♫ Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S) – Part 13 - 14 ♪
Genre : Yaoi - Romance Fan Fiction
Author : Kiki Wellian S.
Background Song : Yiruma – River flows in you
Contact :
- Fb : Kiki Wellian Delvetian
- Blog : flipflop-delvetian.blogspot.com
*NB : Menerima Segala bentuk pujian, kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”
Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.
Kiki berharap agar cerita ini dapat menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat membaca… ^.^”
Terimakasih!
~Miguel P.O.V~
“Udahlah jangan bengong aja, buruan!” Aku tersenyum ke arah Euri sembari menyodorkan semangkuk bubur padanya
“Eh, Iya!” sahutnya, lalu duduk di samping Key dan mulai menyuapinya
“Ehmmm… Enak banget buburnya, apalagi yang nyuapin kamu!” goda Key
Shit!!! Aku bener-bener ngga’ suka lihat pemandangan mesra mereka
“Eh!” desis Euri gugup, lalu menatap ke arah ku yang tengah bersandar di dinding. Aku menatapnya sekilas, lalu melangkah keluar
“Aku mau cari udara segar!” pamitku, lalu berjalan keluar dari kamar
Dari pada harus melihat pemandangan mesra mereka berdua, mending aku keluar aja!
Aku menuju ke arah taman, kemudian duduk di dekat kolam ikan. Mengamati ikan-ikan hias yang tengah berenang kesana kemari. Lalu aku di kagetkan oleh seseorang yang tengah duduk di gazebo taman saat aku mengedarkan pandangan ku. Cowok tersebut menyadari kedatanganku, lalu menatapku tajam…
“Mig?” sapa Vicky
“Ngapain loe di sini?” tanya ku ketus
“Lagi bete!” gumamnya
“Kenapa?” tanyaku
“____” dia hanya terdiam, lalu memandangku tajam
“Loe bisa bantu gue?” timpalnya
“Hah?” desisku tak percaya
“Gue ngga’ suka lihat kedekatan Euri sama Key, loe bisa bantu gue buat misahin mereka? Kalo’ bisa sekalian aja bikin mereka saling membenci.” Gumamnya
“NGGAKKK!!!” bentakku
“Gue udah nyoba buat pisahin mereka, tapi yang ada malah mereka makin deket. Gue tau kalo’ loe suka sama Euri, dan loe juga tau kalo’ gue suka sama Key. Kita bisa kerjasama, saling membantu buat misahin mereka berdua, jadi loe bakalan dapetin Euri dan gue bakal dapetin Key.” Tawarnya
“_____” aku hanya terdiam. Mencerna kata-kata yang baru saja di lontarkan olehnya. Memikirkan rencana tersebut, Di satu sisi aku ingin menyetujui rencana Vicky. Aku udah ngga’ tahan lihat Key dan Euri yang makin hari makin deket. Aku bakal lakuin apapun asal aku ngga’ akan kehilangan Euri. Tapi di sisi lain aku ngga’ mau pake’ cara licik macam pengecut kayak gini. Lagipula Key juga sahabatku, mana mungkin aku nusuk dia dari belakang. Dan satu lagi, aku sayang banget sama Euri, aku pengen dia bahagia. Asal dia bahagia, walaupun dia akhirnya sama Key sekalipun, tetep aku bakal relain apapun itu asal demi kebahagiaan Euri
“Gue ngga’ mau!!!” tolakku tegas!
“______” Vicky terdiam, lalu memandangku lekat dan menggenggam tanganku
“Please, Mig! Bantu gue…! Cuman elo yang bisa bantu gue. Lagipula kalo’ loe bantu gue, loe juga bakal dapet untungnya juga kan, loe bakal dapetin Euri. Orang yang selama ini paling loe sayang dan orang yang saat ini paling ingin loe miliki.” Bujuknya lagi
“ENGGAKKK Vick! Gue NGGAAKK BISAA…! Sorry!” tolakku tegas untuk yang ke tiga kalinya
“BODOHHHH… Loe!!!” dia mendorongku, lalu berlalu
“_____” aku masih terdiam, mencerna hal apa saja yang baru saja ku alami. Lalu duduk di gazebo dan teringat dengan wajah manis Euri, wajah yang selalu ingin ku lihat. Wajah saat dia tersenyum bahagia, bukan layaknya tadi… Dia bersedih dan memelukku erat, penuh ketakutan!
Oh! Hampir saja aku lupa. Aku mesti ngebales perbuatan yang udah di lakuin sama Lee ke Euri
Aku bergegas menuju dorm dan berlari menuju kamar Lee
Brakkk!
Aku langsung saja membuka pintunya, kasar! Lalu segera menghampirinya. Untung saja pintunya tidak di kunci…
“Whoy!!!” pekik ku geram. Dia tengah tertidur lemas… Sepertinya sedang mabuk
“Apaan sih loe?!” gumamnya lemas sembari mendongakkan kepalanya, lalu kembali merebahkannya
“Bau alkohol!” gumamku saat mencium bau tersebut di sekeliling kamarnya
“Mau apa loe kesini?” gumamnya lemas, namun masih setengah sadar
“Gue mau bikin perhitungan sama loe! Apa yang udah loe lakuin ke Euri tadi, hah!?!!!” pekikku, lalu menghampirinya dan mencekik lehernya
“Hahaha… Gue nikmatin tubuh indahnya tadi… Kenapa, loe cemburu?” gumamnya, masih terlihat mabuk dari cara bicaranya
“Shit!!! Keterlaluan loe!” pekik ku geram, sembari mempererat cekikanku pada lehernya
“Uhukkk….! Uhukkk…!” dia terbatuk-batuk
“Dasar berengsekkkk loe…! Kalian semua tuh makin hari makin kelewatan aja ngerjain Euri. Dulu nyeburin dia ke kolam renang, ngefitnah dia sampe di skorsing, dan sekarang merkosa dia?! Bener-bener bajingan!!!
Besok apalagi rencana kalian, hah? Pasti lebih keterlaluan dari ini.” Tanpa ba bi bu aku langsung melayangkan tinjuku pada rahangnya. Darah segar pun langsung mengalir dari mulutnya…
“Aaaarrrggghhhh….!” Lenguhnya, lalu mengusap darah tersebut. Dia langsung tersungkur
“Awas kalo’ loe sama temen-temen loe ngerjain Euri lagi…!!” ancamku, sembari menjambak rambutnya
“______” di hanya terdiam seperti orang tolol, mungkin karena dia masih mabuk. Makanya ia tak membalas pukulanku tadi
Aku hendak berlalu dari sini, namun langkahku terhenti saat aku mendapat sebuah ide jitu!
Lewat HP ku, aku mengambil foto dirinya yang tengah terkapar di lantai dan mengambil gambar botol-botol minuman yang ada di meja
“Kena loe sekarang. Sapa tau ini bisa buat senjata kapan-kapan!” besitku dalam hati
Aku segera kembali ke kamar, memejamkan kepalaku dan memikirkan perkataan Vicky tadi...
Euri ternyata masih belum kembali, di kamar hanya ada aku...
Hampir saja aku tertidur, lalu suara pintu terbuka membuatku kembali terjaga.
“Euri?” sapa ku heran saat melihatnya tergesa-gesa masuk ke dalam kamar dan mengemasi beberapa barang dan baju-bajunya
“Hah?” gumamnnya
“Ngapain kamu ngemasin barang-barangmu?” tanyaku
“Untuk beberapa minggu ini aku bakal tidur sekamar sama Key, dia yang minta aku ngerawat dia selama sakit. Nanti kalo’ dia udah sembuh, aku bakal balik ke sini lagi.” Terangnya
“Hah?! Kok gitu sih? Bukannya Mama nya Key udah pesan, nyuruh Vicky buat ngerawat Key sampe dia sembuh. Kok sekarang malah Key minta kamu yang ngerawat dia?” tanyaku heran, menahan emosiku gara-gara mendengar berita tsb.
“Iya, tapi Key ngga’mau kalo’ yang ngerawat itu, Vicky! Dia nyuruh aku gitu... Ya udah ya!” dia bergegas pergi menuju kamar Key setelah mengemasi barang-barangnya
“Tapi Err...?” protesku, namun dia sudah pergi
Huft! Curang banget tuh sih Mig, pake’ cara kayak gini. Mentang-mentang dia lagi sakit gitu jadi di manfaatin buat alesan, biar Euri yang ngerawat dia dan biar dia bisa selalu deket sama Euri. Hufht! Loe curang, gue juga bisa, Key! Loe sportif, gue juga bakal sportif. Lihat aja n’tar, ngga’ cuman loe yang bisa curang! Gue juga bisa...
Aku jadi memikirkan lagi tawaran kerjasama oleh Vicky… Hmmm….!
Tak lama kemudian aku tertidur! Hari ini aku begitu lelah! Besok harus masuk sekolah pagi-pagi.
-
-
-
~Euri P.O.V~
“Udah kamu kemasin semua barang-barang kamu?” Tanya Key saat aku telah sampai di kamarnya
“Udah kok! Tapi ngga’ semua. Yang penting-penting aja yang aku bawa!” timpalku sembari meletakkan tas-tas ku ke sisi dinding
“Ya udah, besok kan mesti masuk sekolah pagi. Tidur yuk?” tawarnya
“____” aku terdiam… Entah mengapa jantungku berdegup kencang dan tubuhku berdesir hebat saat dia mengatakan, “Tidur yuk?” kenapa aku jadi aneh gini ya?
Di satu sisi aku gugup banget, namun di sisi lain aku entah mengapa ngerasa seneng banget!
“Kok malah bengong sih, Err…?” protesnya… “Sini, ayo tidur!” lanjutnya, sembari menepuk bagian kosong yang ada di sampingnya
“Eh… I.. Iya!” timpalku, lalu merebahkan tubuhku perlahan di sampingnya. Tak lama kemudian dia memiringkan tubuhnya, lalu menatapku dengn pandangan dalam, hangat! Aku makin gugup!
Seulas senyum tersungging di wajah tampannya. Aku makin gugup…
CUP!
Dia mencium keningku…
“Good night, Err…!” gumamnya, lalu memelukku dan memejamkan matanya
Aduh! Nih anak tau aja gimana caranya bikin aku jantung’an… Tubuhku semakin berdesir, jantungku makin berdegup cepat! Lalu dia menggenggam tanganku dan meletakkannya di belakang punggungnya, (maksudnya, dia ingin aku membalas pelukannya). Aku makin gugup… Malah ngga’ bias tidur! Namun akhirnya aku tertidur juga… Tanpa sadar kami berdua sama-sama mempererat pelukan kami. Begitu hangat, nyaman…
“Bangun, Key!” pekik ku… Aku baru saja selesai mandi, masih hanya mengenakan balutan handuk di area perutku
“Ehmmm…! Kamu kok udah bangun?” gumamnya, masih memejamkan mata
“Ya kan mesti sekolah… Aku bangun lebih pagi sengaja mau nyuapin kamu dulu. Kalo n’tar aku ninggalin kamu sekolah gitu aja, sapa yang nyuapin kamu n’tar? Kamu n’tar malah ngga’ makan dan ngga’ minum obat!
Ayo bangun” terangku, lalu mengambil semangkuk bubur yang telah ku siapkan dari tadi
“Wew… Iya juga ya! Aku ngga’ kepikiran sampe’ situ. Kamu emang istri yang paliiinnnggg…. Baik dan pengertian!” goda nya
“Gubrak!!! Ngaco kamu… Kapan juga kita nikah? Ngaku-ngaku ajah!” dengusku kesal, lalu mulai menyuapkan sesendok bubur pertama
“Ehhhmmm… Enak! Apalagi yang nyuapin istriku! Xixixixi” godanya lagi
“Berhenti ngebacot ngga’ loe? Atau malah gue tinggal sekolah sekarang juga?” omelku
“Yah, istriku… Jangan ngambek dunk? Lagipula kita kan udah tinggal berdua, sekamar pula. Jadi kayak suami istri gitu! Hehehe…” timpalnya
“Noh, di terusin lagi ngebacotnya! Aku tinggal nih tar! Makan sendiri sana!” omelku
“Iya, iya…!” lalu aku menyendokkan suapan bubur yang ke dua
Setelah aku selesai menyuapi dan menyuruh Key minum obat, aku bergegas pamit untuk berangkat sekolah
“Belajar yang rajin di kelas ya! Jangan becanda mulu’!” pekiknya
“Kamu juga, jangan banyak aktifitas. Istirahat aja di kamar ya!” timpalku, lalu segera menuju kelas
-
-
-
@Classroom
Sesuai janjiku pada Key, hari ini aku bener-bener sekolah dengan giat! Biasanya giat kok, hehehe… Cuman dikit-dikit ada becandanya gitu sama temen-temen…
“Gimana keadaannya Key?” Tanya Mark
“Udah lumayan baikan kok!” timpalku
“Semalem kamu sama dia ngga’ ngapa-ngapain kan, Err…?” Tanya Mig dengan wajah cemasnya. Lucu! Hahaha
“Ya engga’lah! Kamu pikir, aku suster plus-plus gitu, yang ngerawat orang sakit sekaligus muasin juga?” candaku
“Hehehe… Lega rasanya! Syukur deh kalo’ ngga’ ngapa-ngapain. Awas ya, pokoknya kalian Cuma sebatas suster sama pasien. Ngga’ bole mesra-mesraan!!!” gumamnya
“Iya-iya! -.-“ lagian aku bukan seperti yang kamu kira!” timpalku
“Hehehe… By the way, kamu udah punya pacar lom?” Tanya Mig ke Mark
“Eh…? Belum… Kenapa?” timpalnya
“Hehehe… Kenalin aja dia sama Ginoo Andre, Err…! Wkwkwk” celetuk Mig
“Hah? Wkwkwk. Ide bagus tuh! Aku ngga’ pernah kepikiran sampe’ situ!” timpalku
“Ginoo Andre? Siapa dia?” gumam Mark penasaran
“Kapan-kapan aja kalo’ weekend kita ke rumahnya Euri. Hehehe…N’tar biar Euri yang ngenalin kamu ke dia!” gumam Mig. Memang Mig juga belum pernah bertemu dengan Ginoo Andre, tapi aku sering menceritakan nya pada Mig. Jadi dia tau! Gara-gara aku sekamar sama Mig, aku jadi sering curhat dan cerita rahasiaku ke dia. Huft!
“Oke deh! Hehehe… Ganteng ngga’ dia?” Tanya Mark
“Aku ngga’tau! Belum pernah ketemu!” Gubrakkk!!! Nah itu dia, kadang Mig itu rada error gitu anaknya. Tapi ke’error’annya selalu bikin aku ketawa
“Rasain tuh! Sok-sok ngenalin tapi ngga’pernah ketemu!” celetukku
“Iya-iya!” dengusnya kesal
“Hahaha… Ya pokoknya lihat n’tar aja dia itu ganteng apa enggak! Biar kamu penasaran!” gumamku
Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi. Aku dan Mark pergi ke kantin, kami bener-bener laper… Mig, ngga’ tau tuh kenapa tumben ngga’ mau ikut ke kantin
“Axel!” Sapaku. Kami bertemu Axel di koridor
“Hei! Baru aja aku mau nyamperin ke kelas kalian!” gumamnya, lalu ikut menuju ke kantin
“Eh-eh! By the wy, kenapa sih kamu ngga’mau ngenalin BF mu ke kita-kita?” Tanya Mark tiba-tiba
“Ah… Belum saatnya! Kapan-kapan ajah! Hehehe… Yang pasti orangnya cakep, salah satu cowok idola di sekolah ni, terus dia berprestasi di sekolah, baik, romantis, perhatian… Pokoknya hampir perfect deh!” terang Axel bangga
“Huh! Sombong…! Mentang-mentang udah punya cowok duluan dari pada kita-kita!” celetuk Mark
“Iya, bener tuh! Aku kan juga pengen punya cowok!” sahutku, namun pada akhirnya aku menyesali kata-kata yang baru saja ku ucapkan. Kok bisa sih aku ngomong gitu?
“Hah?” pekik Axel… “Kamu sekarang ‘belok’, Err…?” Tanya Axel penasaran
“Hah? Enggakkkk!!!” kilahku tegas
“Bohong!!! Tadi itu apa hayyo?” sahut Mark
“Aku salah ngomong. Maksud aku, aku kan juga pengen punya pacar, tapi cewek. Cause aku baru putus sama cewekku.” Kilahku. Akhirnya nemuin kata-kata yang pas juga, setelah beberapa detik bengong
“Oh, gitu! Kirain ‘belok’ juga! Hahaha…” celetuk Axel
“Ya udah ah! Lanjut bahas BF nya Axel tadi…” timpalku
“Iya… Ehmmm, meski loe ngga’mau ngasih tau ke kita-kita siapa BF loe, tapi kita berdua udah pada tau kok!” sahut Mark
“Wew… Iya ta? Serius?” Tanya Axel cemas!
“Iya dong! Kita gitu! Mig juga tau… Yang belum tau cuman Key.” Timpal ku
“Wew…! Coba tebak, siapa sih BF ku kalo’ kalian emang tau?” tantang Axel
“Ada deh…! Gantian sekarang kita yang bikin loe penasaran! Hahaha…” celetuk Mark
“Ayolah! Siapa?” paksa Axel, cemas!
“Ngggakkkk!!” pekik Mark
“Pelliiittt….!!! Ehmm, ayo Err, kamu kan temenku. Siapa?” Tanya Axel, namun Mark segera mengedipkan matanya diam-diam ke arahku
“Ada deh!” pekik ku
“Huhft!” dengus Axel
“Eh, By the way itu di leher kamu ada kiss mark! Hayyo, kamu abis ciuman sama sapa Err…?” kata Axel tiba-tiba saat kami telah sampai di kantin dan telah mendapat meja kosong. Aku benar-benar gugup! Padahal dari tadi aku udah berusaha nutupin itu pake kerah bajuku. Key aja yang semalem tidur sama aku, ngga’ tau tentang hal itu
“Eh, anu… ini bukan kiss mark, tapi ini leherku gatel. Di gigit nyamuk semalem.” Kilahku berbohong. Padahal itu kiss mark dari Mig tempo hari, sampe-sampe pas lagi mesra-mesraan sama Mig, Mark tiba-tiba dah di depan pintu kamar
“Hahaha… itu dari…” kata-kata Mark terpotong saat aku menginjak kaki nya
“Awwww….!” Pekiknya
“Kenapa Mark?” Tanya Axel
“Ga… Gappa kok! Hhehe…” timpalnya
“Ya uda, tadi kata-katamu terusin! Sapa yang ngasih Euri kiss mark itu?” Tanya Axel
“A… Aku ngga’tau! Bener kata Euri, itu tuh gatel di gigit nyamuk!” kilah Mark. Ukh! Dasar Mark o’on! Bohongmu udah telat!!! Ngga’ dari tadi… huh!
“Kok berubah gitu? Tadi katamu di cium sama…… kamu ngga’ ngelanjutin, sekarang malah bilangnya karna di gigit nyamuk. Yang bener mana?” omel Axel
“Ngg’ kok! Beneran ini tuh gatel!” timpalku. Namun akhirnya Axel diam juga, walau menatapku dengan tatapan tak percaya
Tak lama kemudian aku melihat seorang cowok tengah mengantre di barisan untuk mengambil makanan. Aku tau siapa dia…
“Eh, ada Stefan!” bisik ku ke telinga Mark
“Mana?” bisiknya
“Itu tuh, yang lagi ngantre di barisan cocktail, baris ke empat!” bisik ku, Mark langsung menemukan sosok Stefan
“Apaan sih kalian, main bisik-bisik segala! Pada ngomongin apaan sih?” omel Axel
“Gapapa… kita lagi ngomongin Ginoo yang lagi ngeladenin siswa-siswa buat ambil makanan itu lho! Tuh waitress ganteng banget!” kilah Mark
“Oh!” desis Axel
“Eh, gue ada rencana nih buat ngerjain Axel!” bisiknya
“Apa?” bisikku
“Lihat dan perhatikan!” bisiknya, lalu berlalu menuju Stefan
Aduh, mau ngapain lagi tuh anak??
Tak lama kemudian, Mark mengajak Stefan duduk bersama kami. Axel dan Stefan saling menatap kaget
“Kenapa? Lo kenal sama dia?” Tanya Mark
“Eh, enggak kok!” gumam Axel
“Kenalin, dia ini musuh bebuyutan tim basket ku sama Key. Dia Stefan, jago banget main basketnya! Ya kan stef?” terang Mark, lalu merangkulkan lengannya di pundak Stefan. Axel terlihat cemburu, sedangkan Stefan terlihat gugup
“eh, i… iya!” timpal Stefan kikuk
“Kapan kita tanding lagi?” Tanya Mark, lalu merapat dan mempererat rangkulannya. Axel hanya menelan ludah.. Hahaha, jadi ini rencana Mark? Rasain tuh Axel, makanya jangan pelit-pelit ngenalin BF nya ke sahabat sendiri. Sekarang kamu cemburu kan di gituin! Hahaha
-
-
-
-
-
-
~Author P.O.V~
Selama jam istirahat, Mig di dalam kelas. Ternyata dia berniat untuk menemui Vicky…
“Vick, gue mau ngomong sama loe?” kata Mig, lalu duduk di bangku Vicky
“Apa” Tanya nya
“Gue udah mikirin semuanya tadi malem, ehmmm… Gue setuju sama rencana loe. Gue akan bantu loe… Kita sama-sama kerjasama buat ngejauhin Key dari Euri, kalo bisa bikin mereka saling membenci dan musuhan!” timpal Mig
“Serius loe?” pekik Vicky antusias
“Iya, gue serius!” Tak lama kemudian mereka berdua mulai berdiskusi dan menyusun rencana mereka untuk slanjutnya… Memisahkan Key dari Euri, membuat mereka berdua saling membenci
Tak lama kemudian bel tanda istirahat berhenti pun berbunyi… Pelajaran ke 3 hingga terakhir terlaksana dengan baik…
“Ah, cape banget! Akhirnya pulang juga!” keluh Euri
“Iya, gue mau langsung ke kamar, tidur!” sahut Mark
Sesampainya di kamar, Euri segera merebahkan tubuhnya setelah menyuapi Key…
“Aku mau langsung tidur! Aku cape banget Key!” gumam Euri
“Yah! Padahal aku masih kangen sama kamu…!” protesnya, namun Euri tak menghiraukannya, tetap memejamkan matanya namun belum tertidur
“Eh, ini apa?” pekik Key kaget! Saat melihat kissmark yang ada di leher Euri
“____” Euri hanya terdiam, jantungnya berdegup kencang...
“Jawab!!! Siapa yang udah nyium kamu?” bentak Key
“Itu….” Euri tak dapat berkata apapun. Saat ini dia begitu gugup, takut, shyock, dsb. Bercampur menjadi satu
~Author P.O.V~
(Beberapa dari readers masih pada bingung kenapa Mig tiba-tiba berubah?
Sebenarnya Mig ngga’ berubah, tetap jadi Mig yang baik dan mempesona. Cuman karena dia ngerasa Key pake cara licik buat deketin Euri, makanya Mig jadi ikutan pake’ cara licik, makanya dia mau sekongkol sama Vicky.
Key kan tiba-tiba aja nyuruh Euri buat tinggal sekamar sama dia sampai Key sembuh dari sakitnya, padahal Mama nya Key udah nyuruh dan percaya sama Vicky buat ngerawat Key soalnya Mama nya Key udah lama kenal dengan Vicky cause Vicky kan tetangga plus sahabat Key sejak kecil. Mig ngerasa kalo’ Key pake’ cara licik cause tiba-tiba aja nyuruh Euri buat ngerawat dia sampe sembuh dan tinggal di kamar Key sampe sembuh! Jadi Mig ngerasa kalo Key jadiin sakitnya dia sebagai cara buat nyuruh Euri tinggal sekamar sama Key biar bisa selalu deketin Euri. Paham? :) Moga aja paham!! )
“Jawab Err…! Aku butuh kejujuranmu! Aku paling ngga’ suka kalo’ di bohongin…!” bentak Key
“Aduh… Aku mesti jawab apa ini? Aku bingung! Ngga’ mungkin aku jawab gatel, di gigit nyamuk. N’tar malah dia makin marah dan benci sama aku gara-gara aku bohongin. Masa iya, aku jawab itu ciuman dari Mig?
Dia pasti bakal sakit hati! Aku ngga’ mau dia terluka!!! Aku sayang banget sama dia.” Besit Euri dalam hati
Lalu, Euri mendapat sebuah ide, yang seharusnya dia tak mengatakan hal itu pada Key, namun terpaksa. Itulah satu-satunya jawaban yang bisa dia berikan saat ini dari pada harus mengatakan yang sebenarnya. Terkadang kejujuran perlu di tunda demi hal baik dan demi kebaikannya dia juga, bukan karena memang kita sengaja berbohong!
“Itu… Lee yang ngelakuin itu! Dia merkosa aku di sauna, Key!” jawab Euri gugup!
“What?! Shit!!! Yang bener, hah?!” bentaknya geram
“Bener Key, aku ngga’ bohong!” timpal Euri
“lagi pula emang aku ngga’ bohong juga kok! Aku ngga’ sepenuhnya bohong! Bukan Cuma Mig yang nyium leherku, sebelum Mig nyium leherku kan Lee nyium duluan pas di sauna.” Besit Euri dalam hati
“Aku bakal bales dia…!” gerutu Key geram
“Jangan Key, kamu masih sakit… lagian balas dendam ngga’ akan menyeesaikan tapi malah menambah masalah jadi makin melebar.” Rayu Euri
“Oh, kamu ngeremehin aku? Meski aku lagi sakit kayak gini, aku masih cukup kuat buat ngasih pelajaran tuh anak… Kali ini dia mesti di kasih pelajaran! Dia udah keterlaluan banget!!!
Emang balas dendam ngga’ akan menyelesaikan masalah dan malah menambah masalah jadi makin melebar. Tapi kalo orang yang cari-cari masalah tuh udah keterlaluan banget ya mesti di bales, biar ngga’ ngelunjak! Biar tau rasa! Juga biar ngerasain gimana rasanya di jahatin kayak gitu!!!” terang Key
“Tapi…”
“Udahlah!!! Kamu nurut aja! Terus, kamu di apain aja sama dia? Awas ja kalo’ sampe nusuk kamu!” gerutu Key
“Nusuk? Emng sate ya di tusuk?”
“Bukaaannnn!!! Maksudnya itu tuh sampe yang gitu-gitu lah! Di masukin… paham gak?” bentak Key
“Iya-iya, paham! Aku kan masih masa-masa denial, masih baru di dunia kayak gini. Masa iya aku langsung paham semua istilah-istilah gituan! -.-“ gerutu Euri
“Ya uda, cepet jawab! Dia apain kamu aja?” bentak Key
“Cuman nyium bibir, leher, sama nipple aku kok! Terus meluk-meluk gitu!” gumam Euri
“Syukur deh, ngga’ sampe’ di tusuk! Aku lega banget!!! Tapi aku tetep aja ngga’ terima, karna dia udah gituin kamu! Aku bakal tetep bales dia!!!” kata Key
“Terserah kamu deh! Kamu juga susah di bilangin… Keras kepala!” dengus Euri kesal
“Hahaha… Biarin! yang penting kamu suka kan sama aku!?” godanya
“Enggak tuh! Aku sukanya sama Mig. Enak, ngga’ keras kepala! Baik, perhatian sama aku, dll. Weq! :P” balas Euri
“Wew… jadi kamu lebih milih dia daripada aku? Huh!!!” dengus Key kesal! Lalu menundukkan kepalanya
“Hehehe… becanda sayang! Jangn marah-marah ah, dari tadi marah-marah mulu! N’tar ngga’ cakep lagi lho!” goda Euri
“Hah? JJaa… Jaaadii, kamu lebih pilih aku daripada Mig?” pekiknya senang
“Enggak… Aku masih bingung mau pilih sapa! Aku masih butuh waktu. Aku takut salah pilih, jadi aku mesti ngenal lebih deket lagi tentang kalian berdua.” Timpal Euri
“Yah! Percuma dong tadi aku udah seneng banget, ternyata malah gitu…” kata Key
“hehehe… kasih aku waktu ya sayang… semuanya akan indah pada waktunya kok! Percaya deh sama aku!” rayu Euri
“Beuh! Gara-gara kamu panggil aku sayang, marahku jadi luntur… Makasih ya sayang!” lalu dia mencium pipi kiri Euri cepat
“Eh, dasar! Pencuri itu namanya!!! Ngga’ ijin duu sama pemilik pipi tapi malah langsung nyosor gitu aja kayak bebek kampung!” dengus Euri kesal, lalu membalasnya… Menggelitik area perut Key
“Hahahahaha… geli ah sayang! Udaaahhhh!!! Hahahahaha…” lenguhnya geli
“Biarin, nih… rasain nih! Nih! Nih! Biar tau rasa! Biar kapok!!!” Euri menggelitik sekujur tubuhnya
“Ehhh…!” desis Euri kaget, tanpa sengaja Euri mengenai junior Key yang masih terbungkus celana pendeknya
“Wah-wah! Istriku mulai berani nih ya! Mainnya udah sampe ke junior aku…! Dasar!!! Nakal nih ya!” Key mencubit pipi Euri kerass!
“Sakiittt… tau!!!” pekik Euri
“Hahaha… Ayo, sini-sini…! Pegang lagi dong juniorku! Enak sayang…!” rayu Key
“Sialannn!!! Ogah ah! Kamu malah keenakan tar!” Euri menjitak kepala Key pelan
“Hahaha…Sakittt tau!” lalu Key memeluk Euri tiba-tiba… Euri membalas pelukannya. Mereka berdua berpelukan erat, saling mempererat pelukan mereka berdua
“Aku jadi makin cintronnnggg sama kamu!” gombal Key
“Hah? Terong?” timpal Euri pura-pura bodoh!
“Cinta maksudnya… Huft! Kayaknya kamu mesti service dulu sana deh! Tadi juga gitu, tusuk yang aku maksud ML malah kamu ngiranya Sate. Gubrakkkk!!!” dengus Key kesal
“Hahaha… error-error gini kamu juga suka kan? Aku ngga’ perlu service ah, kan udah ada kamu yang selalu nyervice.” Euri tertawa lepas!
“Ga tau tuh gombal’an ku gagal apa nggak… Aku kan ngga’ pernah dan ngga’ pinter nggombal! Tapi dia malah terlihat begitu senang!” besit Euri dalam hati
“Aku makin sayang sama kamu yang! Makin cinta sama kamu… Makin hari makin berat buat jauh dari kamu walau cuman semenit aja! Aku ngga’ akan biarin siapapun dan apapun memisahkan kita!” gumam Key, lalu kembali memeluk Euri erat
CUP!
Dia mencium bibir Euri lembut… Penuh kasih sayang… Bukan ciuman nafsu! Begitu nyaman, takkan pernah Euri lupakan. Euri membalas ciumannya… Menghisap bibir atasnya, lalu menghisap lidahnya saat lidahnya mulai menyeruak masuk ke dalam tiap-tiap bagian mulut Euri
Ciuman yang hanya sebentar, namun takkan pernah di lupakan oleh Euri sampai kapanpun … Ini ciuman pertama Euri dengannya! ;)
-
-
-
Sementara sedari tadi Vicky dan Miguel mengintip di lubang pintu tanpa di ketahui oleh Euri dan Key. Mereka begitu geram melihat kedekatan serta kemesraan Euri dan Key…
“Tunggu deh! Kenapa Euri bohong ke Key ya? Padahal yang ada di lehernya itu kan kissmark dari aku. Emang Lee nyium dia juga, tapi ngga’ sampe ada kissmarknya.” Gumam Mig pelan saat mendengar percakapan Euri dan Key tadi
“Hah? Kapan loe nyium Euri? Trus ngapain Lee nyium Euri juga?” bisik Vicky
“Waktu itu dia lagi sedih, jadi terbawa suasana deh! Aku tanpa sadar udah nyium dia. Dia sedih gara-gara Lee yang udah merkosa Euri di sauna. Masa’ loe ngga’ tau sih? Bukannya loe itu temen deketnya?” timpal Mig
“What?! Parahhh banget sih sampe merkosa segala! Sejahat apapun kami ngga’ akan sampe kayak gitu lah! Mungkin itu Lee nya aja yang lagi nafsu waktu lihat Euri di sauna. Jadi itu masalahnya dia pribadi, ga ada sangkut pautnya sama Geng H.K” gumam Vicky
“Ya udah, balik lagi ke Euri sama Key. Loe ada rencana apa buat misahin dan bikin mereka saling benci?” Tanya Mig
“Tenang aja! Gue udah nemuin caranya. Kita mesti cari kesempatan buat kumpul-kumpul antar geng loe sama Gue. Nah, nanti loe nyeplos gini sambil lihatin leher Euri yang ada kissmarknya, “ Wew… kiss mark dari aku masih belum ilang yah? Hehehe…” Nah, pastinya n’tar kan Key marah dan benci banget sama Euri cause dia kan anaknya paling ngga’ suka sama yang nama nya di bohongin. Jadi deh, mereka n’tar ngga’ akan bersama lagi. Key bakal benci sama Euri dan ngejauhin Euri. Gimana?” tawar Vikcy
“Brilliant!!! Tapi gue takutnya tuh n’tar kalo’ Euri jadi marah dan benci ke gue gimana? Percuma gue berhasil bikin Key jadi benci sama Euri dan ngejauhin Euri tapi nantinya Euri juga bakalan ngejauhin gue!” keluh Mig
“Hash! Gimana nih?! Aku mesti bisa ngeyakinin Mig… Ayo berfikir Vick!!” besit Vicky dalam hati. Sebenarnya Vicky hanya memperalat dan memanfaatkan Mig. Setelah Mig berhasil melakukan rencana buatannya, Vicky pastinya akan bersikap egois, acuh bila Euri akhirnya membenci Mig…
“Itu sih tenang aja! Urusan gue…! N’tar gue bantu…! Yang penting loe kerjain dulu tugas yang udah gue suruh! Yang terpenting kan Key sama Euri bisa saling menjauh. Oke ngga’?” timpal Vicky berbohong
“Iya deh!” gumam Mig, lalu mereka berdua berlalu dari sana sebelum Euri dan Key mengetahui mereka
“Kita harus cepet-cepet bertindak!!!” bisik Vicky geram selama di perjalanan menuju kamar mereka masing-masing
“Iya!” bisik Mig
Lalu mereka berdua berlalu. Selama Euri dan Key mulai tinggal dalam satu kamar, mereka berdua jadi semakin waspada dan sering mengintip untuk memperhatikan Euri dan Key. Mencari tau sejauh mana hubungan mereka telah berjalan…
-
-
-
@Mapple Valley’s Hall – 20.00P.M
“Haduuuhhh….!!! Kamu itu keras kepala banget sih pake maksa buat ikutan makan malem ke aula. Kalo’ kamu n’tar tambah sakit gimana?” Saat ini Euri tengah membantu Key berjalan menuju Aula. Key menggunakan sebuah tongkat untuk membantunya berjalan. Euri merangkulkan lengannya ke bahu Key untuk membantu Key berjalan…..
“Aku bosen ah di kamar trus, pengen juga kayak temen-temen lainnya bisa makan malem di Aula. Gara-gara aku juga, kamu jadi ngga’ ikut makan malam di aula karna kamu nyuapin aku di kamar. Tolong jangan ngelarang-larang aku lagi! Aku ngga’ akan kenapa-napa kok, Errr…!” terang Key berusaha meyakinkan agar Euri tak terus cemas
“Iya deh, iya!” dengus Euri kesal
“Nah, gitu dong!”
Setelah sampai di meja makan, saat ini Euri tengah duduk di meja makan yang berada di tengah-tengah aula. Ada Mig, Key, Axel, Mark, dan juga anehnya Vicky bergabung bersama mereka. Padahal Geng H.K pada ngumpul di meja pojok dekat panggung
“Huft! Mencurigakan…! Terus, anehnya lagi kok kayaknya Mig sama Vicky jadi akrab gitu ya? Ngga’ salah nih?! Aku jadi makin curiga…!” besit Euri dalam hati
Vicky mengedikkan matanya pada Mig, yang berarti rencana A segera di mulai...
Mig mengangguk, lalu mulai menjalankan rencana tersebut
“Eh, bekas kiss mark kita belum hilang-hilang juga ya, sayang?” Lontar Mig pada Euri. Seketika Axel, terutama Key langsung menatap Euri dengan pandangan tak percaya dan menyelidik. Mark hanya mengalihkan pandangannya, tak mau ikut campur lagi dalam masalah tersebut!
“Jadi kamu bohongin aku, Err...? Kamu bilangnya itu merah-merah karena di gigit nyamuk, gatel! Tapi ternyata itu kissmark dari Mig? Kenapa gitu aja kamu pake bohong segala, Err...?” keluh Axel kesal
“Hah? Di gigit nyamuk?! Gitu kamu bilang ke aku kalo’ itu ciuman dari Lee, dia abis merkosa kamu. Yang bener yang mana, hah? Kamu tau kan aku paling ngga’ suka di bohongi! Aku kecewa banget sama kamu! Kenapa sih kamu ngga’ jujur aja ke aku sama Axel kalo’ itu tuh sebenarnya ciuman dari Mig? Aku bener-bener kecewa banget sama kamu, Err...!” bentak Key, lalu bergegas beranjak dari kursinya dengan susah payah dan mencoba untuk berjalan menuju dorm. Vicky segera beranjak dan membantu Key berjalan, merangkulkan lengannya pada bahu Key
“Key...!” pekik Euri... Saat ini dia begitu sedih dan kalut, lalu menatap Mig dengan tatapan tajam
“PUASS loe?!” bentak Euri
“Errr...?” Mig kebingungan, merasa begitu bersalah dan marah karena telah terhasut dan di bodohi oleh akal busuk Vicky
“Udahah! Gue benciii bangettt sama loe, Mig!” Euri bergegas beranjak dari kursinya dan berlalu
Mig mengejar Euri, sedangkan Axel begitu kecewa dengan Euri, lalu mendengus kesal di kursinya...
“Shit!!!” umpatnya
“Udah lah! Lagian kamu ngga’ usah kesal sama Euri. Sapa tau dia ngga’mau jujur sama kamu meski kamu sahabatnya dari dulu, soalnya dia ngerasa belum pas waktunya mungkin. Lagian kamu juga peliitt gitu kan ngga’mau ngenalin BF mu ke Euri juga. Jadi kalian sama aja! Setiap orang, meski punya sahabat sedekat apapun pasti ngga’semuanya lah harus di ceritakan. Tapi beberapa juga merupakan rahasia masing-masing yang tidak perlu di ceritakan / belum saatnya untuk di ceritakan.” Terang Mark
“Ehmmm… Kamu bener banget! Ngga’ seharusnya aku kesal sama Euri. Harusnya aku saat ini ngebantu dan support dia cause dia lagi ada masalah sama Key.” Gumam Axel
“Nah, gitu lebih baik!” timpal Mark, lalu mereka berdua kembali ke dorm
-
-
-
“Key!” pekik Euri sembari mengejar Key yang sedang berjalan menuju dorm bersama Vicky yang tengah merangkul bahu Key untuk membantu Key berjalan. Euri begitu kesal melihat hal tersebut
“_____” Key hanya terdiam saat membalikkan tubuhnya, lalu kembali melanjutkan langkah nya
“Udah lah! Loe ngapain sih masih di sini? Ngga’ tau diri banget sih loe, hah?” pekik Vicky. Euri hanya menatap nya geram, lalu menghela nafas
“Tolong kamu pergi. Jauh-jauh dari aku mulai detik ini dan seterusnya! Aku dari dulu benci banget sama Pembohong!!!” gumam Key dengan tatapan datarnya. Seketika batin Euri serasa tercabik-cabik, langsung terduduk lemas di lantai koridor, Nanar menatap Key…
“Loe denger sendiri kan dari Key? Pergiii… Loe! Kalo’ emang loe masih punya harga diri, loe pergi deh sekarang!” gerutu Vicky, lalu seulas senyum licik tercetak di wajahnya
“Key…!” Euri begitu kalut!
“Udah lah, ngga’usah hirauin dia! Kita balik yuk?!” tawar Vicky, Key hanya mengangguk
“Kamu bisa ngemasin barang-barang kamu mulai sekarang…! Aku ngga’mau sekamar sama seorang Pembohong!” bentak Key
“Key…!” Euri menggenggam tangan Key
“Ukh!” Key menepis genggaman tangan Euri, kasar! Lalu Key dan Vicky berlalu…
Euri tertunduk lemas di koridor dorm… Meremas rambutnya…
“Shittt!!!…. Aaaarrrggghhh!” pekik Euri
Tak lama kemudian seorang cowok tengah berlari menghampirinya…
“Ngapain sih kamu ke sini?” pekik Euri
“Errr… Aku nyesel banget! Maafin aku Err… Aku bisa jelasin ini semua!” terang Mig
“Ngga’ada lagi yang perlu untuk di jelaskan! Aku udah cukup tau siapa kamu yang sebenarnya! Nyesel banget aku pernah kenal sama orang macam kamu…!” gumam Euri kalut! Lalu berlalu
“Err… Aku bisa jelasin ini semua! Tolong dengerin aku bentar aja Err…!” pinta Mig
“Aku cape’! Suntuk! Mau langsung tidur!!!’ bentak Euri, lalu bergegas menuju kamar Key untuk mengambil barang-barangnya
“________” Euri hanya menatap Vicky tajam saat menyaksikan Vicky dan Key tengah bersenda gurau
“Key… Aku pamit!” pamit Euri, namun jangankan membalas pamitan Euri, Key malah tak menatap Euri. Menghiraukannya begitu saja… Bersenda gurau dengan Vicky
Akhirnya Euri melanjutkan langkahnya! Begitu kalut, sakit dan kecewa yang dia rasa…! Marah, itu pasti…! Tapi Euri bukanlah orang yang suka membalas dendam meski sejahat apapun orang tersebut terhadapnya. Hanya seulas senyuman kecil yang di sunggingkannya di bibirnya, yang dia lakukan untuk menyemangati dirinya. “Bersabarlah Euri…! Kamu pasti bisa hadapi coba’an sebesar apapun! Kamu kuat Err… Kamu kuat!!! Kamu ngga’ boleh bales dendam ke Vicky!” besitnya dalam hati
“Aduh! Aku mesti tidur di mana nih? Ngga’ mungkin kalo’ sekarang aku tidur sama Mig…! Malesss!!!” gumam Euri, lalu dia melangkah ke sebuah kamar yang di rasa dapat membantunya
Tok! Tok! Tok!
“Euri? Ada apa, Err..?” Tanya Mark
“Boleh ngga’ untuk sementara aku tinggal sekamar sama kamu? Cuman kamu yang bisa nolong aku! Ngga’ mungkin aku tinggal di kamarnya Axel sama BF nya juga. Please!” gumam Euri
“Of course! Siapa sih orang bodoh malem-malem gini yang nolak tidur bareng sama cowok semanis kamu? Masuk!” timpal Mark mempersilahkan
“Thanks!!!” pekik Euri senang
“Ada masalah apa sih sebenarnya?” Tanya Mark
“Ya gitu… Aku sedih banget, gara-gara Mig jadinya Key benci sama aku! Nyuruh aku ngejauhin dia juga! Sediihhhhh!” keluh Euri
“Yang sabar ya!” timpal Mark, lalu menggenggam tangan Euri
“Thanks…!” gumam Euri
“Ya udah, bobo’ aja gih dari pada galau mu makin akut tar! Hehehe…” canda Mark
“Hahaha… lagi galau gini masih aja kamu bisa bikin aku tertawa! Iya, thanks! Good night Mark!” gumam Euri, lalu memejamkan matanya. Tidur sembari memeluk pigura foto Papa nya… Kebiasaan yang dari dulu sering di lakukannya, apalagi saat sedih!
@Classroom – 07.45
Pelajaran matematika tengah berjalan… Namun Euri tak konsen dengan pelajaran hari ini. Matanya masih menatap Key! Memperhatikan Key yang saat ini tengah mulai masuk sekolah dan duduk sebangku dengan Vicky! Bersenda gurau… tertawa bersama…
“Hari ini kan sabtu, jadi bisa keluar asrama deh!” gumam Euri. Niatnya, sepulang sekolah nanti Euri menyuruh Ginoo Andre menjemputnya di sekolah dan mengantarkannya ke sentra pengerajin kayu…
Sepulang sekola, Euri mengajak Mark untuk menemaninya ke sentra pengrajin kayu sekalian memperkenalkan mereka berdua
“Errr….!” Sapa Ginoo sembari membuka kaca mobilnya
“Yup! Kenalin, ini Mark! Mark, kenalin ini Ginoo Andre yang mau aku kenalin ke kamu waktu itu…!” terang Euri. Mark dan Ginoo berjabat tangan… Mark menatap Ginoo Andre tak percaya…
“Ganteng bangeetttt! Bahkan terlalu ganteng untuk jadi seorang driver!” besit Mark dalam hati
“Kok malah bengong? Yuk jalan!” pinta Euri
Tak lama kemudian mobil mulai menuju area sentra pengrajin kayu. Setelah sampai, Euri segera menuju ke salah satu pengrajin kayu tersebut!
“Sir, bisa ngga’ ukir nama di biola ini?” Tanya Euri
“Bisa! Mau ngukit nama siapa?” Tanya Pengrajin tersebut
“Olive…” terang Euri
“Di ukir di sebelah mana?” Tanya si pengrajin
“Di bawah tulisan, ‘Dad & Mom’…” Euri menunjuk letak nya
“Baik! Akan segera di kerjakan…! Tunggu sekitar 5 menit ya!” jelas si pengrajin
“Okay!” timpal Euri
“Buat apa sih?” Tanya Mark bingung
“Gini Mark… Biola ini pemberian dan kenang-kenangan terakhir dari Papa ku sebelum beliau meninggal. Di biola tersebut terukir nama Papa dan Mama ku… Aku berinisiatif bakal ngukir nama seseorang yang begitu aku sayangi di biola tersebut seandainya orang itu udah pergi ninggalin aku. Biola itu yang akan terus abadi, untuk menemani hari-hari ku. Untuk mengukir dan mengabadikan nama-nama orang yang begitu aku sayangi.” Terang Euri
“Oh, jadi kali ini kamu ngukir nama nya Olive? So sweet!” goda Mark
“Hehehe… Eternal Violin…!” gumam Euri
“Great! Biola yang akan terus abadi, terukir nama-nama orang yang kamu sayang, sekaligus biola yang akan selalu menemani kamu sampai kapanpun. Terutama waktu sedih!” sahut Mark
“Iya! Emang kalo’ sedih aku selalu mainin biola itu… Terus ngelihatin ukiran nama-nama orang yang begitu aku sayang!” gumam Euri senang
“Hehehe… ya udah, kasih nama tuh biola dengan nama, “Eternal Violin of Symphony” aja! Gimana?” kata Mark
“Nama yang bagus! Iya ya, biola ini belum aku kasih nama… Hehehe! Tapi namanya panjang bener!” keluh Euri
“Gimana kalo’ di singkat aja, jadi Ehmmm… “Et.Vi.o.S” gimana?” gumam Mark
“Aneh! Hehehe… kayak bahasa spanyol-spanyol gitu!” komentar Euri
“Ehmmm… Gimana kalo’ E.V.O.S aja?” terang Mark
“Bagus! Aku setuju!!! Hehehe… Thanks ya buat ide nya!” gumam Euri
“Urwell!” timpal Mark. Lalu tersenyum kea rah Ginoo Andre saat Mark mulai menyadari bahwa sedari tadi ternyata Ginoo Andre terus memperhatikannya dari kaca mobil
___________________________________________________
To Be Continued



0 komentar:
Posting Komentar