udah ambilin semuanya, aku bersihin dan
aku simpan di kamar aku. Aku ngerasa sayang aja, masa di buang gitu aja! Kali
aja kamu butuh lagi jadi aku simpan di kamar aku sampe sekarang.”
Reply : “Eh, yang bener tuh? Puji Tuhan... Aku
seneng banget sumpah! Kamu emang selalu bantu aku. Thanks banget ya, kalo aku
udah libur n’tar aku main ke rumah kamu.”
From : “Urwell, aku akan selalu bantu kamu dan
selalu ada buat kamu kapan aja kamu butuhin, Err... Oke aku tunggu ya di
rumah!”
“Sayang, smsan sama siapa sih? Serius amat?”
tanya Key
“Sama tetanggaku. Aku seneng banget, ternyata
dia nyimpen barang-barang penting yang aku buang! Yeah!” gumam Euri senang
“Syukur deh kalo gitu. Nih, aku udah
nyalinnya.” Key menyodorkan buku tersebut
Tak lama kemudian ada beberapa siswa di kelas
yang mulai menyadari bahwa Key dan Euri telah berpacaran...
“Ciyyeeeehhh, panggilnya sayang-sayangan nih
sekarang! Udah jadian nih? Traktir kita-kita dong Key!” celetuk salah seorang
siswa
“hah, masa sih?”
“Eheeemmm....” celetuk siswa lainnya
“Ayo, n’tar istirahat traktir!!!”
“Bener!”
“Hahaha... Iya, kalian semua tenang aja! Aku
traktir n’tar pas istirahat!” timpal Key. Vicky dan Mig saling berpandangan,
mereka berdua benar-benar terkejut mendengar berita tersebut
Vicky mengepalkan tangannya geram! Sedangkan
Mig hanya terdiam...
“Ngga’papa meski kamu ngga’ milih aku, Err...
Aku tulus sayang sama kamu, aku akan berusaha terima semua ini meski aku tau
kalo’ aku bakalan sakit banget dan ada rasa ngga’terima. Namun, demi
kebahagiaan kamu, aku rela. Apapun yang menjadi keputusan kamu, aku yakin kalo’
itu yang terbaik buat kamu. Asal aku bisa lihat kamu bahagia, aku rela...”
besit Mig dalam hati
Saat jam istirahat tiba, Euri dan Key serta
teman-teman sekelas menuju kantin... Saat anak-anak mulai makan, Key menuju
tengah kantin dan mengalihkan perhatian seluruh anak-anak yang ada di kantin
padanya...
“Perhatian!!! Mulai sekarang Euri udah jadi
milik aku. Ngga’ boleh ada yang macem-macem apalagi deketin dia! Paham?!” pekik
Key
“Ciiyyyeeeehhh”
“Tenang aja, beres deh!”
“Selamat yah!”
“Wah, akhirnya jadian juga!”
“Yah, Euri udah jadi miliknya Key...” komentar
beberapa siswa M.V
Lalu Key kembali ke tempat duduknya dan
melanjutkan makan bersama Euri...
“Kamu seneng ngga’ sayang? hari ini aku seneng
banget!” gumam Key
“Iya, aku juga... Ehmmm, aku ke toilet dulu
ya!”
“Okay!” timpal Key
Saat Euri menuju ke toilet, tiba-tiba dia di
hadang oleh Vicky...
“Hey!” bentak Vicky
“What’s up?!”
“Pake’ sihir apaan sih kamu, sampe-sampe Key
mau sama kamu!!! Padahal kemarin-kemarin Key benci banget sama kamu... Apa sih
hebatnya kamu, hah?! Kamu ngga’ ada apa-apanya di bandingin aku!” cecar Vicky
“Apa baiknya aku dari pada kamu?
Setidaknya aku bukan seorang pemfitnah,
bukan seorang pengadu domba,
bukan seorang pembohong,
dan satu lagi, bukan orang yang licik seperti
KAMU!!!” bentak Euri
“Eh, aku mau kamu cepet jauhi Key!!! Atau kamu
bakal nyesel seumur hidup!” ancam Vicky
“Emang kamu bisa apa sih? Aku ngga’ takut!!!”
“Tunggu aja!” Vicky menatap Euri tajam, lalu
berlalu
“LOOSER!!!” pekik Euri, lalu Vicky berbalik
dan mengacungkan jari tengahnya ke arah Euri
“Sini kalo berani! Dasar pengecut!” pekik
Euri, namun Vicky hanya tersenyum licik dan kembali melanjutkan langkahnya
“Shit!” umpat Euri, lalu segera masuk ke
toilet
-
-
-
E.V.O.S (Eternal Violin of Symphony)
– Season II (Final Distance - 01 A) ♪
Genre
: Yaoi - Romance Fan Fiction
Author :
Kiki Wellian S.
Background Song
: --Utada Hikaru - Final Distance
--キミがいるから~ココロのとなりで~\
Contact
:
- Fb : Kiki Wellian Delvetian
- Blog : flipflop-delvetian.blogspot.com
*NB : Menerima Segala bentuk pujian,
kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”
Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga
dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.
Kiki berharap agar cerita ini dapat
menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat membaca… ^.^”
Terimakasih!
~Author P.O.V~
=-------= 1 Years later =-------=
Tak terasa satu tahun lebih berlalu… Selama
itu juga Key dan Euri telah bahagia bersama dalam melukis indahnya cinta
terlarang mereka berdua. Selama itu juga Vicky selalu berusaha untuk merusak
hubungan mereka berdua, namun pada akhirnya rencana nya selalu gagal! Kuatnya
rasa percaya dan kesetiaan Euri dan Key dapat mengalahkan segalanya. Pada
akhirnya Vicky dapat merelakan Key untuk Euri. Vicky meminta Euri untuk selalu
menjaga dan membahagiakan Key.
“Jangan pernah nyakitin dia. Tolong buat dia
bahagia! Demi aku!” itulah kata-kata terakhir dari Vicky sesaat setelah
mendapatkan berita kelulusan di mading sekolah. Begitu juga dengan Mig, dia
telah dapat merelakan Euri untuk Key… Namun Mig tak pernah lelah, tak pernah
merasa sia-sia, tak pernah menghapus perasaannya dan tak pernah mau mencintai
orang lain selain Euri. Menunggu... Itulah yang Mig lakukan selama ini dan
selalu ada untuk Euri.
Euri, Key, Mig, Axel dan Mark sepakat untuk
melanjutkan pendidikannya di universitas yang sama di Bulacan State University
– City of Malolos, Bulacan Philippines. Euri di fakultas seni, Key di fakultas ekonomi,
Mig di fakultas seni yang sama dengan Euri, sedangkan Axel di fakultas hukum
bersama Stefan dan Mark di fakultas bisnis dan administrasi.
Lee melanjutkan pendidikannya di China bersama
Heldy, sedangkan Vicky melanjutkan pendidikannya di universitas kota Bulacan yang
sama dengan Key. Dia sengaja mengikuti Key...
Euri dan Key memutuskan untuk tinggal bersama
di salah satu apartment yang ada di kota Bulacan. Orangtua mereka
mengijinkan... Mama Euri mulai memberikan kepercayaan padanya sekaligus untuk
belajar hidup mandiri.
-
-
-
@Apartment – 22.00 P.M
“Sayang, tidur yuk, udah malem nih!” tawar Key
“Ehmmm... tugas aku masih belum kelar! Banyak
banget tugas yang di kasih akhir-akhir ini.” keluh Euri
“Tapi kamu n’tar kecape’an trus kalo’ sakit
gimana? Aku yang pusing nanti. Besok pagi kan bisa di lanjut lagi, tidur yuk!
Kamu mesti istirahat!” rayu Key
“Hmmm... Ya udah deh!” lalu Key merangkulkan
lengannya pada bahu Euri dan mereka berdua berjalan menuju kamar
Key memeluk Euri saat mereka berdua telah
merebahkan tubuh mereka di kasur, lalu mencium bibir Euri lembut!
“Ehmmm...!” lenguh Euri, lalu membalas ciuman
tersebut. Tak lama kemudian Key melepas kemejanya dan menindih tubuh Euri.
“Malam ini ngga’ dulu deh yang, aku cape’
banget! Kapan-kapan aja ya?” keluh Euri
“Oke deh! Gapapa kok, aku ngerti. Ya udah,
tidur yuk!” tawar Key, lalu memeluk Euri
-
-
-
Sedangkan di salah satu club malam, Vicky
melakukan kebiasaan lamanya. Semenjak menyadari bahwa dia takkan pernah dapat
memiliki Key dan meskipun telah merelakan Key untuk Euri namun terkadang dia
merasa begitu kalut. Dia sering menghibur dirinya di club malam, mencari kasih
sayang untuk mengisi kekosongan hatinya. Bisa di sebut juga pelarian!
Telah banyak lelaki yang tidur bersamanya,
namun tak ada yang dapat mengisi kekosongan hatinya dan dapat menggantikan Key
di hatinya. Seperti malam ini di club malam, Vicky mengadakan pertemuan dengan
kenalan barunya di facebook.
“Ayo minum lagi!” gumam Vicky yang mulai mabuk
“Iya sayang!” timpal kenalan barunya tersebut
“Malam ini kita mau tidur di hotel mana?”
tanya Vicky
“Kamu tenang aja, aku yang urus semuanya! Aku
juga akan bayar kamu lebih dari tarif umum kamu.” cowok tersebut mengecup bibir
Vicky lembut
“Ehmmm...! Thanks sayang!” lenguh Vicky
sembari merangkulkan ke dua tangannya di leher cowok tersebut
Tak lama kemudian mereka berdua masuk ke mobil
dan menuju ke salah satu hotel elite yang ada di kota Bulacan.
-
-
-
“Ini uang yang aku janjikan!” kata cowok
tersebut sembari menyodorkan amplop putih pada Vicky setelah permainan malam
itu selesai
“Thanks!” gumam Vicky yang masih belum
mengenakan pakaian apapun, hanya berbalut selimut.
“Makasih juga buat malam ini!” kata cowok
tersebut puas, sembari memakai pakaiannya
“Urwell! Aku nikmatin banget permainan kamu.”
timpal Vicky. Cowok tersebut hanya tersenyum simpul
“Ngga’ nyesel buat bayar mohol untuk nikmatin
tubuh cowok setampan kamu!” puji cowok tersebut
“Hahaha... By the way, sms aku ya kalo’ kamu
butuh lagi.” gumam Vicky
“Tentu sayang! Aku bakal jadi pelanggan tetap
kamu!” timpal cowok tersebut. Lalu cowok tersebut mengecup bibir Vicky dan
bergegas keluar dari hotel setelah mengenakan pakaiannya
“Hahaha... ada-ada aja! Pelanggan?” besit
Vicky dalam hati sembari membuka amplop tersebut dan menghitung total uang yang
dia dapatkan malam ini
“Totalnya 20.300 peso... Lumayan! lebih besar
dari tarif biasanya. Hahaha” gumamnya
-
-
-
@Bulacan State University
Saat di kantin, Key melihat Vicky yang tengah
duduk di salah satu meja kantin sembari meminum cappucino nya.
“Morning, Vick!”
“Hmmmm... Too!” gumam Vicky
“Kamu minum lagi ya semalem?” omel Key saat
menyadari nafas Vicky berbau alkohol
“Apa pedulimu? Sana, kamu temenin Euri aja!”
usirnya
“Sampai kapan sih kamu bakal seperti ini
terus? Aku tau kalo’ aku ngga’ bisa mencintai kamu dan memilih kamu, tapi
tolong kamu jangan lagi ke club malam!” bentak Key\
“Lebih baik kamu urusin pacarmu dulu baru
urusin orang lain!”
“Vick!!!” pekik Key
“Udah lah, sana pergi! Aku pengen sendiri!”
usirnya
“Whatever!” pekik Key, lalu segera menuju
kelasnya
Tak lama kemudian Vicky menundukkan kepalanya.
Air mata nya mulai tumpah perlahan!
“Shit!” pekik nya
“Aku
cuman bisa mencintai kamu Key! Ngga’ ada orang lain yang bisa gantiin kamu di
hati aku. Aku udah berkali-kali pacaran bahkan tidur dengan banyak cowok, tapi
ngga’ ada yang bisa gantiin kamu!” besitnya dalam hati
To
Be Continued



0 komentar:
Posting Komentar