Pages

Perfect World Online Pointer

Season 1: Pengalamanku menjadi gigolo ... (Trey) bagian 2

Garykoolames

continue...
Gua disuruh nungging, doggy style , ampun deh,kagak ada foreplay langsung action TUSBOL, gila amit amit, terus karena gelap, dia agak kesusahan nyari cari lubang pantat gua,lobang gua ditusuk tusuk pake jarinya, udah itu dimuncratin lubricant, satu botol deh kayaknya dituangin ke pantat gua,kayak siram bunga aja, tiba tiba dia udah masukin kontolnya dianusku, gila sakit amat, sampe gua nahan nafas, tapi mampus deh, gua ngak mau mikir, cuek aja, udah mati rasa. Tiiba tiba dia mengangkat dan memeluk tubuhku dari belakang, gua ada rasa yang aneh gitu, kulitnya badannya, ngak mulus, kasar kasar , gua merasakan kayak ada bekas luka yang besar, gua sengaja pegang pahanya, tapi pahanya mulus sih, kayaknya kasar kasar itu cuma di didaerah dadanya, gua mau pegang dadanya, tapi nggak bisa.Gua lihat kebelakang, gelap banget. gua acting seolah olah keasyikan, lalu gua membalikan kepala gua, dan gua mulai menciumi lehernya, dan bener gua merasakan sebagian tubuhnya kasar kasar, ih serem. eh tiba tiba dia mengerang orgasme , " AH aH AH'. kontolnya dicabut dari pantatku, gila cepat amat, kayaknya nggak sampe 20 menit deh.

Diambilnya hp untuk penerangan, dia lalu ke kamar mandi, dengan cepat lampu kunyalain. Dengan sigap dan cekatan, gua merasa gua detective, gua mulai Bongkar bongkar dikit, mana tahu ada clue about him, sambil pake baju dan celana. tiba tiba dia udah keluar dari kamar mandi, dibukanya laci, dikeluarkan sebuah amplop putih. " IT's 5 million rupiah, as the deal, and here another 50 bucks for your taxi" Gua udah muka mulut ,mau bilang thank you, dia langsung shusssh, suruh gua diam. terus pintunya dibukain, gila gitu aja, anjrittttttttttttttttttttttttt
thats all. Gua lihat jam di hp, masih belon jam 10

Shit shit shit, thatls all. where should i go next? keybox for sauna, atau zouk aja yah . Gua mutusin clubbing aja ke zouk aja, sampe di zouk, i dont know why, i felt so lonely, i dont know anyone over there, i ordered few drinks, some people smiled to me, i smiled back. i do wish for prince charming, but i know, it wont happen tonite. gua ke toilet, diurinoir, yang pas samping gua lihatin kontol gua, sambil pegang pegang kontolnya, cakep sih, but....i need more than that. Asap rokok , dan keributan membuat gua tidak ingin lama lama di zouk.
Gua tiba tiba pengen ke sauna aja deh. On the way ke sauna, tiba tiba di taxi ada lagu carpenter,
I'll say goodbye to love

No one ever cared if I should live or die
Time and time again the chance for love has passed me by
And all I know of love is how to live without it
I just can't seem to find it
So I've made my mind up
I must live my life alone
And though it's not the easy way
I guess I've always know(N)
listening to the song....it broke my heart. gua memutuskan untuk pulang aja ke hotel, sesampai di hotel, aku langsung mandi, kuambil 1 butir pil xanax, i need it tonite, setelah minum xanax, gua langsung teler dan langsung tidur. Gua akhirnya pulang balik ke indo, realising that life is never going a fairy tale.
I almost had a perfect life before, but it's gone, it;s over, back to reality. Sesampainya di jakarta, life goes back as usual. Ada kenalan ama cowok-cowok, entah kenapa yah hambar.
i hate weekend so much, i didnt know what to do, kesepian banget kalau weekend . Karena hampir 3 tahun, semua hari hari dijalani bersama my ex, aku telah kehilangan jati diriku.

Sudah 2 minggu, sejak aku balik dari singapura Tiba tiba aku melihat sim card sing telku, karena iseng, aku masukkan kembali kartu singtelku di hp, and everyday, he sms me, R u there? setiap hari pasti ada sms itu.
Aku cuekin, tiba tiba aku teringat om dave, called him for lunch. Asyik juga catching up dengan om dave, dia nanyain aku, kenapa nggak pernah lagi ke sauna, aku cuma bilang mau , may be next week. Aku nanyain dia, susah nggak hidup berkeluarga. Menurut Om dave, the children help alots, the children give a sense of direction in life. Kalau nggak karena anak-anak, mungkin om dave sudah punya simpanan laki laki . Anyway istrinya Om dave, sangat baik dan ibu/istri yang sempurna. A man should not ask for too much in life.
Besoknya gua iseng, gua teringat akan sim card esia gua, gua aktifkan lagi, gila masa aktif tinggal berapa hari, udah mesti isi pulsa, padahal pulsa masih full banget, and again ada sms dia, R u back in Jakarta?
tiba tiba gua iseng, gua balas, " YES, sorry, i have been so busy."
dia langsung jawab, " So many clients? "
gua asal jawab aja ," Business is so booming"
dianya sms lagi, " any spare time for me tomorrow?".
Gua jawab lagi, " It's going to be expensive, double the fees."
dia jawab lagi," even it’s a rip off , but That's fine."
biarin lah, jaman gini, 15 menit dapat 5 jeti, emang gampang.
Gua sms lagi," WHEN and where? "
Dia jawab "same time like last time 21:00, mulia hotel." Setelah gua pikir-pikir, gua nggak mau gelap gelapan, gua penasaran, anyway, dia pasti very discreet kalau sampe pake pake kaca mata gitu. Kalau disiang hari, gua kan bisa lihat muka dia at least.
Gua bales lagi, " I can not make it nite time, 12 noon daytime is the best time, take it or leave it? "

dia balas sms gua, ' Make it 13:00-14:00. thx" gua jawab balik," ok."
Then i realise, tomorrow would have been our 4th year anniversary with jeff, if we made it. I remembered the first year that we r going out.hari hari jadian kita selalu dirayain setiap bulannya, it's too much butit still very sweet. gua termenung, what made it end this way. where did i go wrong? Kenapa ini semua harus berakhir
gua lagi mellow mode banget. gua played all the sad love songs on my ipod.

Have you ever loved somebody so much
It makes you cry
Have you ever needed something so bad
You can't sleep at night
Have you ever tried to find the words
But they don't come out right
Have you ever, have you ever

Have you ever found the one
You've dreamed of all of your life
You'd do just about anything to look into their eyes
Have you finally found the one you've given your heart to
Only to find that one won't give their heart to you
Have you ever closed your eyes and
Dreamed that they were there
And all you can do is wait for the day when they will care........HAVE U EVER by brandy
tomorrow came..
paginya gua sms"SO??",
Dia jawab balik, " Patience, room is full, still waiting list."
I hated this, kalau schedule gua kagak jelas.gua itu paling bete kalo hari gua itu kagak jelas, digaantung gantung gini, akhirnya gua pikir pikir, ah gua cream bath aja deh, sekalian reflexy kaki. jam 12 siang,
gua sms lagi " SO?" ,
dia bilang " why? so eager?bayaran gua paling besar yah?" ih dodol juga nih anak, gua mesti nungguin dia sampe kapan?
gua sms lagi, " yes or no?"
dia sms lagi" be patient, i always thought that customer is the king or you are so desperate already
" gua jawab lagi : " yes, your highness"
akhirnya jam 3 an baru dia sms bilang: " you can come now"
Gua honestly udah males, kayak dibola bola, mau ketemu, ngak mau ketemu...gua just said my mantra: MONEY MONEY mONEy.....easy money....
Akhirnya gua sampe di mulia, and FUCK gua bener bener dikerjain ama dia. Sampe dimulia, gua sms dia, " arrived", terus dia sms : "room number x", gua sms lagi," no key, gimana pencet tombol lift, emang dimall ."
Dia sms lagi, tumben pake bahasa indo ,numpang orang yang masuk dilift" , gua dalam hati fuck numpang orang gimana? gua sms : Fuck no"
dia sms lagi: it;s your lost, 10 million has gone, karena elo nggak crative."
gua mau teriak , sangking keselnya , akhirnya ada ibu ibu masuk, begitu dia masukin cardnya, gua langsung ikut mencet tombol nomor lantai ,gua ngomong ke ibu itu: numpang yah bu, kuncinya ketinggalan.
Ibunya untung baik: iya , kagak apa apa ,
untung bisa. Biasanya kalau levelnya beda, biasanya nggak bisa digituain.So fuck head deh tuh orang. gua udah bete banget.
Sampai didepan pintu kamarnya, and gua akhirnya knock the door.Padahal gua udah MALESSSSS banget, so not in the mood, even my mantra was not working at all, dalam hati gua berguman money is the root of every evil
.Dia tiba tiba buka pintu, and shit GUA SPEECHLESS, dia pake kaca mata renang. Gua honeslty speechless. polo tshirt, bermuda shorts, and swimming goggles .......WHAT the Fuck?????
Dia invite gua ," Please come in. "
gua langsung nyerocos sambil sedikit ketawa ," ARE we going to swim?
dia langsung put his hand on my mouth ," Oh no, u r losing 2 millions already . Gua use my finger cross my forehead, ngomong tanpa mengeluarkan suara," something wrong with your brain, GILA loe."
Dia cuma tersenyum, membaca gerakan mulut gua. dia langsung ngomong,' get ready dear, take off your clothes"

Gua cuma menghela nafas panjang. Then he took off his clothes, gua tiba tiba merinding. I see luka bakar yang cukup parah, seperti disiram air keras.( tahukan kayak korban TKW yang di siksa itu, yang digosok) Oh shit. but somehow, gua berusaha keras, focusing very hard, to maintain ekspresi muka gua, as if i saw nothing. Sebagian kulit tubuhnya bersisik, kayak ketombean gitu , kayak ganti kulit merah merah. Tapi i had to compose myself. hahahhaha focus on his dick hmm.....concentrate my eyes on his dick. i dia masih pake celana, what else to see? focusing on kaca mata renangnya aja.i just go naked, i wish it;s over, like last time 15 minutes. I concentrate on my breathing, counting the time. i dont want to vomit and hurt his feeling, i will never forgive mysely kalau gua sampe begitu kejamnya. I pray so hard, please GOD, give me the strength. dia bener bener ngetes gua, he stand in front of me,testing how long i can survive. i think of all the pain when jeff walked away. the first time in my life, gua bersyukur, jeff hurted me so much, so i could take my mind off , his scary body. i tried so hard, to take my mind off , gua mulai coli, untung masih bisa tegang. Dia lalu menindih tubuhku. I can see his body so close, and suddenly i start laughing so laugh. dia tanya kenapa? gua bilang " elo pake kaca mata renang, kayak film bokepp jepang, oishi oishi ahhaha.

Dia menghela nafas," shit !!you really know how to kill the mood! "
Gua sambil ngakak," sorry sorry" .
gua langsung mencium muka dan lehernya, dia lalu mengesek gesekan kontolnya ke kontolku.
Herannya gua ngakak lagi, terus nyerocos," elo mau gaya apa ? gaya dada , gaya bebas atau kupu-kupu?"
Dia langsung teriak," shit, that's it!gua udah ngak mood lagi."
Gua ketawa," gitu aja, ngambek.'
Terus dia bilang, " anyway, u dont get a single cents this time, you talked too much .
Tiba tiba dia membuka kaca mata renangnya, and i saw such a beutiful eyes, Smiling eyes that so pure. Gila..matanya cakep banget.
Gua tiba tiba bengong, dia pun heran, kok gua natap dia sampe begitunya. Tapi gua masih bener bener bengong and blushing , didnt know what to do, THE EYES.
Dia menatap mataku,"dont look at me like that, of course , i will pay you."
And in my mind, such a beautiful and kind eyes, matanya cakep banget, gua suka banget ama matanya
. Dia berbaring disampingku.Dia udah ngambek.
Gua tiba tiba ngomongng, " gua kok ngantuk yah, gua boleh tidur kagak?" Dia tidak menjawab.
Gua pura pura tidur, terus tangan gua memeluknya. Gua deketin muka gua, ke mukanya, real close
gua pura pura tidur,sambil ngintip ngintip dikit, tahu tahu dianya udah tertidur.gua pura pura ngeluarin suara tidur ..uuuuhhhh,,,pelan pelan kupeluk dirinyai,
tiba tiba dia membalas pelukanku. gila jantung gua dag dig dug . pikiranku melayang , kagak tahu mikirin apa, sampai akhirnya gua juga ketiduran. Saat gua kebangun , dia masih disamping gua sambil nonton tv and baca koran.
gua nanya, udah jam berapa nih?dia menjawab: udah jam 6: 30
gua dalam hati, What should i do ? what should i do, gua belon mau pulang nih, masih pengen dua duan, tapi apa daya, hanya bisa pasrah sambil menunggu untuk diusir.
Gua akhirnya buka suara,"' gua lapar nih, mau dinner ngak? " tiba tiba diambilnya pop mie dari mini bar , dibuka dan dikasih air panas
( gua dalam hati , shitttttttttttt kok pop mie sih ? hiks hiks) . Dia terus nyodorin mienya," diganjal ini dulu deh"
Gua bilang," thanks" sambil nyindir," kamu fasih yah bahasa indonesianya."
Terus gua nanyain dia," kamu mau ngak? sharing yah , in case gua nggak habis."
dia ngebalas ," katanya lapar? Mie sedikit gitu pake sharing sharing ". Gua sodorin pop mienya, " nih habisin", sambil gua pake baju dan celana gua.
Aduh kok akward yah, mungkin udah saatnya gua mesti pulang deh.
Gua ngomong kedia," eh gua mau pulang nih? " terus dia lihat gua," OK." hiks hiks aduh gua dalam hati belon mau pulang nih, pengen cium ciuman lagi hahaha.
Terus dia ambil amplopnya, sodorin kegua," mau dihitung dulu ngak? " gua bingung,perasaan gua aneh banget, dikasih amplop begitu. Gua bilang, " udah deh ,ngak usah, ngak apa apa, this time gratis ."
Dia terkejut," Why?"
i can read his mind, dia pasti menghubung hubungkan dengan keadaan dirinya, merasa gua mengasihani keadaan fisiknya .
Gua jawab," ngak apa-apa, I talked too much kan mesti bayar denda, nanti malam elo mau gua datang lagi ngak?"
dia jawab," terserah".
gua kesel," yes or no ? " dengan nada tinggi.
Dia jawab lagi, " yes please, kamu nginap aja disini, kamu galak banget yah ."
gua akhirnya pulang, beres beres, gua mesti balik ke hotelnya, tapi gua ada kerjaan kantor yang mesti dikerjain, ampun deh.( but i know, kalau gua nggak balik, dia bakalan berprasangka bahwa gua nggak balik karena cacat dibadannya) gua bawa aja deh kerjaan gua.

Gua call dia,"hi, sorry, btw nama kamu siapa yah?"", Dia jawab: " i prefer anonymous aja ."
Gua nanya lagi," so,how should i call you? bagusnya apa ? " ,
dia jawab," kalau honey aja, gimana?" ,
gua jawab lagi," udah jangan buang buang pulsa, nyet, elo mau dibeliin makanan apa ? bakmi gm mau? atau mau apa ? hokben? atau pop mie?"
dia jawab,"ampun kasar banget, beliin gado gado boplo deh. "
gua jawab lagi, " ah udah ah, KFC aja.'
Dia nyeletuk: so healthy ,thanks bro
Sampe di mulia, gua call dia, " Eh turun, gua nggak bawa key card, pls.",
dia jawab,"[font=] OK[/font]." waktu dia turun, dan jemput gua, melihat barang bawaan gua banyak, dia nanya," elo mau nginap berapa minggu disini?gua cuma booking semalam, bukan sebulan ".
gua jawab lagi," elo kok nggak pake kaca mata renang elo lagi, bisa lihat kagak pake goggle?" dia cuma tersenyum. Sampai dikamarnya, nih makan nih, KFC. dia nyindir," wow , healthy fast food." gua jawab lagi," bawel" K
ita akhirnya makan bareng sambil nonton TV.
Gua ngomong kedia," eh sorry, ada kerjaan dikit." Terus dia bilang," kenapa clientnya udah nyari yah?"
gua atur alarm di hp gua untuk bangun jam 4 , dan kerja di pagi hari aja deh, nih anak rada rada rese soalnya. Siap makan, dia ngomong kalau dia mau mandi. Aduh gua kok jadi horny yah, gua pengen mandi bareng gawe dia
.HMMmmm tapi gua rada nosy juga,heehehe bongkar sana sini, hmm gua lihat bbnya, pasti pake security pin, mana celananya, mana tahu di dompet ada id card. Shit dibawa semuanya, kekamar mandi. Ah udah ah, gua buka pintu kamar mandi, " sorry, kebelet pipis."
dia ketawa," mau lihatgua naked , just say so."
gua ssambil keencing ngomong," emang gua belon pernah lihat? ?" (tapi gua ngelirik juga).
i could see the scar and his skins conditions. And i forget that i actually was staring at him. And he looked at me. Gua took off my clothes, gua lempar aja kelantai. Gua masuk ke dalam shower. i can feel his confidence level is low. dia lagi concious mengenai kekurangannya. I looked into his eyes. and i kissed him. I grabed the shower gel, i stroke his dick, and he stroked mine..gua bersihkan sabun dari kontolnya, dan gua suck his dick.he then pulled me, and gesek gesekin kam contolnya ke pantatku. Dia ngeriang argh argh, gua berbalik dan sucked his dick again. Tiba tiba dia mengerang," i am cumming..ah ah."
i let the cum spilled inside my mouth. then i washed him.
Dia gantian isep kontol gua, but i know dia capek, he just being polite. Gua pull him up, " dont worry" i said.
Suddenly i washed his hair, and he washed mine. Selesai mandi, gua rasa gua better sleep deh, jam 4 pagi mesti bangun, must write some reports. terus gua ngeluarin jar jar perawatan kulit gua. Dia langsung komentar,' Oh my god, do u believe in this kind of gimmick?" gua langsung jawab" [i]cewek cewek jepang even use taik burung yah for beauty." [/i]gua tiba tiba colek some of the night cream, terus gua olesin ke pipinya," pake dikit " gua sambil ketawa. he suddenly kissed me, a kiss that so tender.

aku memainkan jari jariku didadanya, aku bisa merasakan alur alur kasar cacat ditubuhnya. tiba tiba dia nanya ke aku," why you didnt ask the question like the others ?" aku pura pura bodoh ,' Ask about what?kenapa elo pakai kaca mata renang?' aku sambil tertawa. dia sigh," hmmm never mind." ( gua sebenarnya tahu maksud dia, tapi bagusan pura pura ngak tahu, tapi biarlah dia penasaran kenapa aku ngak nanya about his scar )..i hugs him and whisper " nanya will you marry me yah ? " he laughed so loud. dia langsung jawab ," over my dead body" Sambil ketawa, gua ngomong, " gua mau tidur,nite nite. "
dia membetulkan selimutku, sehingga bener bener menutupi diriku. Jam 4 pagi alarmku bunya beep beep. dia terbangun dan terkejut ," What the fuck?" gua cepat cepat matiin alarm gua, and said to him," go back to sleep, go back to sleep." gua benerin selimutnya. gua entah kenapa can not help it, i kiss keningnya. udah itu gua langsung turn on the laptop, did my reports shit shit, i learned my lesson jangan tunnda tunda kerjaan, jadinya kayak gini. untung bisa selesai, all the reports and my presentation. Waktu dia bangun, gua udah mandi , shirt and tie. Dia looked at me terus bilang" wow, pretending to be an esmud." gua cuma jawab " fuck you" sambil semprotkan parfum ke leher gua and my wrist. Gua lalu jalan kearahnya, kiss him, and said," i am going, bye." dia teriak,' your money." haha gua ketawa," next time."

to be continued...
--.DelvetiaN.--

Season 1: Pengalamanku menjadi gigolo ... (Trey

Garykoolamee

Sebenarnya aku juga ngak nyangka, that one day, aku bakalan bisa jadi gigolo.
Awalnya sih iseng-iseng doang. Kejadian itu berawal kira kira 2 tahun yang lalu, dan pencetus kejadian itu adalah saat itu aku hatiku hancur berantakan.

Aku sudah pacaran dengan Jeff kurang lebih hampir 3 tahun, karena aku sangat yakin akan keutuhan hubungan kita,

semua kulakukan dan kukorbankan untuknya, sampai aku harus tinggal bersama( kumpul kebo hehehe), come out ke keluargaku, apapun persyaratan dan keinginan jeff , selalu kuturutin.
Tapi aku tak menyangka, saat cinta telah hilang, artinya cinta telah hilang. When it’s over , it ;s over.walaupun aku hampir bunuh diri/ suicidal , jeff juga tidak peduli,dia cuek aja.
Aku juga rela untuk 3 some dengan siapapun yang dia mau, alasannya to spark our sex life. Walaupun itu menentang hati nuraniku, hal itu aku lakukan. Still all I did, nggak mencegah dia lari kelain hati.

Hatiku hampa, hari hari kujalani seperti zombie. I need something untuk to fill my emptiness. Pelarian dari kenyataan pahit hidupku. Akhirnya aku jadi sering ke sauna, disauna aku tidak peduli dengan partner sexku , everyone is fine, semua oke , mau tua ,mau muda, mau jelek sekalipun,aku cuek aja.

Walaupun kadang aku merasa mereka kejam dan egois, sudah crot , aku langsung dicampakan. TApi tidak semua egois, ada juga yg baik hati, menunggu sampe aku orgasme, . Tapi orgasme bukanlah tujuan utamaku. I just need someone, just need to feel and touch someone.

Karena sangking sulitnya aku orgasme , sering aku merasa kasihan banget kalau aku jadi top. Yang jadi bot, selalu bertanya,”masih lama yah , keluarnya? Apa lagi kalau mereka sudah keluar duluan. SEring banget ke sauna,aku akhirnya cukup terkenal disana. SAmpai akhirnya aku mencapai titik jenih, ingin mengganti suasana.

lama tidak ke sauna lagi dan tidak merasakan yang namanya belaian pria, aku sering melihat iklan pijat di koran. Suatu hari, kutelpon nomor itu, akhirnya aku janjian dengannya di suatu hotel murah di jakarta.
Orangnya sih lumayan, umur 23 an, badannya atletis, something about his face, tatapan matanya terutama , yang I am not so sure. TApi karena udah horny, gua tetap melawan perasaan hati gua. Walaupun cakep, tapi resenya minta ampun deh. buka harga 1 juta, ampun deh, apa nggak salah???. The worst part, gua sial banget saat itu, orangnya memaksa banget, aku ada feeling dia ada masalah narkoba sedikit, dan aku mulai merasa nggak nyaman, dia mulai memaksa banget.aku sedikit mulai merasa takut.

Aku bilang batal deh, tapi aku rela bayar 500ribu, tiba-tiba dia teriak teriak dan menelpon seseorang ,yang katanya aparat kepolisian . Aku juga heran , kenapa dia nafsu banget, dari tadi berusaha membuka celanaku . Aku mulai panic dan ketakutan. Dia sudah mulai telanjang, dan berteriak kalau dia dilecehkan.

Tiba tiba aku teringat seseorang yaitu om dave,kutelpon om dave dan kuceritakan masalahku. Untung om dave segera datang katanya. Aku mulai tenang. Kukatakan kepada cowok anjing bajingan bahwa aku juga ada koneksi dan backing orang kuat dia pemerintahan.
Dia masih teriak teriak. Dari percakapan telpon yang aku dengar, teman polisinya juga sudah dalam perjalanan menuju hotelku. Aku pingin keluar kamar, tapi dia menahan di pintu.
Om dave akhirnya datang, dengan dua orang bodyguard berbadan tegap dan berambut cepak, tanpa kusadari mereka telah menyeret cowok jahanam itu, aku masih pucat pasi terkejut. Om dave berkata:’ kamu ke mobil saja, biar orang om yang beresin bedebah itu.”

Om dave tersenyum melihatku dan lalu memelukku. Aku merasa sedikit lega. Aku mengenal Om dave dari sauna. Sebenarnya aku juga lupa awalnya bagaimana aku bisa berkenalan dengannya,tapi yang pasti kami lumayan sering ml di sauna, walaupun dia sudah hampir setengah abad lebih, badannya masih tegap, dan yang lebih penting dia tidak pernah memaksaku untuk bercinta dan dia selalu sangat lembut, membuatku nyaman dan betah berada disampingnya.

Om dave lalu mengajakku pergi, dimobil ia menasehati untuk berhati-hati dalam hal hal beginian sudah banyak kasus pemerasan, dimana ketika kita memesan money boy, tiba tiba dikamar hotel, pintu kamar diketuk kencang , dan didobrak , dan tiba tiba ada yang mengaku aparat, tiba tiba langsung mengambil gambar, dan mengatakan kalau kita telah melakukan pencabulan dengan anak dibawah umur.
Aku beruntung saat ini, karena sang pelaku sedikit fly karena pengaruh obat ,jadi rencana jahatnya tidak berjalan kurang lancer karena tidak terkoordinasi dengan baik . Biasanya partnernya udah stand by di hotel, dan dalam waktu singkat sudah bisa beraksi mendobrak pintu kamar.
Aku masih shock dan tidak bisa berpikir. OM dave bertanya, dimana rumahku, tiba tiba aku bilang, bahwa aku mau tinggal di hotel aja. OM dave menelpon staffnya dan meminta dipesankan sebuah kamar di hotel berbintang 5. Aku diantarnya sampai dikamar. Sampainya dikamar, aku langsung mennciumnya.

Aku memohon kepadanya jangan pulang dulu. Dalam posisi bersujud, kubuka tali pinggangnya. Aku sudah merasakan kontolnya yang mengeras, kubuka celananya dan langsung kukulum kontolnya. Om dave mulai membuka bajunya, tiba tiba dia mengangkatku, dan melemparkanku ke atas tempat tidur. Dibukanya bajuku satu persatu, dia mulai menjilati seluruh tubuhku. Dielus eluskan kontolnya ke mukaku. Aku mulai mengocok kontolku, aku sudah ngak tahan lagi, maklum aku hampir sebulan tidak onani. Setiap aku hampir mau keluar, om dave menahanku, diangkanya tanganku. Aku meraung,' om dave, aku ngak tahan lagi om , please, please biarin aku cum. Dia lalu mengisap kontolku tapi aku benar benar tidak tahan lagi, aku berkata, " om aku dan mau keluar.' tiba tiba spermaku keluar dimulut om dave, om dave menghisapku lebih kuat, aku serasa seperi meledak.


Aku langsung lemas, lalu om dave menciumi , kurasakan spermaku dimulutnya, ia mengocok kontolnya yg besar, dan semakin bernafsu menciumi , sampai akhirnya ia keluar muncrat diseluruh tubuhku.

Setelah itu , akhirnya kami mandi bersama, dan lanjut ngobrol, heran juga sih kehidupan di sauna, udah sering ml kok kagak pernah ngobrol. Ini pertama kalinya aku berbincang bincang dengan om dave. Walaupun kita sebelumnya udah tukaran pin bb, tapi hanya sekedar tukaran joke.
Akhirnya ketahui, Om dave seorang pejabat Bumn, kisahnya klasik , tuntutan keluarga ia harus menikah, ia cukup bahagia dengan keluarganya, cuma karena memang karena tuntutan biologis, ia akhirnya ke sauna. Aku juga berterima kasih kepada OM dave, udah mau menolongku. Dia bilang pasti dia menolong aku, disauna itu, aku tuh termasuk orang yang baik. Kadang ada yang merasa kecantikan, dan please lah, if you have to reject someone , do it an a very humane way. Aku terkejut juga sih, OM dave merasa begitu, seorang yang menurutku lumayan cakep dan pejabat besar BUMN, bisa segitu vurnerablenya. Kuceritakan sedikit masalah dalam kehidupanku, bahwa gara gara aku yakin bener terhadap mantan exku, aku udah come out ke keluarga, dan karena naif cinta bisa mengalahkan segalanya, akhirnya malah aku diusir keluarga, dan plus broken heart. Terus om dave bertanya, mengapa aku kok sampean desperate ampe cari money boy, udah itu asal lagi. Untung katanya money boynya ngak bawa narkoba, kalau nggak, aku bisa dijerat pasal berlapis, narkoba, pencabulan dibawah umur. Aku tiba tiba memukul kepalaku, SHIT sambil berguman dalam hati what i have done to my self.
OM dave terus ngomong, elo ini super super cakep , badan atletis, kok bisanya sampe desperate mau bayar, yang mau bayar kamu aja banyak.
HAHAHA aku bercanda, beneran? hahha
Aku terus bertanya disauna aja, orang udah males ama aku. OM dave tersenyum, ia banyak yang bete sama elo, hahahha karena elo selalu nggak mau cum hahaha, dan elo nggak pernah mau kissing. Aku terkejut : “ah yang bener” tanyaku. Aku bertanya ke om dave, " Om aku ada kan kiss om ?" Om Dave tertawa, u r a kind person.
Akhirnya aku tertidur dipelukan om DAve. Ketika aku bangun, Om dave sudah tidak ada, tapi ada lagi, dia cuma menuliskan sebuah note, kalau breakfast included, dan hotel semua udah dibayarnya. Tiba tiba kulihat sebuah amplop berisi uang 3 juta rupiah, ditulis depannya UANG KAGET, aku tersenyum
.
OH NO, pasti om dave berpikir kalau aku kesulitan ekonomi, SHIT SHIT, buat malu aja .
Kutelpon Om dave, Om kukatakan aku ingin mengembalikan uangnya. Tapi Om dave cuma berkata, minggu depan traktir dia, karena minggu ini dia harus ke Samarinda.
Entah kenapa, bertemu dengan OM dave memberikanku secercah semangat kehidupan.
Besoknya aku langsung ke butik Raol, yah amplop mahalnya, udah sale cuma dapat 2 kemeja, itu pun mesti nombok lagi.
Setelah seminggu kami pun bertemu lagi, untuk dinner, kuhadiahkan kemeja itu, dan aku memaksa untuk mentraktirnya.
Karena aku yakin dan percaya bahwa om dave orang yang baik, ku bawa om DAve ke apartemenku. Sesampainya dikamarku, ia cukup terkejut , bahwa kehidupan ekonomiku cukup lumayan , ia sedikit salah tingkah. Kubilang tenang aja, yang penting hari ini om Dave happy.
Kusuruh Om dave untuk berbaring, kupijit tubuhnya dan kulumuri dirinya dengan massage oil, tiba tiba entah ide apa, ku rimming anusnya. ia keasyikan, dia berkata fuck me please
dengan pelan pelan kumasukkan kontolku ke lobangnya, aku tidak akan menyakitinya. Dia mengeluarkan suara suara keasyikan, fuck me fuck me. pelan pelan ku sodok sodok lubang anusnya.

Sambil ngefuck , om Dave mengocok kontolnya yang besar. OM dave meraung, fuck me harder harder, Eh tiba tiba om dave udah muncrat. Gila Bt banget, kok cepat banget muncratnya. Om dave membiarkanku untuk tetap mengfucknya, tapi aku bisa melihat kalau ia meringis kesakitan, aku nggak sampai hati. Kucabut kontolku dari pantatnya. Ia lalu menciumku, tiba tiba aku berkata, OM dave i love you. Dia tidak menjawab, lalu kita mandi bersama, ku gosok tubuhnya dengan sabun, Oh its so romantic. Dengan mata berbinar binar setelah mandi, aku bertanya kepada om DAve, will u be my boyfriend? Om dave mulai keliatan serius dengan raut muka tegang dan tak nyaman. I can feel it....FUCK FUCK I AM GOING TO BE REJECTED FUCK FUCK

OH SHIT....OM dave merasakan mukaku memerah. Dia langsung memelukku, dia berkata, " Tidak ada orang normal yang ngak mau jadi pacarmu, u are perfect in every way." Aku langsung menjawab, perfect in all way Shit, everyone rejected me, including you . "

Om dave kembali berkata,” Kamu harus mengerti dong, situasi om”. Om menjelaskan lebih lanjut kalau PAcaran itu membutuhkan komitment, gimana dia harus membagi waktunya untuk aku , dan dia harus bertanggung jawab terhadap keluarganya. Aku sudah semakin sinis, Fuck lah, membagi waktu kesauna buktinya bisa. OM dave tiba tiba melihatku deep into my eyes,” The most important thing, i must protect my heart, I know many men like you, your heart keep on changing”. Om dave beralasan kalau dia hamper 30 tahun lebih tua dariku , soon dia akan menjadi sangat tua, keriput ,with aging , dia akan vulnerable.
Om dave berkata ,” bila tiba tiba kamu meninggalkanku what become of me?" i need to protect my heart. Elo tahu kan sakitnya patah hati.”
Aku menjawab,” But i will never leave u.i promise.”
OM dave kembali menjawab, " Didn;t your ex say the same ?'...
Aku terdiam.
Di a kembali berkata, " kamu cakep, kaya, baik, intelligent, you deserve someone much much better "
Aku berteriak, " I dont want someone better, i just want someone who really care ."
OM dave berkata," Ask me anything? car , house or even money ? I will give you, please not my heart.”
Hatiku hancur , air mata mengalir, aku tiba tiba dengan sinis berkata, “Om dave mendingan pulang aja deh, anak istri om pasti udah menunggu dirumah."
Walaupun aku kasar terhadap om dave, om dave melihatku dengan penuh rasa kasihan, ia tahu kalau perasaanku terhadapnya tulus.

Akhirnya om dave pulang, aku berteriak dalam hati, emangnya aku cowok matrek, dibayar dengan mobil atau materi. Tiba tiba aku berpikir, mungkin memang jalan hidupku jadi cowok bayaran.

Kubuka websites manjam. Cepat cepat ku ambil digital cameraku, kutegangkan kontolku , kuambil gambar kontolku. lalu aku push up dan sit up masing masing 100 kali, kuambil juga gambar badanku, not bad...hmmmm....
kutulis profile ku dimanjan, gigolo, servis memuaskan, jam terbang tinggi, only melayani di hotel bintang lima, price in US $, bla bla bla, dengan gambar kontolku yang tegang beserta my abs…not fully define six abs, tapi ada lah six absnya samar samar hahaha

Oh my god, baru sehari di pasang, replynya super banyak,,,,banyak juga sih yang maki maki, belagu lah, bla bla ...NGACA lah, ampun deh....

gile, gua super shock , kok orang pada sinis yah, mau iseng iseng cari kerjaan sampingan aja, kenapa pada emosi. Anjrittttttttt.....gua sampe nggak mood untuk lihat reply yang ada. Awalnya banyak yang iseng, tapi lama lama kok akhirnya jadi mengecam.
Mau buka harga berapa, mau melayaninya dimana, kan suka suka gua.
Emangnya gua ada menyakiti orang, ada membunuh orang.akhrinya gua cuma ngebaca dan ngedelete pesan pesan yang mas.
tiba tiba ada satu pesan singkat yang menarik, diaccount manjam gua.
When and where? how much ? Are you that good ?

Aduh gila mau jawab apa yah ?

gua iseng aja ah, emang tujuan gua cuma iseng iseng doang
when: it;s your decision
where : anywhere aslong it;s 5*hotel
how much: negotiable
are u that good: try me !

reply reply yang lain kebanyakan iseng, paling serem yang mengecam ngecam, ampun deh, sesama binan kok bisa yah saling menghakimi. Mendingan jadi gigolo, dari pada selama ini gua di sauna,sex is for free, nggak ada benefitnya, malahan habis duit.mana tahu jadi gigolo profesional.

I wish for more support than curse.

besoknya dia reply:

give me your number

cepat cepat gua beli hp baru nomor baru, esia aja ,murah meriah hahahha(iklan gratis nih)

gila hp baru gua norak banget hahhaha lampunya kelap kelip... gua reply balik nomor gua

Dengan cepat smsku dibalasnya

terms &conditions apply
i will offer you 5 million rupiah for your service
will meet you in the hotel lobby,and if you are up to my taste , u will be asked to follow me to the room
but in the process: you may not speak a word, not a single word, with every word Rp 500.000,- will be deducted from your fee, and you may not get a single cent for your service
if you speak more than 10 words, calculate yourself
Are you up for the challenge......

dalam hati gua ....hmmmmmmmmmmmmm

SCARRRYYYYYYYYYYY..serem juga yah
jangan jangan ini psycho
malam itu gua jadi parno sendiri , maklumlah sekarang banyak orang aneh, termasuk gua sendiri hehehe. Malam itu juga account gua di manjam gua close. Gua mikir mikir gara gara jadi gigolo iseng , gua dimulitasik, sama yq kayak kasus ryan , kagak lucu deh .
Besoknya tiba tiba dia sms lagi ke gua .
I noticed that you closed your account in manjam, are you serious or not?
Gua cuekin aja deh, lagian kerjaan dikantor lagi seabreg abregnya.
Anyway, gua tetap mesti at least reply him lah, namanya tata karma ,so gua asal aja jawab,
not this week, I am very sorry , so many clients for the time being, thanks for the offer.
Untung banget kerjaan di kantor seabrek abrek , karena nggak kelar kelar , akhirnya gua sampe lupa yang namanya laki-laki hahaha.

Kagak nyangka, seminggu udah berlalu. eh dia sms lagi,

Are you free this week? this is my last offer, and for sure the last time you will hear from me again .
SHIT shit mati deh gua, gagal deh rencana gua jadi gigolo.
Pada saat bersamaan, Gua harus ke Singapura, masalah kerjaan, big meeting with overseas buyer.
Gua sms ," My client take me to singapore, can you make it in singapore? if you can, I can spare you one nite, eventhough my schedule is very hectic.
Langsung dijawab bok sama dia , gila serius banget nih orang .. mati deh, " YES, NO PROBLEMO, further notice wil be given.”
Cuek deh, at them moment gua mesti konsentrasi kerjaan, wrok is priority .
Lusanya gua udah berangkat ke singapura. Eh baru gua sadar, kalo esia nggak bisa diaktifkan disingapura, dasar dodol deh. Terpaksa beli nomor baru singtel, dodol banget. Gua terus sms dia, this is my new number in singapore, sms me in this number if you still interested.
dia langsung jawab, " wow, u r really in Singapore, at first I don’t believe it ,but you are indeed a real international whore."
cueklah , elo mau ngomong apa, emang gua pikirin. Lagi stress mikirin kerjaan.
Tiba tiba dia menjawab smsku," whichone do u prefer ? fourseasons or grand hyatt, they are both in orchard road, and yes they are both 5 stars.
IH dodol ini beneran atau kagak yah, mengerikan, apa aku bakalan jadi manohara, disilet silet walaupun dapat pangeran Kelantan, ampun deh. Ih senengnya dapat 5 star, hotel yang gau dapat dari company, PARAh.

Gua bales lagi :
up to you, but remember i can only do weekend, weekdays fully occupied.
Waktu disingapura, setiap mau tidur gua pasti kepikiran si freaky weirdo , ini beneran nggak yah. jantung gua dag did dug, soalnya ini beneran kayak beli kucing dalam karung. Tapi gua yakin deh, gua nggak mungkin di bunuh, apa mungkin terjadi pembunuhan di hotel bintang 5 di singapura, permen karet aja dilarang, apa beneran berani.
tiba tiba hari jumat smsnya masuk, gua langsung jantungan.
Tomorrow, Saturday time 21:00 sharp, just wait at the lobby of Grand hyatt, text me if you arrive.
Dodol kok lama banget yah, mesti nunggu jam 9 malam, gua jadinya dari pagi ngak bisa relax, mau makan juga ngak nafsu, nyesel gua, iseng yg tidak berguna. Gila banget, seharian gua paranoid. JAm 6 gua udah mandi, sikat gigi , kumur kumur yang penting fresh deh, gua ke watson, gua beli scrub , luluran sampai halus total hahahaha. Gua benere bener jantungan ampun deh, gila amat, padahal gua kan super slut habis , tapi kok gua masih parno yah, kayak perawan ting ting aja , lheran deh.
jam 7, smsnya masuk lagi , Remember the what I told you, dont utter a single word, during the whole time, MUTE.

gua sih dalam hati fuck lah, makin nggak usah ngomong makin bagus. Jam 8 gua udah nyampe, gua stress banget soalnya, parno.
Gua sms aja: IAM EARLY, I ARRIVED ALREADY, WEARING black shirts and dark jeans.[/i]
Gua sengaja lama lama di lobby, supaya kamera cctv ada rekaman gua, misalnya gua kebunuh.
Dia sms balik, [i]just sit somewhere at lobby y, i will go down now , to find you immediately.

Gua lihatin setiap orang yang datang ke arah lobby.
Ada satu yang cakep banget, gila gua sampe happy banget, Sampe gua dalam hati yes , please oh God thanks, eh ternyata bukan. Tapi gua dalam hati udah bertekad, kalau sampe ancur banget orangnya juga nggak apa deh, this is the first and the last juga gua jadi gigolo. tiba tiba ada cowok pake baju putih celana khakis, gua yakin ini past dia, pake topi cap dan kaca mata hitam, dimalam hari, dasar , kurang ajar, gua dibikin beneran penasaran. dia melihat gua sepintas. gua senyum kearahnya.
Dia lalu ngetik ngetik sms ke gua , walaupun dia asli asli berdiri didepan gua , You are not bad, just follow me, remember that i dont want to hear a sing
le word coming from your mouth.

Anjritttt, apa ini ritual aliran sesat yah. Bodynya sih oke, tapi mukanya gua no clue sama sekali ampun deh. aduh ampun deh, gua sms dia lagi, i need to go the toilet,

dari tadi gua jadi pengen kencing melulu ngak tahu kenapa.....
It;s room bla bla, gua lupa nomornya, gua ikutin dia aja. gua berusaha mencari tahu lebih banyak, aduh susah banget, kacamata hitamnya oakley yang bener bener ketutup, kagak ada celah, jantung gua masih dag did dug.

Sampe dikamarnya, dia langsung bilang"
take off your clothes, wait for me on the bed, and again not a single word."
Aduh mati deh gua mati deh gua. Gua lihat keadaan sekitar, ada kamera nggak yah, gua takut banget di videoin , gua masuk kedalam selimut, lalu gua buka baju gua. at least kalau ada hidden cam, gua nggak naked. Gua herannya, nggak takut sama si dia, malahan parno hidden cam, gua mikir mikir kalau ada hidden cam gimana yah, bonyok gua pasti langsung stroke liihat video bokep gua. Dia masih pake kacamata hitamnya, pakai kimono/ jas mandi yg dikasih hotel. "what are you doing? sleeping?, I thought you are a pro "
gua masih parno hidden cam, gua langsung text dia, " I want total darkness"


soalnya gua takut banget hidden cam, kalau gelap kan, nggak bisa divideoin, palingan infra red .

Beep beep, smsnya masuk, terus dia nanya lagi," something wrong with you, that you dont want me to see."

Gua hampir aja spontan ngejawab,tiba tiba dia udah warning "
no word" btw kalau di ingat ingat suaranya keren loh, deep musky voice gitu. terpaksa gua sms lagi, yes. dia ngomong " Bend over", gua cuek aja, gua matiin semua lampunya, untung di hotel, tinggal matiin master, semua lampu mati.

to be continued...

--.DelvetiaN.--

Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S) - Part 3

--.DelvetiaN.--



Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S) – Part 3


Genre                         : Yaoi - Romance Fan Fiction
Author                        : Kiki Wellian S.
Background Song      : Yiruma – River flows in you
Contact                      :
·        Fb         : Kiki Wellian Delvetian
·        Blog     : flipflop-delvetian.blogspot.com

*NB : Menerima Segala bentuk pujian, kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”


Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.
Kiki berharap agar cerita ini dapat menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat membaca… ^.^”
Terimakasih!


~Author P.O.V~



“Emang kamu sapa nya Euri? BF nya juga bukan!  Ngga’ usah sok ngancem-ngancem deh!” tantang Miguel

“Oh, Kamu berani sekarang?” bentak Key

“Siapa juga yang takut sama cecunguk macem kamu, Key!
Anak-anak aja yang bodoh, pake’ takut segala!” tantang Miguel


Sesaat kemudian amarah Key memuncak, lalu memukul rahang Miguel hingga tersungkur ke lantai koridor


“Uggghhh…” lenguh Miguel sembari menyeka darah yang keluar dari mulut nya, lalu dia bangkit dan menendang perut Key

Buuggghhh! ! !

“Arrrggghhh… Shit!” lenguh key, sembari memegangi perut nya dan mencoba untuk bangun

Lalu, Key bangkit dan melayangkan tinju nya ke arah Miguel. Namun, dia menangkis nya dan melayangkan tinju nya ke rahang Key.

“Ugghhhh!” lenguh Key, lalu mendorong tubuh Miguel hingga tersungkur ke lantai. Key menindih nya dan memukuli tubuh nya bertubi-tubi

“Hey, ada yang berantem! ! !” teriak salah seorang siswa M.V yang melihat kejadian tersebut.

Tak lama kemudian, mereka berdua tengah di kerumuni oleh para siswa dan salah satu nya adalah anggota Geng Key

Mereka lalu melerai Key dan Miguel. Meski agak susah karena ke dua nya berontak dan tetap keukeuh saling membalas, namun akhir nya berhasil juga.

“Ada apa ini?” tanya Euri yang baru saja keluar dari kamar nya karena mendengar kegaduhan di area koridor

“Mereka berantem… Ngga’ tahu karena apa’an!” jawab salah seorang siswa

“Tadi sih aku denger, mereka nyebut-nyebut nama kamu Err…” sahut siswa lain nya

“Oh, jadi kamu berantem sama dia cuma gara-gara Euri?” tanya Vicky pada Key

“Kamu suka sama Euri?” sahut Heldy

“Pantes, dari kemarin aku perhatiin kamu kayak nya jealouse gitu kalo lihat Euri lagi deket sama Miguel!” kata Lee, salah seorang anggota Geng nya Key. Biasa nya dia pendiam, namun kali ini dia turut berbicara

“_______” Key hanya terdiam, lalu meninggalkan mereka semua, sembari mengepalkan tangan nya dengan keras, penuh amarah!

“Key! Jawab!” kata Vicky, lalu ikut meninggalkan kerumunan tersebut dan mengejar Key.
Anggota Geng H.K yang lain nya pun mengikuti Vicky

“Mig, kamu gapapa?” tanya seorang siswa

“Udah, semua nya bubar! Biar aku yang ngobatin luka nya Mig!” pinta Euri

Lalu semua siswa berlalu…

“C’mon Mig!” lanjut Euri, lalu membantu Mig berdiri
-
-
-



“Kamu kenapa sih berantem sama Key cuman gara-gara aku?” gerutu Euri cemas, lalu mulai membersihkan luka-luka Miguel dengan lap yang telah di basahi air hangat

“Awww…! Saa… sakittt!” lenguh Miguel

“Ini udah pelan-pelan kok! tahan dong!” kata Euri

“Ughhh----“ lenguh Miguel tertahan, mencoba menahan sakit nya

“Ayo jawab! kenapa sih kamu berantem sama Key cuman gara-gara aku?” tanya Euri lagi

“________” Miguel hanya terdiam, lalu menggenggam tangan Euri. Lap itu pun terjatuh.

Miguel memandang Euri lekat, lalu menundukkan kepala nya

“Gapapa… aku cuman ngga’ terima aja dia kemarin nyeburin kamu di kolam.” jawab Miguel, berbohong

“Oh itu? Udah lah biarin aja mereka! Yang lalu biarin aja!
yang penting, aku akan hati-hati untuk selanjut nya dan ngga’ akan nggubris mereka lagi biar aku ngga’ di kerjain lagi!” sahut Euri

“Ta… tapi kalo’ kamu diem aja, mereka akan semakin berani buat ngusik kamu lagi dan lebih kejam lagi dar-----” kata-kata Miguel terpotong saat Euri menempelkan telunjuk nya pada bibir Miguel

“Udah lah, ngga’ usah khawatirin aku! Kamu tenang aja, aku baik-baik aja!” kata Euri

“_______” Miguel hanya terdiam, namun tetap merasa cemas!
-
-
-


“Ya udah, nih udah selesai! Jangan berantem lagi!” kata Euri, lalu membereskan perlengkapan P3K milik nya

“Thanks!” kata Miguel

“Urwell” sahut Euri, lalu duduk di kasur nya

“Hmmm… Err… By the way, kamu tinggal di kamar sendirian ya?” tanya Miguel

“Hm..em…! Why?” timpal Euri, lalu merebahkan tubuh nya di kasur

“Kamu mau ngga’ tinggal se-kamar sama aku?
Aku juga sendirian ngga’ ada temennya. Ngga’ enak banget, kesepian! Ngga’ ada temen ngobrol.
 Meski aku ‘belok’ seperti mereka tapi kamu tenang aja, aku janji ngga’ akan ngapa-ngapain kamu kok! Gimana?” kata Miguel

“_______”Euri terdiam, menimang-nimang usulan dari Miguel

“Gimana Err…? Ngga’ mau ya?” tanya Miguel

“Ennggg… Ngga’ kok! Hmmm… boleh!” jawab Euri, lalu tersenyum simpul

“Yang bener?” sahut Miguel antusias

“Hm..em… Nanti sore kamu kemasin baran-barang kamu, trus langsung ke sini!
Tapi janji, jangan macem-macem! Ciuman kemarin tuh udah cukup! ! !” ancam Euri

“Yes, Prince…!” goda Miguel

“Hasssh!” Euri hanya mengeluh
-
-
-


~Key P.O.V~



“Key, ayo jawab! Kamu suka sama si Euri?” tanya teman-teman Geng ku lagi. Kini kami berlima tengah berada di kamar ku

“Udah ah! diem napa! Jangan bahas itu lagi…!
yang pasti, ngga’ mungkin aku suka sama si Euri. Hah! ngga’ level! masih banyak anak sini dan sekolah lain yang lebih cakep dari dia.” jawab ku

“Trus, kamu berantem sama Miguel gara-gara apa?” tanya Vicky

“Ii… ituuu… Ehhmm…!” gumam ku, mulai mencari-cari alasan

“Oh iya, aku tuh cuman mau ngasih pelajaran sama dia. Kan kemarin dia nolongin Euri!” lanjut ku

“Oh, gitu… Kalo mau ngasih pelajaran sama Mig, ngapain kamu ngga’ manggil kita-kita juga sih?” omel Lee

“Oh, ituuu…
Ehhhmmm!
Cause, kebetulan aku ngelihat dia lagi sendirian di depan pintu kamar Euri waktu aku mau ke toilet.” jawab ku setelah mencari-cari alasan


Akhir nya mereka percaya, lalu membantu ku mengobati luka ku


“Apa? Aku suka sama Euri?? !
itu ngga’ mungkin!” besit ku dalam hati

Sampai saat ini, aku amsih bingung dengan perasaan ku saat ini. Selama 2 minggu aku dan Geng ku ngerjain Euri habis-habis’an. Tapi semenjak kemarin, saat Mig nolongin Euri. Mereka berdua jadi deket dan semakin deket. Entah kenapa, aku ngga’ suka ngelihat mereka selalu deket!

Tapi, aku suka sama Euri… Itu ngga’ mungkin! Aku cuman ngga’ suka aja dia deket-deket sama Miguel.
Arrrggghhh…! Tapi kenapa hati ini sakit kalo’ lihat mereka lagi berduaan! Shit!
Bingung! ! !
-
-
-


“Kita mesti ngasih pelajaran lagi ke Mig, kalo’ sampe’ dia belain Euri lagi!” kata ku pada Geng ku

“Sip!” sahut Heldy, di ikuti anggukan yang lain

“Dulu setelah kita ngeluarin dia dari Geng kita, dia ngga’ ngelunjak kayak sekarang ini. baru semenjak ada Euri masuk ke sekolah ini, dia jadi berani sama kita-kita lagi!” lanjut ku

“Mungkin dia suka kali’ sama si Euri! Pastinya dia ngga’ suka ngelihat cowok yang di sukai nya di gangguin sama kita-kita.” kata Heldy

“Bener tuh! Lihat aja tatapan mata dia saat lagi sama Euri dan perhatian dia ke Euri. Baru sama Euri doang dia perhatian gitu, sama yang lain nya dingin banget!” lanjut Vicky


Seketika itu, tanpa sadar aku mengepalkan tangan ku! amarah ku memuncak!
Oh, God! aku ngga’ lagi suka sama dia kan? Gak… gak boleh!
It’s enough! Aku mikir apa’an sih! ! !
-
-
-


Monday, 07.15 A.M


Hari ini pelajaran Mathematic. Aku benar-benar ngga’ konsen dengan pelajaran, melihat Euri tengah bercanda bersama Mig, sembari mencatat tulisan di papan.
Aku memikirkan berbagai cara untuk memisahkan mereka! Dan Akhirnya,,,

“Eheemmm…! Lagi pelajaran nih, jangan becanda dan berisik mulu dari tadi! Ganggu konsentrasi yang lain nya! Kalo’ pacaran jangan di sini!” kata ku, lalu Mrs. Veronicha yang tengah menulis di papan menoleh, di sambut tawa anak-anak sekelas

“Ciyyyeeehhh! ! !” celetuk anak-anak lain

“Ehemm…!!!” celetuk Heldy

“Shut Up!” teriak Mrs. Veronicha, lalu seluruh anak-anak terdiam

“Miguel, kamu duduk di depan aja sama Ken. Euri, kamu tetap di situ!”

“Tapi, Mom?” protes Euri

“Ngga’ ada tapi-tapi’an!” sentak Mrs. Veronicha, lalu Mig duduk di depan

“Ah, ngga’ asyik dong Mom kalo’ sendirian!” protes Euri

“Hmmm… Ya udah, kamu duduk sama Key aja!” kata Guru tersebut, setelah mengedarkan pandangan nya mencari tempat duduk yang kosong. Karena hanya aku yang duduk sendirian, beliau memutuskan agar Euri duduk dengan ku.

“Yes, rencana ku berhasil buat misahin mereka! Dan dapet bonus duduk sama Euri.” batin ku dalam hati

“Tapi, Mom!” protes Euri

“Kamu mau duduk sama Key atau kamu keluar sekarang juga?” bentak Guru tersebut

“Okay, Mom!” sahut Euri pasrah, lalu mengemasi barang-barang nya dan kemudian pindah duduk di samping ku

“Itu berlaku untuk seterus nya ya!” kata Wali kelas ku tersebut, lalu kembali menulis di papan

Lalu, entah mengapa tiba-tiba terbesit satu rencana di otak ku… Cepat-cepat aku melakukan rencana gila ku itu dan berusaha agar tidak ketahuan.

“God damned! Shit!” desis Euri, yang terdengar oleh ku

“Welcome, My Prince!” goda ku, setelah menjalankan rencana ku. Dia telah sampai di bangku ku, lalu duduk.

“_______” dia hanya terdiam dan menatapku geram.
Aku hanya tertawa penuh kemenangan…
-
-
-


Bel tanda istirahat berbunyi. Aku dan anggota Geng ku melangkah ke depan kelas, lalu menahan anak-anak agar tak keluar kelas terlebih dahulu

“Bentar…! jangan keluar dulu!
Hari ini, aku mau traktir kalian semua sekelas makan sepuas nya di kantin sekolah!” kata ku agak berteriak

“Yang bener Key?” tanya salah seorang siswa

“Sure, Okay! C’mon Guys!” kata ku, lalu anak-anak mulai memasukkan buku-buku nya terlebih dahulu

“Err… Kita ngga’ usah ikut!
Sini Err…” kata Miguel, yang terdengar oleh ku. Lalu Euri mencoba untuk bangkit, namun gagal dan dia terduduk lagi

“Hahaha… Lihat tuh! ‘Prince Charming’ ngga’ bisa berdiri!” kata ku, setelah melihat rencana ku tadi ternyata sukses! Aku mengolesi kursi nya dengan lem super kuat sebelum dia duduk saat Mrs. Vero menyuruh nya pindah ke bangku ku tadi. Kebetulan aku membawa lem itu di tas ku sisa untuk memperbaiki beberapa barang kemarin.

Tawa anak-anak sekelas mulai meledak! Euri terlihat begitu malu dan geram!
Lalu dia memandang ku dengan tatapan tajam

“C’mon Guys! Makan-makan!
Bye Euri!” goda ku, lalu anak-anak sekelas mengikuti ku ke kantin

“Duduk yang manis ya, cakep!” celoteh Vicky, lalu anak-anak sekelas tertawa lagi
-
-
-


~Miguel P.O.V~


“Makin lama makin kurang ajar aja tuh mereka! Awas aja, aku bakal ngasih pelajaran ke mereka Err…!” kata ku, sesaat telah tiba di bangku Euri dan duduk di samping nya. Saat ini hanya kami berdua yang ada di dalam kelas

“Ngga’ usah, aku bakal marah kalo’ sampe’ kamu berantem lagi cuman gara-gara aku!” ancam Euri. Aku hanya mengangguk pelan

“Ehmmm… kamu ngga’ bisa ke kantin. Pasti kamu laper!” kata ku

“Gapapa… Ehmmm, kalo kamu mau ke kantin gapapa kok. Aku gapapa sendirian di sini!” kata Euri

“Ssstttt… Engga’ kok! Aku di sini aja nemenin kamu. Yuk, kita makan berdua!
kebetulan aku tadi bawa bekal. Nanti sehabis makan kita berusaha ngelepasin kamu dari nih kursi!” kata ku, lalu mengeluarkan bekal makan ku.

Euri awal nya menolak, tapi kemudian aku memaksa nya.
Akhir nya kami makan berdua di kelas yang sunyi ini. 20 menit kemudian kami berdua selesai makan.


“Eh!” gumam Euri, saat aku mengusap bibir nya

“Ada nasi yang tertinggal tadi.” kata ku, sembari tersenyum dan masih tetap memegang bibir nya

“______” Euri hanya terdiam. Wajah nya memerah dan dia terlihat gugup.
Tanpa sadar, aku memandangi nya lekat sembari memegangi bibir nya dengan jemari ku.
Pandangan kami makin lama makin dekat. Tanpa sadar, wajah kami telah begitu dekat. hanya berjarak sekitar 5cm.



Jeprett!



“Wah-wah-wah! Mentang-mentang kelas lagi sepi, mereka berdua mesum di kelas! Ngaa’ cukup ya ciumannya kemarin waktu di kolam renang?” kata Vicky, di ikuti gelak tawa teman-teman lain nya yang ternyata telah kembali dari kantin

“Asyik! dapet foto mereka yang lagi mesum! Hahahaha… bisa buat senjata nih!” kata Heldy, lalu memasukkan HP nya ke saku baju

“_______” Key hanya terdiam dan memandangi ku penuh amarah
Lalu, Euri menepis jemari ku yang masih ada di bibir nya dan mendorong ku menjauh

“Pergiii…!” bentak Euri

“Err… Ii… ini-----“ kata-kata ku terpotong saat Euri melempariku dengan buku-buku nya

“Pergi! !” bentak Euri lagi

Lalu, aku kembali ke bangku ku…

Anak-anak lainnya mulai kembali ke bangku mereka dan melihat ku dengan tatapan tak percaya.
Key tetap memandang ku dengan tatapan tajam, lalu tersenyum licik. Mungkin dia senang melihat Euri yang membenciku seperti saat ini. sedangkan Euri tertunduk lemas di bangku nya.
-
-
-



Saat bel tanda pulang sekolah berbunyi, anak-anak langsung beranjak dari bangku nya.

“Bye Euri! Hahaha” celetuk Vicky

“Thanks foto nya!” sahut Heldy, lalu tertawa penuh kemenangan sembari menepuk-nepuk HP yang ada di saku baju nya. Key hanya terdiam dan menatapku penuh amarah, lalu Key dan Geng nya berlalu.

“Uggghhh!” lenguh Euri, saat gagal untuk berdiri dan dia terduduk lagi. Saat ini hanya kami berdua yang ada di kelas

“Sini, aku bantu Err…!” kata ku, saat aku telah berada di samping nya

“Ngga’ usah! Kamu pergi aja sana! Kelas lagi sepi. Aku ngga’ mau di tuduh yang macem-macem sama kamu lagi! Kejadianb tadi tuh udah cukup!” bentak nya, lalu menepis tangan ku yang memegangi lengan nya

“Tapi, Err----“ kata-kata ku terpotong

“Aku bilang, pergi! ! !” bentak nya lagi
-
-
-


Akhir nya aku melangkah keluar kelas. Masih terlihat di jendela kelas, dia kesusahan untuk bangkit dari kursi tersebut. Aku hanya dapat memandang nya dari jauh, lalu kembali melangkah menuju Dorm.
-
-
-


Aku terbangun dari tidur ku saat mendengar pintu kamar terbuka dengan keras!
Euri berjalan terhuyung-huyung memasuki kamar.
Aku bergegas membantu nya dan memegangi lengan nya, namun dia menepis nya.
Dia kembali melangkah menuju kasur, lalu merebahkan tubuh nya dan tertidur.

What! sekarang ini sudah pukul 15.55 P.M. Selama hampir satu jam dia berada di kelas itu, berusaha sendirian  melepaskan tubuh nya dari kursi.
Oh, God! Hukum aku karna tak dapat menolong nya!

Aku menutup pintu, lalu terduduk di bawah pintu. Memandangi wajah nya yang terlihat begitu lelah dari kejauhan.

“Maafin aku Err…!” desis ku



Lalu aku terbangun dan melihat jam dinding. Hah? Pukul 19.00 P.M
Aku tertidur sedari tadi di sini. Payah! 30 menit lagi makan malam. Aku dan Euri bisa terlambat dan tak mendapatkan meja makan.

Euri masih terlelap. Masih mengenakan seragam sekolah.

“Err… bangun!” Hmmm… tak ada jawaban. Lalu aku menepuk-nepuk pipi nya pelan

“Eh… badan kamu panas banget Err…!” gumam ku, lalu menyentuh kening nya

“Bangun Err…!” sentak ku

Tak lama kemudian, dia bangun...

“Thanks udah bangunin aku. Jam berapa sekarang?” tanya Euri

“Udah jam 19.00 PM.” kata ku

“Hmmm… Ya udah, aku mau mandi.” kata nya, lalu dengan malas berjalan ke arah kamar mandi
-
-
-

Selama acara makan malam, Euri tak memakan makanannya. Dia hanya memainkan sendok dan garpu nya.

“Kenapa ngga’ di makan sih? Kamu kan lagi ngga’ enak badan Err… Kamu mesti makan!” pinta ku

“Aku ngga’ laper, Mig… Kamu udah ngomong kayak gitu 5 kali. Aku cape’ denger nya!”

“Sorry, aku cuman khawatir sama kamu. Aku tau, kamu masih marah sama aku tapi tolong kamu makan! Aku ngga’ bisa lihat kamu kayak gini.” timpal ku, lalu mencoba menyuapkan sesendok nasi ke arah nya

“Aku udah ngga’ marah kok sama kamu. Aku tau, kamu ngga’ salah apa-apa. Maafin aku karna aku terlalu emosi tadi.” kata Euri

“Ya udah, ayo buka mulut nya! aaaaaaa’!” timpal ku, sembari mendekatkan lagi sendok tersebut

Awal nya dia menggeleng, tapi kemudian memakan sesendok nasi dari ku.
“Senang nya, bisa nyuapin Euri.” batin ku
-
-
-

“Ini yang terakhir, aaaaa’!” kata ku, lalu dia memakan sesendok nasi terakhir dari ku

Anak-anak yang sedari tadi melihat kami berdua tak begitu memperdulikan hal tersebut. Key dan Geng nya juga tumben-tumben nya tak melontarkan celetukan-celetukan pada kami berdua.

“Ya udah, balik yuk ke kamar?” kata ku, lalu Euri mengikuti ku berjalan keluar dari Aula

Sesampai nya di dalam kamar, Euri segera merebahkan tubuh nya di kasur. Aku duduk di kasur, bersandar di dinding dan mengambil gitarku. Memainkan sebuah lagu untuk nya yang mungkin cukup menghibur nya.

“Yey! Bagus banget, Mig! Tahu gitu, aku bakal nyuruh kamu nyanyiin lagu buat aku tiap malem.” kata Euri

“Ah, biasa aja kok!
Hahaa… Serius? Aku ngga’ keberatan lho nyanyi tiap malem buat Prince Charming.” goda ku

“Hahaha… beneran? Ngga’ tekor tuh tenggorokan kalo’ nyanyi tiap malem?” kata nya

“Haha… Iya juga sih…! Hmmm, ralat deh! 2 kali seminggu aja. Hahaha…” timpal ku

“Ufffttt! Dasar…!” Dungus Euri. Lalu kami tertawa berdua… Tak lama kemudian Euri tertidur, aku segera menyimpan gitar ku dan ikut tidur di samping nya.

Sayup-sayup aku melihat wajah tampan dan manis nya, amat manis… Mungkin terlalu manis untuk wajah seorang cowok. Atau mungkin bisa di bilang cantik ya? Hahaha…

Ingin sekali aku tidur sembari memeluknya… Hanya memeluknya, takkan lebih!
Namun, apa daya? Aku dapat memandangi wajah cantik nya dari jarak sedekat ini sudah sangat beruntung dan bahagia.

Selamat malam Euri… Aku janji akan selalu melindungi mu dari apapun dan siapapun. Aku menyayangimu…!


To Be Continued

Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S) – Part 2

--.DelvetiaN.--



Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S) – Part 2



Genre                    : Yaoi - Romance Fan Fiction

Author                   : Kiki Wellian S.

Background Song : Yiruma – River flows in you

Contact :

· Fb : Kiki Wellian Delvetian

· Blog : flipflop-delvetian.blogspot.com


*NB : Menerima Segala bentuk pujian, kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”



Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.

Kiki berharap agar cerita ini dapat menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.

Selamat membaca… ^.^”

Terimakasih!



~Author P.O.V~

“Sebelumnya maaf kalo’ aku belum kasih tau kamu. Aku lupa, kan emang kamu tau sendiri kalo’ aku emang orang nya pelupa.” kata Axel

“Huft! dasar…!!!
Emang kamu tuh nyebelin. bener-bener pelupa!
Ya udah, cepet kasih tau!” gerutu Euri

“Mereka itu Geng H.K nama nya. Mereka berlima di di segani dan banyak anak-anak sini yang ngejar-ngejar mereka karena mereka anak-anak orang kaya yang ada di sekolah ini dan mereka keren-keren, cakep-cakep. Memang di sini rata-rata sekolah nya anak-anak orang yang berduit tebal dan banyak juga yang cakep dan keren. Tapi mereka berlima yang paling kaya dan keren di sini. Di tambah lagi, salah satu anggota Geng tersebut adalah anak tunggal pemilik sekolah ini. nama anak nya ‘Key’, yang rambut nya belah samping kayak model-model korea yang lagi ngetrend sekarang ini. Warna rambutnya agak coklat, mata nya sipit dan alis nya tebal. Tau ngga’?” terang Axel panjang lebar

“Oh, anak yang paling sok, songong dan tengil dari ke lima anggota Geng itu?
Ya tau lah! Aku bener-bener benci sama tuh orang. Aku harus bales mereka semua, terutama dia. biar ngga’ sok berkuasa di sini.” timpal Euri

“Eiitttsss…! Jangan…!
Bisa-bisa kamu n’tar di keluarin dari sekolah ini. Mending diem aja! Lagian kalo’ kamu sampe’ mau balas dendam ke dia, malahan kamu sama busuk nya kayak dia dong? Trus kalo’ kamu sampe’ di keluarin dari sekolah ini, kamu ngga’ kasihan sama Mama kamu yang udah kerja keras dan sekarang jadi tulang punggung keluarga?” kata Axel

“Hmmm… bener juga sih! Ta… tapi, kalo’ mereka kelewatan… Lihat aja n’tar! Aku ngga’ takut sama mereka semua kok!” timpal Euri



Monday, 19.30 P.M

Tak lama kemudian, bel tanda makan malam berbunyi. Seluruh siswa Maple Valley berkumpul di aula besar dengan dekorasi yang begitu mewah, lengkap dengan berbagai makanan mewah dan lezat.



“Wah, kamu pasti anak baru ya? Aku ngga’ pernah lihat kamu. Nama kamu sapa?” tanya seorang pelayan makanan, sembari menyiapkan makanan di nampan untuk Axel dan Euri yang telah mereka pesan

“I… iyah! Aku Euri Ginoo!” jawab Euri

“Hmmm... Nama yang bagus! secakep wajah nya.” sahut pelayan tersebut

“Hahaha… bisa aja!” kata Euri kikuk

“Okay! dua Milk tea hangat dan dua Roast chicken, SIAP!” kata pelayan tersebut, sembari memberikan nampan makanan

“Thanks Ginoo!”  sahut Euri, Axel serempak!
-
-
-

“Kita duduk sini aja yuk! meja yang lainnya dah pada penuh.” kata Axel

“Ng… ngga’ mau ah!” timpal Euri sembari berhenti berjalan mendekati meja tersebut, lalu membalikkan badan

“Kenapa?” tanya Axel

“Makan se meja sama orang dingin dan cuek banget kayak gitu, ngga’ enak tau!” timpal Euri

“Ha? Emang kamu kenal sama dia?” tanya Axel

“Hmmm… Ya gitu lah! Dia Miguel. Dia itu dingin dan cuek banget…!
Aku sekelas sama dia. Dan parah nya lagi, aku sebangku sama dia. Jangan duduk sama dia ah, aku ngga’ mau! Dia bener-bener orang yang menyebalkan!” cerocos Euri

“Tapi udah ngga’ ada lagi meja yang kosong. Tiap meja, rata-rata di pake sama tiap Geng. Di sekolah ini tuh anak-anak nya punya Geng-Geng tersendiri gitu. Itu yang ngga’ aku suka, karna mereka jadi nya pilih-pilih temen gitu dan bentuk Geng-Geng tersendiri. Ngga’ mau bergaul secara universal dengan yang lainnya. Hanya bergaul dengan Geng nya aja.” terang Axel

“Hah? kok kamu ngga’ cerita? Pasti lupa lagi ya! Dasar pelupa!!!” omel Euri

“Hahaha… Ya gitu deh! Maaf!” timpal Axel kikuk

“Ta… tapi kenapa kayak gitu sih? Kan ngga’ baik. Harus nya berteman tuh universal, ngga’ kayak gitu!” kata Euri

“Yah! aku juga pengen nya sih gitu. Tapi mau gimana lagi, di sini emang kayak gitu.
Lihat tuh, anak-anak di meja itu yang seluruh anak nya pake’ baju biru!” kata Axel

“iya, kenapa emang?” tanya Euri

“Itu Geng musik. Rata-rata mereka semua sering ikut perlombaan musik mewakili sekolah, tampil di acara-acara sekolah ini, dan pasti nya mereka semua jago mainin alat musik sama nyanyi.
Kalo’ yang meja sebelah nya itu, mereka Geng programmer.
Trus di meja seberang sana, yang seluruh anggota nya pake’ kacamata, itu Geng kutu buku gitu!
Tapi anak-anak di sini tuh ada sisi baik nya juga. Geng kutu buku kayak mereka gitu ngga’ di hina, tapi di bangga kan. karena mereka semua berprestasi dan sering membanggakan nama sekolah. Dan anggota mereka ngga’ selalu pake’ kacamata dan penampilannya cupu / rapi banget gitu. Tapi ada juga yang ngga’ pake’ kacamata, modis, gaul, keren…
Lebih tepat nya mereka tuh Geng anak-anak yang ber’otak cerdas. bukan geng cupu.” terang Axel panjang lebar

“Oh, gitu! trus, yang pake baju serba item di meja yang itu. Nama nya Geng apa?” tanya Euri, sembari menunjuk salah satu meja di sudut ruangan

“N’tar aja deh jawab nya! Cape’ tau’, berdiri di sini sambil bawa nampan makanan kayak gini! Aku udah laper, duduk sana aja ah! yang penting dapet duduk, makan kenyang dan ngga’ berdiri di sini.” omel Axel, sembari menuju ke meja tersebut

“Yah, jangan ninggalin dong!
kok duduk di situ sih? Huft!” gerutu Euri, sembari melangkah terpaksa ke arah meja tersebut



Akhir nya mereka berdua duduk di meja bersama Miguel yang super dingin.



“Hai Mig, ki… kita boleh duduk sini kan?” tanya Euri kikuk

“_____” Miguel hanya diam dan memberikan angguk’an dengan tatapan tajam

“Ma… makasih!” timpal Euri kikuk

“Thanks, Mig!” sahut Axel

“Hmmm… setelah lihat wajah nya secara dekat, dia ternyata ganteng banget! ! ! Keren! ! !” bisik Axel

“Apa’an sih! Jangan ngomongin cowok sama aku. Aku ngga’ doyan cowok tau!” omel Euri, sembari menyikut tangan Axel

“Iya-iya!” sungut Axel

“Ya udah, lanjut’in yang tadi!” pinta Euri, sembari mulai memakan makanan nya

“Oh, yang pake baju serba item itu Geng motor. Jangan deket-deket sama mereka!
Trus yang pake baju merah, itu---“ kata-kata Axel terhenti ketika Euri menutup mulut nya

“Sssstttt… Udah ah! cape’! banyak amat Geng nya.
Hmmm… kalo’ kamu, punya Geng ngga?” tanya Euri

“Punya sih! abis nya anak-anak sini Geng-Geng’an. kalo’ aku ngga’ punya Geng, ya sama aja ngga’ punya temen.” kata Axel

“Trus, kenapa kamu malah makan malem sama aku di sini? kenapa ngga’ sama Geng mu aja?” tanya Euri

“Aku sengaja mau nemenin kamu dan udah bilang sama anak-anak Geng ku, mereka nyetujuin. kan kamu anak baru, jadi pasti nya belum ada temen, apalagi Geng.” jelas Axel

“Oh, gitu! Emang kamu ikut’an Geng apa’an?” tanya Euri

“Rahasia dong! n’tar kamu juga tau! Hahaha.” timpal Axel

“Haassshhh! Pelittt!” gerutu Euri. Axel hanya tertawa penuh kemenangan

“Ehmm, Mig… kalo’ kamu ikut’an Geng apa?” tanya Euri dengan senyuman simpul

“________” Miguel hanya terdiam, lalu memandang Euri dengan tatapan tajam penuh kebencian

“Jj… jangan nanya hal itu ke dia! Aduh!” bisik Axel

“Ke… kenapa?” tanya Euri

“Dia itu, mantan anggota Geng H.K. Dia di keluarin sama Key, ketua Geng itu!” terang Axel

“Haaasssh! kamu pasti lupa lagi buat cerita ke aku! dasar!
Aku kan ngga’ tau…!” omel Euri

“Iya, sorry dah! pokok nya jangan tanya-tanya itu lagi!” pinta Axel

“Hmmm… iya deh!” kini Euri tengah tertunduk, takut menatap tatapan tajam Miguel

“Good evening!” sapa salah seorang staff sekolah

“Good evening! ! !” sapa seluruh siswa serempak

“Selamat menikmati hidangan makan malam nya. kalau mau tambah, jangan sungkan-sungkan!” kata staff tersebut, di sambut gelak tawa para siswa

“Okay! buat menemani acara makan malam di malam ini, para anggota Geng Musik seperti biasa, akan tampil memainkan musik klasik untuk malam ini. Silahkan!” kata staff tersebut, lalu di sambut tepuk tangan para siswa

“Oh ya, kamu pengen masuk Geng apa?” tanya Axel

“Hmmm… ngga’ tau! masih bingung! abis nya Geng nya banyak amat.
Yang pasti, meski aku nanti juga gabung ke salah satu Geng, aku akan tetep berteman secara universal sama sapa aja.” ujar Euri

“Wah, bagus tuh!” sahut Axel, lalu musik mulai mengalun

“Wah, ini kan River flows in you-nya Yiruma. Kayak nya, aku gabung di Geng musik aja deh! hehehe” kata Euri bersemangat

“Ah, pilihan yang tepat! kamu kan bakat di bidang musik, kamu jago main biola dan suara kamu bagus!” timpal Axel
“Tapi, Geng musik di sini masih terbagi jadi banyak lagi, sesuai genre musik nya…
Ada Geng musik klasik, rock, hip-hop, pop, -----“ kata-kata Axel terhenti, karena Euri menyikut tangan nya

“Aku udah tau! genre musik tuh banyak, jadi Geng musik di sini pasti masih terbagi lagi. Udah ya, jangan cerewet! Aku mau dengerin nih musik… Abis nya dari kemarin belajar River flows in you, ngga’ bisa-bisa. susah amat!” timpal Euri

“Huft!” desah Axel
-
-
-

Setelah acara makan malam tersebut selesai, banyak para siswa yang segera meninggalkan aula tersebut dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Euri dan Axel beranjak dari meja mereka setelah aula tersebut benar-benar sepi.



Saat Axel dan Euri berjalan melewati koridor asrama, langkah Euri terhenti saat melihat sesuatu yang janggal bagi nya.


“What! Ngapain tuh mereka?” bisik Euri, sembari memandangi lubang kunci salah satu pintu kamar asrama tersebut

“udah ah, jangan di liat’in! lagian kamu lancang amat ngintip kamar orang!” omel Axel

“Abis nya, aku penasaran! pas lewat sini tadi kok denger suara-suara berisik gitu. Aku kan jadi pengen ngintip. Eh, ngga’ tau nya ada dua orang cowok lagi pelukan sambil ‘kissing’. ihhh! ” timpal Euri, dengan ekspresi jijik nya saat melihat adegan tersebut

“Denger ya, emang di sini tuh satu kamar di isi dua orang. Kita bebas mau pilih sekamar sama siapa. Dan kebanyakan mereka semua tuh pilih nya sekamar sama Boyfriend mereka masing-masing. Hanya beberapa anak aja yang sekamar sama sahabat / temennya. Terutama cowok-cowok straight di sini, pasti sama temennya lah. Jadi kalo’ ada adegan kayak gitu, ngga’ usah kaget! Dan kamu, jangan sembarangan ngintip kamar orang! ngga’ sopan! ! !” omel Axel

“Iya-iya…” sungut Euri

“Hmmm… trus, kenapa aku doang yang tinggal sendirian di kamar? Kan ngga’ enak! Ngga’ ada temen nya. Harus nya kamu sekamar sama aku, tapi aku ngerti kok! kan kamu sama Boyfriend mu.” lanjut Euri

“So… sorry ya sob! abis nya BF aku was-was dan ngga’ suka kalo’ aku tinggal sekamar sama cowok lain, meskipun dia sahabat aku.” kata Axel penuh penyesalan

“Ta… tapi kan aku straight! jadi apa yang di cemasin sama BF mu? Huft!” sungut Euri

“Emang sih, aku juga udah bilang gitu ke dia pas kamu udah sekolah di sini. Tapi yang dia khawatirin bukan kamu nya, karna kamu straight jadi ngga’ mungkin macem-macem. Dia itu khawatir nya sama aku! Dia takut kalo’ sampai aku tergoda sama kamu. gitu!
Apalagi menurut dia, kamu cakep banget! pasti aku tergoda. Maaf ya sob, sementara ini kamu sendirian aja ya! N’tar aku cari’in temen yang straight dan mau sekamar sama kamu. Jangan sama yang Biseks atau Gay, tar kamu di apa-apain lagi.” jelas Axel panjang lebar

“Iya aku ngerti. Gapapa, aku ngga’ marah. aku ngerti perasaan BF kamu kok!
Trus, cepetan ya nyariin temen buat aku. biar aku ngga’ kesepian mulu di kamar!” timpal Euri

“Beres sob!
Ya udah, cepet balik ke kamar! Jangan tidur malem-malem… besok sekolah pagi! Bye!” kata Axel, setelah sampai di depan kamar nya

“Bye! met berduaan ya sama BF kamu! Hahaha…” celetuk Euri

“Ukkkhhh! Dasar! ! !” sungut Axel

“Apa’an sih malem-malem gini teriak-teriak? Aku ngantuk sayang! Aku udah nungguin kamu dari tadi tapi ngga’ balik-balik ke kamar. Tidur yuk?” kata seorang cowok tampan, bertelanjang dada yang tengah membuka pintu kamar sembari mengusap mata nya

“Hehehe… maaf sayang!
Itu tuh si Euri, ngeselin!” kata Axel

“Oh, kamu Euri ya?
Anak baru itu, sahabat nya Axel?” tanya cowok tersebut pada Euri

“I… iya! Aku Euri. Ya udah, aku mau balik dulu ke kamar ku. Bye!” kata Euri kikuk

“Bye!” sahut cowok tersebut ramah, lalu menepuk pundak Axel dan mengajak nya masuk ke kamar, menutup dan mengunci pintu, lalu memeluk Axel dan membaringkan nya di kasur dan memeluk nya
^////^”
-
-
-

Sesampai nya di kamar, Euri tengah terbaring di kasur nya sembari memeluk pigura foto seseorang.



“Papa… Aku kangen banget sama Papa!
Maaf, aku ngga’ bisa sering-sering ke pemakaman buat ngunjungin Papa. Aku sekarang sekolah di asrama, jadi ngga’ bisa kemana-mana. Aku kangen banget sama Papa!” gumam Euri, sembari meneteskan air mata

Lalu tak lama kemudian tertidur dan mengarungi alam mimpi
-
-
-

Sudah selama dua minggu Euri sekolah di Maple Valley. Dia mendapat banyak teman dan bergabung di Geng musik klasik. Permainan nya begitu bagus! Para guru berniat menampilkannya saat makan malam menyambut natal. Namun, selama dua minggu itu juga Key dan Geng nya sering mengusik dan mengganggu nya. Hingga suatu hari, Key dan Geng nya begitu keterlaluan mengganggu Euri dari sebelum-sebelumnya…
-
-
-


Saturday, 24th December 2011


“Hari ini pelajaran apa?” tanya Euri

“Renang!
Emang kamu belum dapet jadwal pelajaran nya ya?” timpal Miguel

“Iya! maka nya aku ngga’ tau sekarang pelajaran apa. Aku lupa mulu’ kalo’ mau pinjem ke kamu. Aduh, aku mesti balik ke asrama lagi buat ambil perlengkapan renang.” sahut Euri

“Nanti pulang sekolah ikut aku ke kamar ku. Aku kasih jadwal nya!” timpal Miguel, masih dengan tatapan tajam nya

“Wah! thanks ya!
Ya udah, aku mau ambil perlengkapan renang dulu!” sahut Euri, lalu berlari keluar kelas menuju asrama



Setelah mengambil perlengkapan renang dan memakai nya, Euri dan teman-teman nya tengah melakukan pemanasan di kolam renang sekolah tersebut



“Oke, cukup pemanasannya!
Sekarang silahkan berenang gaya apa pun, bebas! Maaf saya tinggal dulu, ada keperluan sebentar.
Buat yang belum bisa berenang, minta ajari sama teman-teman lainnya. Paham?” kata Guru olahraga tersebut

“Yes, Sir…!” teriak anak-anak serentak


Anak-anak lainnya pun mulai memasuki kolam. Euri hanya duduk di tepi kolam, memasukkan kaki nya ke dalam air, sembari memandangi langit biru.


“Wah, ternyata si ‘Prince Charming’ ngga’ bisa renang tuh! maka nya dia duduk sendirian di sini. Hahaha, malu-malu’in! Cakep-cakep ngga’ bisa renang. Hahaha” celetuk Key, di ikuti gelak tawa anggota Geng nya yang lain

“Biarin! percuma juga jago renang, tapi sombong kayak kalian!” sungut Euri, yang kini mulai di penuhi amarah

“Apa kamu bilang? Kita semua dah peringatin kamu kemarin. Kamu masih aja ngelunjak!” sungut Key

“Udah lah Key, kita kasih dia pelajaran aja! Biar ngga’ ngelunjak lagi sama kita-kita. Oke ngga’?” sahut Vicky, salah satu anggota Geng tersebut

“Ide bagus tuh! Hahaha” timpal Key, lalu berkumpul membentuk lingkaran untuk berdiskusi bersama Geng nya

“Aku ngga’ takut sama orang-orang sok, songong, dan tengil kayak kalian semua!” sungut Euri

“Udah, jangan banyak bacot! Hahahaha” timpal Heldy, salah seorang anggota Geng tersebut

“C’mon Guys!” teriak Key, lalu dia melangkah menghampiri Euri di ikuti oleh Geng nya

“Ma… mau ngapain kalian? !” kata Euri, gugup

“Lep, lepasin!” lanjut Euri, saat tangan dan kaki nya mulai di pegangi oleh mereka


Lalu Key dan anggota Geng nya mengangkat tubuh nya dan melemparkan nya ke tengah kolam


Byuurrr…!!!


“Hahaha… met minum air. Minum yang banyak ya! biar ngga’ haus n’tar di kelas! Hahaha” celetuk Vicky dengan senyuman penuh kemenangan

“Hahaha… lihat tuh, tampang nya memalukan banget!” sahut Key, saat melihat Euri tengah naik-turun di air kolam sembari melambaikan tangan nya untuk meminta tolong

“AWAS kalo’ kalian semua sampai nolongin dia! Kalian bakal dapet yang lebih dari dia! ! !” ancam Key pada para siswa yang tengah terlihat cemas melihat Euri



Tak lama kemudian, nafas Euri semakin sesak! Tubuh nya mulai lemas, dan dia tenggelam ke dalam kolam tersebut. Semua siswa mulai panik!



“Awas! jangan ada yang nolongin dia!” ancam Key lagi

“Udah ah ngasih pelajarannya, dia bisa mati Key!” kata Vicky panik

“Iya nih! kalo’ ada apa-apa, aku ngga’ mau tau!” sahut Heldy

“Haaassssh! Diem napa! ! ! Jangan bacot mulu!” sungut Key, yang mulai terlihat panik



Tak lama kemudian, ada seorang cowok yang berenang menghampiri Euri
Setelah sampai, dia berenang sembari membawa Euri menuju tepi kolam
Lalu dia menidurkan tubuh Euri yang tengah tak sadar kan diri dan menepuk-nepuk pipi nya

Key terlihat begitu geram melihat cowok tersebut yang menolong Euri



“Eh, kamu tuli ya? Aku udah bilang, jangan nolongin dia!
Lihat aja n’tar, kamu bakal dapet pelajaran yang lebih dari dia!” teriak Key. Namun cowok tersebut tak menghiraukannya. Dia mulai menekan-nekan dada dan area dekat perut Euri dengan kedua tangan nya

“Guys! C’mon, cabut yuk!” kata Key



Euri tetap saja bergeming, tak sadarkan diri. Kini Euri dan cowok tersebut di kelilingi oleh kerumunan para siswa yang terlihat begitu panik. Cowok tersebut mulai terlihat putus asa dengan usaha nya menekan-nekan dada dan perut Euri



dan,,



CUP!


Cowok tersebut mencium bibir Euri, berusaha memberi nya nafas buatan

“Eh, lihat tuh!” kata Vicky
Key dan anggota Geng nya berhenti berjalan, lalu membalikkan badan nya


“Well, So sweet!” celetuk Mark

“Aduh, jadi pengen dah! wkwkwk” sahut Heldy

“Udah ah! cabut yuk! ! !” sungut Key, dia terlihat begitu geram melihat cowok tersebut mencium bibir Euri, Seakan cemburu…



“Euri… C’mon! sadar!” kata cowok tersebut begitu panik setelah memberi Euri nafas buatan, namun Euri tetap tak sadarkan diri


Lalu dia kembali mencium dan memberi Euri nafas buatan, dan akhir nya…


“Uhuk-uhuk!” Euri terbatuk dan keluar air dari mulut nya. Wajah nya begitu pucat

“Kamu gapapa kan?” tanya cowok tersebut panik

“Gapapa kok! Thanks Mig!” sahut Euri

“Mending bawa dia ke UKS aja deh, Mig!” sahut salah seorang siswa

“Iya tuh, kasihan Euri.” sahut siswa lainnya

“Good Idea!” sahut Miguel, lalu meletakkan tangan kiri Euri di pundak nya dan membantu nya berdiri, lalu membawa nya menuju UKS
-
-
-


“Thanks Mig, udah mau nolong aku!” kata Euri, setelah meminum obat dan coklat panas

“Yeah! kamu gapapa kan?” sahut Miguel

“Gapapa kok!” jawab Euri

“Obat nya udah di minum?” tanya penjaga Staff UKS

“Yes, Sir!” sahut Euri

“Ya udah, saya mau ke ruang guru sebentar. Ada keperluan!” kata Staff UKS

“Okay!” sahut Miguel

“Ya udah, kamu balik ke kelas aja Mig, bentar lagi kan pelajaran!” kata Euri

“Ngga’… Aku mau nemenin kamu di sini aja!” timpal Miguel

“Ta… tapi---“ kata-kata Euri terputus saat Miguel meletakkan jari telunjuk nya di bibir Euri

“Ssttt… cerewet!” kata Miguel ketus

“Whatever deh!” sahut Euri

“Ehmmm… kamu tadi kok bisa di ceburin sama mereka? Kamu berulah ya?” tanya Miguel

“Ngga’ kok! justru mereka yang mulai duluan. mereka ngatain aku ngga’ bisa renang, terus aku marah dan ngatain mereka bisa renang tapi sombong. Terus mereka nyeburin aku!
Tapi bener sih, aku emang ngga’ bisa renang. Huft!” kata Euri

“Jadi, itu fakta dong?” tanya Miguel

“Ya gitu deh! Udah ah, aku malu tau’, Jangan bahas itu lagi!” sungut Euri

“Hahaha… Ka… kamu lucu ya ternyata!” Miguel tertawa lepas, sembari mencubit pipi Euri

“Apa’an sih! Sakit tau!” sungut Euri, lalu Miguel kembali tertawa, namun semakin keras

“Ya Tuhan! Dia begitu manis dan tampan saat tertawa seperti ini. Baru kali ini aku melihat nya tertawa seperti ini. Sebelum-sebelum nya, selama dua minggu ini dia begitu dingin dan cuek!” besit Euri dalam hati

“Udah ah ketawa nya!” sungut Euri, lalu membungkam mulut Miguel

“Habis kamu lucu banget tau’! Hahaha…” sahut Miguel, setelah menepis tangan Euri

“Aku seneng lihat kamu bisa tertawa kayak gini. Sebelum-sebelum nya kamu selalu bersikap cuek dan dingin sama siapa pun. Kenapa sih kamu kayak gitu?” kata Euri, lalu menundukkan wajah nya

“Cerita nya panjang Euri… Kapan-kapan aja aku ceritain ke kamu! Yang penting sekarang, aku janji ngga’ akan cuek dan dingin lagi tapi itu sama kamu doang. Yang lainnya, Enggak!” sahut Miguel

“Really?” tanya Euri antusias

“Sure!” sahut Miguel, lalu dia tersenyum simpul dan mengusap rambut Euri
-
-
-


Saturday, 19.30


“Well, kamu cakep dan keren banget malam ini dengan jas itu!” kata Miguel, saat melihat Euri masuk ke kamar nya

“Hahaha… bisa aja! Kau juga cakep kok!
Ya udah, mana jadwal nya? Aku mesti cepet-cepet ke aula. bentar lagi tampil buat acara dinner dan malam menyambut natal!” sahut Euri

“Sabar dong!” Miguel mengambil selembar kertas yang ada di meja belajar nya lalu memberikannya pada Euri

“Thanks! Ya udah yuk, kita ke aula bareng’an aja!” kata Euri

“Okay!” kata Miguel, lalu memasukkan selembar kertas ke dalam celana nya

“Apa’an tuh?” tanya Euri

“Lirik lagu. Ada yang sedikit belum aku hafal, jadi aku mau menghafalkannya sebelum tampil nanti.” jawab  Miguel

“Ka… kamu nanti nyanyi?” tanya Euri

“Iya, aku kemarin di tunjuk oleh Mrs. Veronica.” kata Miguel

“Kok aku ngga’ tau ya? Lagian kebanyakan yang tampil kan Geng-Geng musik, tapi kamu kan bukan Geng musik?” timpal Euri

“Emang bukan, tapi dulu aku sering tampil kalo’ ada acara natal seperti ini. Dan seperti tahun sebelumnya, malam ini aku tampil lagi!” sahut Miguel, lalu menutup pintu kamar dan mulai berjalan menuju aula bersama Euri

“Ah! aku ngga’ sabar pengen lihat penampilan kamu malam ini.” kata Euri

“Haha… Tunggu aja!” timpal Miguel

“Oh ya, kamu kenapa ngga’ ikut Geng musik juga?” tanya Euri, setelah sampai di aula dan menuju salah satu meja kosong

“Ngga’ ah!” sahut Miguel

“Please, Mig! mau yah?” lanjut Euri

“Hmmm… oke deh!”  timpal Miguel

“Asyik! ! !” kata Euri dengan senyum simpul

“Eh, lihat tuh! Orang-orang pada ngeliatin kesini. Pasti karna ngeliatin penampilan kamu malam ini yang kelihatan cakep dan keren banget!” kata Miguel, saat menyadari seluruh orang-orang yang telah berkumpul di aula memandang ke arah nya dan Euri

“Ngga’ ah, biasa aja! Lagian kamu juga cakep dan keren banget malam ini. Bisa aja ngeliatin kamu juga!” kata Euri kikuk

“Ya udah! silahkan duduk, Prince!” goda Miguel, sembari mengedarkan tangan nya

“Apa’an sih!” sahut Euri kikuk
-
-
-


Acara di malam itu berjalan dengan lancar. Penampilan Euri dengan biola nya dan penampilan vokal Miguel begitu memukau para penonton. Key dan Geng nya terlihat tidak suka dengan pemandangan tersebut. Dan Key, terlihat begitu cemburu melihat kedekatan Euri dan Miguel yang semakin lama semakin dekat.



Monday, 25 December 2011


Setelah mengikuti khotbah dan ibadah di pagi hari untuk memperingati natal, Euri dan Axel tengah duduk di taman sekolah. Euri memainkan biola nya dan Axel hanya sibuk membuka  ‘facebook’ dari HP nya.



“Eh, denger-dengerpas pelajaran renang kemarin kamu tenggelam di kolam gara-gara ulah Key and the Gank ya?” tanya Axel tiba-tiba

“Hm… begitulah!” jawab Euri singkat, lalu kembali memainkan biola nya

“Kamu di tolongin sama Miguel ya?” tanya Axel lagi

“Iya, kenapa emang?” timpal Euri

“Gapapa… Ternyata dia baik juga ya? Padahal dia dingin banget gitu orang nya.” kata Axel, lalu menutup facebook dan memasukkan HP nya ke saku

“Iya… Kan ngga’ semua orang itu negative semua, pasti ada sisi baik nya lah!” sahut Euri

“Tapi, masalah nya dia pake’ nyium kamu segala! Pas waktu ngasih nafas buatan ke kamu.”

“WHAT?! Se… serius kamu?” tanya Euri kaget! Seketika itu berhenti memainkan biola nya dan meletakkan nya di meja taman

“Iya, kata anak-anak yang ada di TKP waktu itu. Masa’ kamu ngga’ tau sih?” kata Axel, lalu memandang Euri lekat

“Enngg… Engga’!” kini wajah nya mulai memerah, lalu dia memegangi bibir nya dengan jemari nya

“Hassssh! Ini kan first kiss aku! Dan yang nyium tuh cowok, bukan cewek!
Shit…! bahkan aku aja belum pernah kissing sama Olive, cewek ku.” gerutu Euri

“Hahahaha… Udah lah, kan udah terlanjur juga. Jadi ngga’ usah di sesalin!” celetuk Axel
“Lagian, yang nyium cakep dan keren banget! Wah, jadi iri nih!” lanjut Axel

“Diem! ! !” omel Euri

“Hahaha… Sorry deh, sorry! Just kidding!” kata Axel

“_____” Euri hanya terdiam menahan amarah, lalu menghela nafas dan mengusap bibir nya dengan raut wajah seakan jijik

“Kamu pasti belum tahu ya, kalo’ berita kamu di cium sama Miguel itu udah nyebar ke seluruh siswa M.V dan jadi berita hangat minggu ini. Cause, kamu kan salah satu idola di sekolah ini. Semenjak kamu tampil di malam natal kemarin, fans mu makin banyak aja! Hahaha” kata Axel

“hah? jadi berita itu udah ke sebar di seluruh siswa M.V?” tanya Euri gugup

“Ya, begitulah!
Tapi seperti biasa nya, guru-guru dan staff ngga’ akan ada yang tahu! hanya para siswa M.V doang yang tahu!” timpal Axel



Tak lama kemudian, ada seorang cowok yang tengah berjalan dan mendekat ke arah mereka berdua.



“Hai…!” sapa Miguel

“Hai, Mig!” sapa Axel
“______” Euri hanya terdiam, memasukkan biola nya ke dalam koper, lalu meninggalkan mereka berdua di taman

“Errr… kamu mau kemana?” tanya Axel

“_________” Euri hanya terdiam, tetap berjalan meninggalkan mereka berdua

“Kenapa sih dia? Ngga’ biasa nya dia kayak gitu! biasa nya kan dia ceria. Baru pas aku udah ke sini, dia langsung dingin dan pergi gitu aja. Ada masalah apa?” tanya Miguel

“A… anu! Hmmm… It… itu gara-gara-----“ jawab Axel kikuk, lalu menceritakan segala hal yang telah dia beritahukan pada Euri

“Arrgghh! Shit!
Pantes dia kelihatan dingin dan marah sama aku!” gerutu Miguel

“So… sorry Mig! Lagian, cepat atau lambat dia bakalan tahu juga! Cause, berita itu kan udah nyebar ke seluruh siswa M.V” timpal Axel

“______” Miguel hanya terdiam, lalu bergegas menemui Euri di kamar nya
-
-
-


Tok! Tok! Tok!



“Siapa?” tanya Euri

“Aku Miguel! Buka pintu nya Err…!” sahut Miguel

“Ngapain kamu ke sini? Aku cape’, mau tidur!” kata Euri, lalu membenamkan wajah nya di bantal

“A… Aku tahu kamu marah sama aku gara-gara masalah itu. Aku ngelakuin itu cuman karna pengen nolongin kamu Err, ngga’ lebih! Tolong ngerti Err…! Waktu itu aku takut kamu kenapa-napa. Aku bingung mesti ngapain. Please, buka pintu nya Err…!” terang Miguel

“_____” Euri hanya terdiam, lalu menutup ke dua telinga nya

“Err… tolong buka!” lanjut Miguel

“Err…? Jawab dong!” kata Miguel kemudian, lalu kembali menggedor-gedor pintu kamar Euri

“Itu tuh first kiss aku Mig! Bahkan aku belum sempat kissing sama cewek ku, tapi udah kamu rampas ciuman kami berdua! Kamu tahu kan, aku jijik sama cowok! Aku beda sama kalian semua, aku straight!” kata Euri penuh amarah

“Maafin aku Err… A… aku-----“ kata-kata Miguel terpotong saat ada seorang cowok yang menarik tangan nya dan membawa nya ke area koridor yang sepi

“Mau ngapain kamu?” tanya Miguel pada cowok tersebut

“Aku peringatin sama kamu, jangan deketin Euri lagi! Dia milik ku! ! !” kata cowok tersebut, lalu mencengkeram rahang Miguel
-
-
-

To Be Continued