Pages

Perfect World Online Pointer

♫ Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S) – Part 11 - 12 ♪

--.DelvetiaN.--

♫ Eternal Violin of Symphony (E.V.O.S) – Part 11 - 12 ♪


Genre                          : Yaoi - Romance Fan Fiction
Author                        : Kiki Wellian S.
Background Song      : Yiruma – River flows in you
Contact                       :
  • Fb        : Kiki Wellian Delvetian
  • Blog     : flipflop-delvetian.blogspot.com

*NB : Menerima Segala bentuk pujian, kritikan sopan, dan kritikan pedas tapi membangun. Selamat membaca! ^^”


Ini adalah karya ke dua Kiki. Semoga dapat menjadi cerita yang menarik bagi para pembaca.
Kiki berharap agar cerita ini dapat menjadi cerita yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat membaca… ^.^”
Terimakasih!







~Euri P.O.V~

Aku langsung menemui Key saat mendapat kabar bahwa ia telah kembali dari rumah sakit. Di kamar Key terlihat Vicky tengah menyuapi Key dengan semangkuk bubur. Entah kenapa aku tak suka melihat pemandangan tersebut. Selain Vicky, di sana terdapat Mama nya Key juga beberapa teman-temanku.

“Key, ayo di habisin buburnya! Kamu mesti makan yang banyak, terus minum obat!” rayu Vicky
“Udah ah, aku kenyang!” gumamnya ketus, lalu meneguk segelas air putih
“Ya udah, Mama tinggal dulu ya sayang! Mama mesti balik ke kantor!” pamit wanita setengah baya tersebut, lalu mencium kening Key dan berjalan keluar kamar setelah mendapat anggukan dari Key
“Eh, kamu temennya Key juga?” tanya nya saat melihatku tengah berdiri di koridor
“Iya tante” timpalku
“Masuk aja nak! Gapapa…!” setelah tersenyum simpul, lalu dia kembali melanjutkan langkahnya. Aku segera masuk ke kamar
“Euri?” sapa Key senang
“Hai! gimana keadaan kamu Key?” tanyaku
“Udah baikan kok!” gumamnya, lalu Vicky memandangku dengan tatapan sinis
“Syukur lah! Trus apa kata dokter?” gumamku, lalu mendekat ke arah Key
“Dokter bilang ini semua cuma kecelakaan kecil kok! Kaki ku cuman retak. Kata dokter, aku udah boleh pulang hari ini juga!” timpalnya senang
“Syukur lah kalau begitu! Aku cemas banget sama kamu Key!” lontarku
“Ya udah, aku pamit dulu ya!” kata salah seorang siswa, lalu keluar
“Iya! Thanks banget ya!” sahut Key
“Err, kamu ngga’ balik juga?” tawar Mig
“Ah, aku pengen di sini aja!” gumamku, lalu Vicky menatapku sinis seakan ingin mengusirku dari sini
“Yuk, kita balik aja! Biarin aja mereka berdua, Err…!” sahut Mark, lalu Axel menarik tangan ku keluar

Aku paham maksud kalian temen-temen… Akhirnya kami semua pamit untuk kembali ke kamar. Di sana hanya tersisa Key dan Vicky

“Nyebelin banget tuh sih Vicky! Cari perhatian mulu dari tadi di depan Key loh!” cerocos Axel setelah kami semua berkumpul di kamar Mig yang termasuk kamarku juga
“Hah? Masa sih?” gumamku
“Iya tuh! Sebelum kamu dateng, dia caper banget tuh! Apalagi pas ada Mama nya Key. Ukh! Sumpah jadi pengen jambak-jambak rambut tuh anak!” cerocos Axel geram
“Iya tuh! Pake meluk-meluk Key, bantu Key jalan dan pake nyuapin Key segala! Caper banget lah pokoknya!” sahut Mark
“Biarin aja lah!” gumamku, tapi entah mengapa aku begitu kesal mendengar itu semua
“Haha… Kamu cemburu ya?” goda Axel
“Enggak! Enak aja kamu! ! !” pekik ku kesal
“Hahaha… Bohong! itu tuh mukanya aja merah!” sahut Mark
“Ukh! ! ! Whatever lah, kalo ngeladenin kalian n’tar malah ngga’ selesai-selesai.”  gerutu ku. Sedangkan Mig hanya terdiam, lalu memandangiku dengan pandangan yang sulit ku artikan
“Okay, udah ah jangan bahas itu lagi! Yang penting kan Key udah balik dan ngga’ kenapa-napa! Kita doain aja moga cepet sembuh!” kata ku, mengubah topik pembicaraan
“Sip!” sahut Axel

Tok! Tok! Tok!

“Iya, siapa ya?” tanyaku saat seseorang di luar sana ada yang mengetok pintu kamar
“Axel di sini?” tanya cowok tersebut setelah aku membuka pintu kamar namun tak sepenuhnya ku buka, hanya beberapa centi, jadi anak-anak yang lainnya tak tau siapa yang mengetok pintu
“Okay, bentar ya!” gumamku, lalu menutup pintu dan bergegas menemui Axel. Okay, aku mulai mengingat siapa dia! Cowok itu kan BF nya Axel waktu beberapa minggu yang lalu aku ketemu sama dia di depan kamarnya Axel
“Di cariin BF mu tuh!” goda ku, lalu anak-anak yang lain langsung ribut ngga’ karuan
“Ciyeeehhhh! Sapa sih BF mu?” tanya Mig
“Kenalin ke kita-kita dong!” goda Mark
“Hah? Aduh…! kamu sih, Err… Jadinya kayak gini kan sekarang, mereka pada tau!” omel Axel, lalu bangkit dari duduknya
“Hahaha… Sorry, keceplosan tadi! Ya udah sana samperin tuh!” goda ku. Dia mendengus kesal lalu bergegas membuka pintu dan keluar dari kamar
“Eh, kamu ngapain?” omelku saat Mark mengintip di celah pintu
“Sssttt….! Aku penasaran siapa BF nya Axel!” gumamnya pelan
“Aku juga penasaran nih!” Mig jadi ikutan ngintip
“Huft! dasar!” gumamku, lalu kembali duduk di kasur dan membalas sms dari teman  Geng musik ku yang belum sempat ku balas tadi

From : Thomas (
“Besok ada latihan musik. Bisa ikut?”
Reply : “Okay, jam berapa?”
“Jam sepulang sekolah, Err… Jadi jangan tidur siang kayak biasanya. Kita mesti latihan keras buat performs kita selanjutnya!”
Reply : Okay, C.. U..! Thx udah ngasih tau!”
“Eh, mereka berdua pelukan!” gumam Mark kegirangan
“Bodo amat!” gumamku, lalu aku merebahkan tubuhku di kasur
“Sekarang mereka malah ciuman! Gila… Berani banget ciuman di depan dorm.” gumam Mark kemudian
“Hah?” aku segera berlari menuju pintu dan ikutan mengintip dari celah pintu
“Tadi ngga’mau ikut, sekarang malah nimbrung! Gimana sih!” omel Mark
“Bodo amat! Mana, mereka ngga’ ciuman gitu? Cuman pelukan doang!” bisik ku
“Tadi ciuman, sekilas! Kamu telat! Hahaha…” gumam Mark. Aku mendengus kesal!
“Kok bisa sih berani banget ciuman di koridor dorm? kan enakan di kamar aja, malah bisa yang lebih-lebih!” gumam Mig heran
“Lebih-lebih? Maksudnya apa?” tanyaku
“Kamu kan straight, ngga’ perlu tau urusan cowok Gay sama Biseks!” goda Mark. Aku mendengus kesal! Mig yang biasanya membelaku malah ikut-ikutan tertawa
“Shit!” gerutu ku
“Eh-eh, mereka cabut tuh!” gumam Mark
“Mau ke mana tuh?” sahut Mig
“Kita ikutin yuk?” ajak Mark
“Ide bagus! Asyik nih kayaknya. Hahaha…” sahut Mig, lalu mereka berdua perlahan membuka pintu dan mengikuti Axel dan BF nya
“Eh, tungguin! Aku pengen ikut juga!” pinta ku
“Cowok straight dilarang ikutan ya!” goda Mark
“Iya tuh, n’tar kamu shyock!” timpal Mig
“Hash! Peliiitttt!” pekik ku lalu mendengus kesal
“Diem, nanti ketahuan!” Mark membekap mulutku
“Aku pokoknya penasaran, pengen ikut!” pinta ku
“Iya-iya… Tapi jangan rame! Diem aja!” ancam Mark
“Iya-iya…!” gumamku

Tak lama kemudian Axel kembali masuk ke kamar. Sebelumnya anak-anak langsung bergegas pura-pura duduk-duduk di kasur. Aku tak menemukan kecurigaan di benak Axel, lalu dia pamit kalau ada acara dengan BF nya. Kami semua hanya mengangguk. Setelah Axel keluar kamar, Mark merencanakan untuk memata-matai Axel sekaligus pengen tau siapa BF nya, cause tadi ngga’ seberapa jelas lihat wajahnya waktu ngintip di celah pintu. Axel dan BF nya ternyata menuju ke tempat pemandian yang ada di dorm. Kami segera mengikutinya secara diam-diam… Seluruh anak-anak M.V juga mandinya di sana… Barengan! Hal itu udah biasa. Di sana begitu lengkap, ada pemandian air panasnya, trus ada tempat saunanya juga, ada aliran air yang buat terapi kesehatan air itu namanya apa ya, aku lupa. Pokoknya kayak gitu lah! Hehe

Aku melihat Axel dan BF nya keluar dari loker pemandian dan sudah mengenakan piyama dari handuk yang di gunakan untuk mandi. Di sana juga lumayan ramai, terdapat beberapa siswa yang tengah berendam di kolam air panas, mandi di shower dan beberapa sedang bermesraan di area kolam.

Sudah 1 bulan lamanya aku sekolah di sini, saat mandi pun tak jarang aku melihat cowok dan cowok bermesraan seperti itu di tempat pemandian dorm. Awalnya sih aku shyock dan jijik, tapi lama-lama aku mencoba untuk membiasakannya walau terkadang jijik juga. Bagaimana pun kan ini sekolah’an ku, jadi aku harus beradaptasi dengan lingkungan ku sehari-hari.

Di pojok kolam terdapat dua orang cowok yang sedang berciuman, saling melumat bibit! Sedangkan di area shower, terdapat 5 orang siswa yang mandi bersama, dua lainnya berpelukan mesra, yang lainnya saling berciuman, saling menggosokkan sabun ke tubuh pasangannya. Wew! Panas mata ku lihatnya! >.

“Wew, kelihatannya asyik tuh!” gumam Mark
“Hahaha… iya! jadi horny nih!” sahut Mig

Plak!

“Aduhhh!” lenguh mereka berdua karena aku memukul pipi mereka pelan
“Inget, tujuan kita di sini tuh ngamatin Axel plus nyari tau siapa BF nya dia itu!” omelku
“Ngga’ asyik kamu tuh! Lagi enak-enaknya nonton pemandangan seru nih!” protes Mark
“Huft!” dengusku kesal
“Sayang nya aku ngga’ punya BF. Kalo punya, udah aku ajak mandi bareng dari tadi deh!” gumam Mark
“Sama… Aku juga! Huft!” komentar Mig
“Ayo! Kita cari di mana Axel.” bentak ku setelah aku menyadari bahwa kami kehilangan jejaknya
“Susah nih cari dia di tempat macam begini. Lagi rame pemandiannya!” keluh Mark. Tapi aku segera menarik mereka untuk pergi
“Hey, kayaknya itu Axel deh! yang mau masuk ke kolam air panas itu.” kata Mig sembari menunjuk dua orang cowok yang sedang melepas piyama nya dan yang tersisa hanyalah sebalut handuk pendek yang melingkar di area perut nya
“Mana?” gumam Mig
“Itu tuh! Yuk, cepet kita ikutan berendam juga!” terang Mark. Lalu kami bertiga bergegas menuju ke loker penyimpanan pakaian

“Aduh!” gerutu Mark yang tengah ganti baju di bilik yang berada beberapa bilik dari bilik tempat ku ganti
“kenapa Mark?” tanya Mig
“Celana dalemku jatoh! Huft! Basah dah! Shit! ! !” gerutunya. Seketika aku dan Mig tertawa terbahak-bahak di bilik kami masing-masing
“Hahaha… Terus n’tar kamu baliknya pake’ apaan?” cerocos Mig
“Tau ah! Ngga’ pake CD kali’. Langsung pake celana pendekku itu.” gerutu Mark
“Hahaha… berayun-ayun dong n’tar burung nya!” goda ku
“Shit! Diem loe! ! !” bentak Mark. Aku langsung tertawa lepas
“Awas, n’tar ilang loh! kalo’ kabur burungnya n’tar jadi cewek dong loe?!” goda Mig
“Sialan loe!  Sekali lagi kalian berdua ngebacot, Gue suruh ngulum burung gue loh n’tar!” ancam Mark
“Ya udah sini…! Kayaknya asyik tuh!” Mig malah meladeni  candaan Mark
“Sini sayang, masuk aja ke bilik ku!” sahut Mark, lalu mereka berdua terkekeh
“Ikh! jorok tau!” pekik ku geli
“Hahaha… kamu mau di kulumin juga ngga’ Err…?” goda Mark
“Ngg… Ngaakkkkk! ! !” pekik ku geram, lalu keluar dari bilikku setelah selesai ganti pakaian dan memukul bilik Mark dengan emosi
“Eh-eh! Ngga’ usah marah dong! Becanda juga! ! !” gumam Mark
“Oh, becanda? Aku juga bisa becanda nih!” Aku membuka pintu bilik Mark. Kebetulan juga ngga’ di kunci… Padahal aku ngiranya di kunci makanya aku iseng buka paksa pintunya, tapi ternyata ngga’ di kunci. Mungkin dia lupa! Akhirnya pintu terbuka… Aku begitu kaget melihat Mark tengah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Tubuh putih dan halusnya terlihat tak kalah indahnya dengan otot-otot tubuhnya… Entah mengapa tubuhku seketika berdesir hebat! Terutama aku melihat sekilas ke bawah, melihat junior nya yang masih lemas namun ukurannya cukup besar untuk ukuran remaja SMA seumuran kami
“Errr….! Sialan loe!” bentak nya, lalu segera menutup pintu bilik
“So… sorry, aku kira di kunci!” gumamku gugup. Aku masih bener-bener shyock!
“Kenapa Mark?” tanya Mig
“Euri ndobrak pintu bilik gue nih! Gue lagi belum pake handuk pula! Shit, malu tau!” gerutu Mark
“Sorry-sorry!” sahut ku
“Ya udah lah, gapapa. Yuk ke kolam air panas!” komentar Mark saat selesai mengenakan handuk dan keluar dari bilik ganti, di susul Mig kemudian keluar dari biliknya. Tak lama kemudian kami sampai di kolam air panas

“Eh, itu tuh mereka berdua… Yang lagi di pojok kolam itu!” gumam Mark
“Yuk kesana, aku pengen lihat BF nya Axel dengan jelas, sapa tau aku kenal dia. Cause Axel pelitt banget ngga’ mau ngenalin ataupun cerita ke kita-kita selama ini tentang BF nya.” sahut Mig. Lalu kami bertiga bergegas menuju tepi kolam dan melepas piyama kami, kemudian masuk ke kolam air panas
“Ehmmm… Nyaman banget! Cape-cape gini masuk ke kolam air panas jadi pengen tidur dah!” komentar ku
“Awas kalo loe ketiduran! Dasar tukang tidur! ! ! Inget rencana kita!” lalu Mark menyuruh kami berdua mengikutinya menuju keramaian siswa-siswa yang sedang berendam biar ngga’ ketahuan. Kami memperhatikan Axel dan BF nya dari di keramaian siswa yang tengah berendam, terutama memperhatikan BF nya…
“Kayaknya aku kenal deh sama tuh anak. Pernah lihat di Geng basket!” gumam Mark setelah lebih jelas dan detail melihat wajah BF nya Axel
“Iya, aku juga inget. Dia kan Stefan, anggota tim basket yang dulu pernah tanding sama tim kamu dan Key dulu, kalo ngga’ salah anak XI - F.” timpal Mig
“Eh, iya tuh! gue mulai inget sekarang… Gimana bisa mereka berdua jadian? !” komentar Mark heran
“Ya udah kan sekarang kita udah tau BF nya Axel sapa… Yuk balik ke dorm!” ajak ku
“Bentar dulu! Tuh lihat mereka berdua lagi pelukan… Lagi becanda dan ketawa bareng…” gumam Mark. Axel dan BF nya terlihat tengah saling merangkulkan lengan mereka ke pundak satu sama lain
“Biarin aja ah, balik yuk!” ajak Mig juga
“Eh, nanggung nih!” tolak Mark
“Ayo balik ah! Aku geli lihat cowok-cowok mesra-mesraan gitu di sini!” sahut ku
“Eh, tunggu dulu jangan balik dulu! lihat tuh mereka berdua lagi kissing!” gumam Mark sembari menarik lengan ku dan Mig saat kami membalikkan badan untuk keluar dari kolam. Aku dan Mig berbalik, lalu terperangah heran melihat mereka berdua tengah berciuman sembari berpelukan…
“Udah ah, pulang yuk! Aku ngga’ doyan nonton ginian!” komentarku
“Bentar dong Err…!” Mig malah ikutan, dasar!
“Huft, ya udah lah aku balik duluan!” lalu aku bergegas menju tepi kolam dan keluar dari kolam. Segera aku menuju area shower terlebih dulu untuk mandi. Karena area showernya terbuka, jadi aku tetap melilitkan handuk di perutku

Tak lama kemudian saat aku tengah mandi, aku merasakan sentuhan tangan seseorang di pundak ku…
Lalu mengusap pundak ku lembut…
“Eh!” pekikku kaget. Namun cowok tersebut malah memelukku dari belakang dengan penuh nafsu
“Le… Lepasin bego! ! ! Shit! ! !” bentak ku, namun dia malah makin liar… Memelukku dan mengecup leher ku
“Akkkhhh…!” desah ku yang sulit ku tahan, lalu aku berusaha berontak dan mendorong cowok tersebut hingga mundur beberapa langkah
“Lee…?” pekik ku kaget saat mengetahui siapa cowok tersebut
“Sini Errr… Gue ngga’ tahan lihat tubuh indah loe!” rancau Lee penuh nafsu, lalu bergegas memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu...
“Ehhhmmmmppp,,, !” lenguhku merasakan kenikmatan yang seketika menjalar di sekujur tubuhku.
Bego’….!!!! Kamu harus sadar Err… Kamu harus sadar! ! ! Aku menggeliat dalam pelukannya, lalu dengan paksa melepaskan ciumannya dan menepis pelukannya, kemudian aku memukul rahangnya!

Buggghhh! ! !

“Aaaarrggghhh…! Berani loe…!
Semakin loe kasar gini, gue makin nafsu pengen nikmatin tubuh indah loe, Err… Pikiran gue bener-bener kacau! Sini loe…!” gumamnya, lalu darah segar keluar dari mulutnya. Segera dia menyeka darah tersebut lalu mendekapku lagi dalam pelukannya dan dengan paksa membawa ku menuju ruang sauna
“Sadar Lee…! Pasti loe mabuk ya! ! !” aku mengguncang tubuhnya dengan kasar saat kami tengah berada di depan salah satu bilik sauna, namun dia malah mengecup bibirku
“Ehhmmm….” lenguhku, lalu aku mendorong tubuhnya dan segera mencoba menjauh dariya. Namun aku kalah cepat, dia menarik pergelangan tanganku dan mendorongku masuk ke ruang sauna lalu menutup pintu sauna tersebut setelah dia masuk
“Berengsekkkk loeee….! Keluarin gue!” gerutu ku setelah beranjak dari tempatku tersungkur
“Loe makin cakep kalo lagi marah gitu, Errr… C’mon!” rancau nya, lalu menghampiri ku dan menindih tubuh ku dengan paksa. Tubuhnya terlalu kuat! Aku sudah mencoba untuk memberontak namun pada akhirnya gagal juga. Aku begitu lelah, nafasku tersengal-sengal… Dia meninduhku dan kembali melumat bibir ku, leherku kemudian nipple ku… Tangan kirinya memegangi kedua tangan ku
“Akkkhhhh….!” lenguhku tertahan, merasakan kenikmatan yang tak pernah ku rasakan sebelumnya
“Ehhhmmmpp…!” lenguhnya saat menyusuri bagian demi bagian tubuhku. Tak lama kemudian dia melepas lilitan handuk yang ada di perutnya… terlihat juniornya yang tengah menegang dan berwarna coklat kemerahan mendongak ke arahku. Di arahkannya juniornya ke wajah ku sembari menjambak rambutku.
“Kulum! ! !” bentaknya. Namun aku akhirnya sadar dari permainan penuh nafsu ini setelah beberapa saat aku terlena oleh kenikmatan semu yang aku rasakan beberapa detik yang lalu. Aku menggenggam juniornya dan meremasnya dengan kuat! Dia melenguh kesakitan… Segera aku menendang tubuhnya dan bergegas keluar dari ruang sauna… Aku berlari sempoyongan menuju ruang ganti, menyambar tas yang ada di loker dan bergegas menuju pintu keluar. Lebih baik aku ganti di kamar ku saja, lebih aman.

Aku memekik keras saat ada seseorang yang menarik tanganku…

“Mig…?” pekik ku… Tanpa sadar seketika aku memeluknya erat… Aku begitu ketakutan!
“Kamu kenapa Err…?” tanya nya dalam pelukan ku, lalu membalas pelukanku
“Ayo balik ke kamar Mig! Sekarang juga! ! !  Aku takut!” badanku menggigil karena shyock dan ketakutan
“Iya-iya tapi cerita dong kamu kenapa? Aku jadi khawatir sama kamu!” timpal Mig
“Nanti aja aku ceritanya. Aku pengen balik sekarang juga! ! !” bentakku
“Iya-iya…!” lalu dia segera menyambar pakaiannya yang ada di loker dan bergegas menuju ke kamar bersamaku
-
-
-

“Kamu hadap sana, aku mau ganti baju dulu!” pinta nya. Aku hanya menurut, lalu aku terduduk lemas di lantai sembari mengusap bibirku yang telah di cium oleh Lee tadi. Shit! ! !
Tak sengaja aku melihat Mig melepaskan handuknya dan tubuhnya terlihat telanjang tanpa sehelai benang pun. lalu dia meraih CD dan mulai memakainya. Aku segera menutup mataku…

“Okay, ceritain kamu kenapa tadi?” tanya nya setelah ganti baju, lalu dia menutupi tubuhku yang tengah menggigil kedinginan sekaligus shyock dengan selimut
“Lee…” gumamku, lalu aku memeluk Mig erat
“kenapa dia?” tanya nya, kemudian membalas pelukanku
“Di… dia…!” entah mengapa aku tak bisa mengatakan hal itu. Seorang cowok di perkosa oleh cowok? Oh My God! Aku tak mungkin mengatakan hal itu. Begitu aneh dan berat bagiku!
“Kenapa?” bentaknya, dia terlihat begitu cemas dan waspada karena yang aku sebut adalah Lee. Dia pasti takut kalau sampai Lee melakukan hal-hal yang buruk padaku
“________” Aku hanya terdiam lalu mempererat pelukanku

CUP!

Mig mengecup kening ku, mungkin untuk menenangkanku… Jantungku semakin berdegup kencang! Darahku semakin berdesir hebat di sekujur tubuhku…

“Kenapa, Errr..?” Mig menatapku dengan pandangan hangat dan dalam, mencoba untuk menenangkanku
“Di… Dia merkosa aku, Mig…!” kata ku akhirnya
“What?? !” pekiknya tak percaya
“A… Ak… Aku…” gumamku, sulit untuk mengatakan kata-kata
“Berengsekkkk! ! !
Aku bakal bales dia! Aku bakal bales dendam!” gerutunya… Wajahnya memerah, penuh amarah
Matanya menatapku begitu tajam
“Jangan…! Bales dendam ngga’ menyelesaikan apapun. Lagi pula aku bersyukur tadi masih bisa kabur…” terang ku
“Kamu di apain aja sama dia?” tanya Mig sembari mengguncang tubuhku
“Di… Diaa…!” aku begitu sulit untuk mengatakan apapun. Shyock, takut, kalut, sedih, marah, semuanya bercampur aduk!
“Dia masukin juniornya ke hole mu?” tanya Mig, dia semakin keras mengguncang kedua pundakku
“Enngg… Enggak kok! Dia hanya ngisap dan nyiumin bibir, leher dan nipple aku. Tadi Aku berhasil kabur!” air mata ku tumpah! Aku menundukkan kepalaku. Entah mengapa air mataku tumpah! Mungkin karena merasakan ketakutan yang luar biasa terhadap Tuhan… Takut akan dosa yang akan aku tanggung, marah, dendam, kalut, sedih, semuanya bercampur menjadi Satu
“Untung aja! Kalo sampe dia masukin juniornya ke hole mu, aku bakal bales dendam ke dia lebih lagi. Walau dia cuman nyium kamu, aku bakal tetep kasih pelajaran ke dia! Sekarang kamu tenang ya, ada aku di sini!” Mig memelukku erat… Aku melingkarkan kedua lenganku ke lehernya.
Beberapa detik kemudian dia mengecup kening ku dan memandang ku dengan tatapan hangat dan dalam.
“Aku sayang banget sama kamu, Err… Aku ngga’ mau kamu kenapa-napa. Aku bakal bales siapapun yang udah nyakitin kamu. Aku bakal selalu ngelindungin dan ngejagain kamu.” gumamnya
“Ehhh…?” desisku
Dia menatapku dengan pandangan yang sulit ku artikan, lalu tersenyum padaku.
Senyum yang begitu indah dan menawan,,, Entah mengapa perasaan kalut, takut, sedih, marah dsb. yang ku rasakan seketika hilang. Saat ini yang ku rasakan adalah rasa nyaman, ketenangan dan kehangatan dari pelukan Mig
Tak lama kemudian, tatapan matanya makin dalam. Lurus menatap ke arah mata ku… Wajahnya semakin mendekat ke wajahku, tanpa sadar aku menutup mataku

CUP!

Dia mencium bibirku untuk yang kedua kalinya. Dulu saat aku tenggelam di kolam renang, dia memberiku nafas buatan lewat ciumannya.

Aku menikmati ciuman darinya. Tak seperti ciuman dari Lee yang begitu membuatku marah, sedih, dendam, kalut, dsb. Entah mengapa aku tak merasakan rasa jijik saat mendapat ciuman dari Mig saat ini. Padahal aku sadar, dia cowok! Namun Aku menikmatinya… Perlahan, dia mengecup bibirku.
“Ehhhmmm…” lenguhnya
Lalu dia melumat bibir bawah ku, atas ku secara bergantian. Aku mengerang merasakan kenikmatan dan hangat dari pelukannya…
“Eeehhhmmppp…” lenguhku
Perlahan, lidahnya mulai menyusup masuk ke dalam mulutku. Menyusuri tiap-tiap bagian mulutku, menggesekkan lidahnya dengan lidahku. Aku menghisap lidahnya… Melenguh nikmat… Dia mengerang hebat lalu mempererat pelukannya kemudian membaringkanku ke kasur. Menindihku dengan tubuhnya…

“Cukup Mig…!” gumamku saat dia mulai menindihku sembari menghisap leher ku, kemudian menyusuri nya. Menyusuri bagian demi bagian leherku. Membuat kiss mark di leherku…
“Cukup Mig! ! !” Lalu dia mulai sadar dari nafsu yang menguasai tubuhnya
“So… sorry Err….!” dia menghentikan aksinya…

brak! !

“Euri…?” pekik Mark tak percaya. Rupanya dia baru kembali dari pemandian… Seperti biasa, kami semua memang langsung membuka pintu kamar saat akan masuk ke kamarku. kamarku memang menjadi basecamp kami semua : Key, Mig, Mark, Axel, Aku…
Mark begitu terperangah melihat Mig yang tengah menindihku di atas kasur sedangkan aku masih belum ganti pakaian, hanya mengenakan handuk basah bekas berendam tadi yang melilit di perut ku.
“Mark…?” pekik ku tak percaya, Mig segera beranjak dari tubuhku dan membernarkan pakaiannya
“Sorry kalo gue ganggu kalian…!” gumamnya
“Engg… Enggak kok! Kamu jangan balik dulu, aku mau ngomong sama kamu.” aku bergegas bangkit dan menghampiri Mark setelah mengenakan piyama ku
“Apa?” tanya nya
“Tolong ikut aku, agak menjauh dari Mig…!” bisik ku, lalu dia mengikutiku sampai ke koridor yang berada di ujung kamar ku
“Ada apa?” tanya nya
“Aku sama Mig… Ehmmm.. !” gumamku
“Oh, itu? Kalo emang kamu lebih milih Mig dari pada Key gapapa. Itu terserah kamu kok! Cuman kalo’ bisa buruan kasih kepastian sama Key biar dia ngga’ sakit di belakang n’tar karena dia masih berusaha buat dapetin kamu.” timpalnya
“Bukan…! Aku sama Mig belum jadian. AKu juga ngga’ tau bakal milih sapa, Mig atau Key. Aku masih bingung sama perasaanku…! Di satu sisi aku masih jijik dengan dunia Gay seperti ini tapi di sisi lain aku ngerasa nyaman kalo sama Mig dan Key. Dan tadi itu kami cuman ciuman aja, aku ngga’ tau kenapa dia bisa nyium aku, mungkin karena terbawa suasana.” lalu aku menceritakan apa yang telah Lee perbuat, itulah suasana yang aku maksud
“Iya, aku paham! Kok bisa sih Lee ngelakuin itu? Shit! ! !” pekik Mark geram
“Sssttt… jangan teriak-teriak!” omelku
“Kamu tenang aja, kami semua akan nyusun rencana buat bales dia.” timpal Mark
“Ngga’usah! Balas dendam ngga’ akan nyelesaiin apapun!” pintaku
“Tapi Err…!”
“Udahlah!” lanjutku memotong pembicaraannya
“Ya udah! Terus aku mau tanya, kamu tuh sekarang mulai suka sama cowok ya? Jawab jujur!” tanya nya
“Iya… DIkit! Tapi di sisi lain aku masih jijik, takut, dsb. Takut dosa, ngecewain Mama ku, dsb.” jelasku
“Itu namanya masa-masa denial! N’tar juga kamu bakal terbiasa dan memilih jalan untuk tetap straight meski nyalahi perasaan kamu sendiri ataupun nanti kamu bakal ikuti hati kamu untuk nyoba jalani hidup dalam dunia seperti ini. Aku ngerti banget perasaan kalut dan bingung kamu saat ini seperti apa, aku juga pernah ngalamin itu, Err… Dan aku bakal dukung apapun keputusan kamu nantinya, juga aku bakal tetep dukung siapa yang bakal kamu pilih nantinya, Mig atau Key. Aku sebagai sahabat hanya bisa doain yang terbaik buat kamu dan dukung semua pilihanmu.” lalu Mark memelukku
“Thanks Mark… Aku seneng banget punya sahabat baru seperti kamu!” lalu dia melepas pelukannya
“Urwell Euri…! Aku dan kami smua akan selalu ada buat kamu!” seulas senyuman tersungging di wajahnya
“Tapi untuk saat ini aku ngga’ akan memilih siapapun dulu, baik Mig ataupun Key. Karna, pertama : Aku masih dalam masa-masa denial. Yang ke dua : Aku masih harus mengenal mereka berdua lebih dekat lagi. Aku ngga’ mau salah pilih dan di sisi lain aku harus nyiapin diri buat milih salah satu dari mereka dan nyiapin diri aku buat memilih dan pastinya salah satu dari mereka aka nada yang terluka. Aku butuh waktu buat dua hal itu, Mark.” Terangku
“Iya, aku ngerti Err…! Biar waktu yang akan menjawab semuanya.” Gumamnya, lalu kembali memelukku
-
-
-

Setelah mandi, aku, Axel, Mig, dan Mark menuju ke kamarnya Key untuk memeriksa keadaannya. Vicky tidak terlihat di sana, hanya ada Key yang sedang bermain PSP sembari tiduran di kasur
“Eh, kalian temen-temen!” sapa Key
“Gimana keadaan kamu, Key?” tanya ku
“Puji syukur, udah lumayan baik. Udah ngga’ pusing dan demam lagi. Juga kaki ku udah ngga’ nyeri lagi kok!” timpalnya
“Udah makan dan di minum obatnya?” tanya ku
“Udah, tadi…!” jawabnya
“Itu kan tadi siang! Ayo sekarang makan! ! !” protesku
“Iya-iya, tapi kamu yang nyuapin ya?” tumben dia jadi manja gini. Cari-cari kesempatan aja kerjaannya. Mig mengalihkan pandangannya dari kami berdua, lalu melangkah keluar
“Kemana Mig?” tanya Axel
“Ke kantin! Biar aku aja ya yang ngambil buburnya. Tunggu aja di situ!” timpalnya. Perasaanku makin ngga’ enak aja. Aku mencemaskan perasaan Mig
“Aku ikut!” lalu Axel segera menghampiri Mig
“Okay!” gumam Mig
“Aku juga deh! Aku sekalian mau beli cemilan.” gumam Mark, lalu mereka bertiga pergi meninggalkan aku dan Key
“Kenapa sih mereka?” dengusku kesal
“Udahlah biarin aja!” goda Key, lalu menggenggam tanganku
“Eh!” aku tersentak kaget
“Kamu udah makan?” tanya Key kemudian, dengan pandangan hangat dan senyuman yang seketika membuatku senang sekaligus gugup
“Udah kok!” aku membalas senyumannya, lalu dia menggenggam kedua tanganku semakin erat
“Kamu jangan sampe telat makan dan minum obat ya! Aku ngga’mau kamu kenapa-napa!” gumamku
“Iya-iya! Ya Ampun, segitunya sih? ! Hehehe…” timpalnya
“Ya iyalah, aku ngga’mau kamu kenapa-napa. Aku bakal sedih!” timpalku
“Sedih?” tanyanya heran, lalu seulas senyum tersungging di bibirnya
“Ya iyalah!” timpalku
“Emang kamu sayang sama aku Err…? kok sampe’ kamu ngga’mau aku kenapa-napa?” tanyanya yang seketika membuat jantung ku berdegup kencang
“Err…?” gumamnya lagi, karena aku hanya terdiam
“Ehhh….!!” desisku
“Apa kamu sayang sama aku? Katamu tadi, kamu ngga’ mau kalo sampe aku kenapa-napa. Emang kalo aku kenapa-napa, apa yang kamu rasain? Apa kamu sayang sama aku Err…?” tanya nya lagi
“Key?” gumamku
“Jawab, Err…!” lanjutnya
Aku mengusap pipi nya perlahan, lalu memandangnya dengan pandangan hangat.
“Tentu, aku sayang banget sama kamu. Aku ngga’ mau kalo kamu sampe terluka, kalo kamu sampe kenapa-napa. Waktu kamu jatuh kemarin dan kaki kamu retak, aku sedih banget!” gumamku
“Bener kamu sayang sama aku, Err…?” tanya nya
“Iya! Tapi kalo’ untuk lanjut ke hubungan yang lebih jauh lagi aku belum bisa, Key! Aku masih bingung sama perasaan aku.” terangku, lalu menggenggam kembali tangannya
“Kenapa? Apa karna Miguel?” tanya nya yang seketika mebuatku makin kalut, makin gugup
“Itu…” gumamku
“Udah lah, gapapa kok! Aku ngerti perasaan kamu. Aku bakal nunggu kamu sampe kamu siap, siapa yang akan kamu pilih nantinya. Dan aku akan terima apapun keputusan dan pilihan kamu.” dia menatapku dalam, lalu menarik tanganku. Seketika wajahku mendekat ke wajahnya

CUP!


Dia mengecup keningku,

“Aku akan selalu ngertiin kamu, Err…! Aku akan sabar nunggu kamu sampe kamu siap!” gumamnya
“makasih Key!” timpalku

Bruggh! !

Suara barang terjatuh…!

“Vicky?” pekik ku, aku begitu terperangah melihat Vicky yang tengah berdiri di ambang pintu. Buah-buahan yang di bawanya terjatuh dan bergelinding di lantai
“_____” Vicky hanya terdiam
“Sejak kapan kamu di sana?” lanjutku
“Udahlah biarin aja!” sahut Key, lalu Vicky menatapku penuh kebencian dan segera berlalu
“Aduh! Aku ngga’ enak sama dia!” gumamku
“Udah lah, biarin aja dia!” timpal Key, lalu aku beranjak dari tempatku duduk dan mengambil buah-buahan yang berserakan di lantai lalu memasukkannya kembali ke tas plastik nya semula
“udah lah biarin aja! Lagian aku ngga’ mau makan buah-buahan pemberian dari dia!” gerutu key
“Tapi, dia udah beliin ini buat kamu… Tolong hargai itu Key!” gumamku
“Ada apa sih?” tanya Axel saat telah sampai di kamar, di ikuti Mark dan Mig dari belakang
“Gapapa kok!” gumamku
“Ini, buburnya udah siap! Buruan suapin Key dulu gih, Err…!” pinta Mig
“Eh!” desisku. Aku tau kalo’ saat ini perasaan Mig pasti terluka, tapi bisa-bisanya dia begitu tulus membiarkan dan menyuruhku menyuapi Key
“Udahlah jangan bengong aja, buruan!” Mig tersenyum ke arah ku sembari menyodorkan semangkuk bubur padaku
“Eh, Iya!” sahutku, lalu duduk di samping Key dan mulai menyuapinya
“Ehmmm… Enak banget buburnya, apalagi yang nyuapin kamu!” goda Key
“Eh!” desisku gugup, lalu aku menatap Mig yang tengah bersandar di dinding. Dia menatapku sekilas, lalu melangkah keluar
“Aku mau cari udara segar!” pamitnya, lalu berjalan keluar dari kamar
Aku mengerti perasaan Mig. Aku menatap Mark, dia hanya mengangguk seakan berucap, “Ngga’papa. lanjutin aja, dia udah baik mau ngasih waktu buat kalian berdua bersama.”

Aku melanjutkan suapan kedua ku pada Key… Dia begitu menikmatinya

“Sering-sering ya nyuapin aku kayak gini! kalo bisa kamu yang ngerawat aku selagi aku sakit. Kamu sementara tidur nya di kamar aku aja sampe aku sembuh!” pinta Key dengan seulas senyum indahnya yang pastinya tak dapat membuatku berkata ‘tidak’ untuk menolak permintaannya
“Ta, tapi… Mig?” gumamku
“udah lah gapapa, kan cuman sementara sampe aku sembuh! N’tar juga Mig sekamar ma kamu lagi sampe seterusnya.” jawab Key santai
Aku mengangguk dan membalas senyumannya
“Yeah! Kalo gini caranya, n’tar juga aku bakal cepet sembuh kalo di rawatnya sama angel seperti kamu, bukan iblis macam Vicky. yang ada malah ngga’ sembuh-sembuh n’tar! Hehehe” seketika kami semua tertawa mendengar celetukan dari Key
“Aku sayang banget sama kamu Err…!” gumamnya kemudian, aku hanya memandangnya dengan tatapan hangat dan menyunggingkan seulas senyuman

_______________________________To Be Continued_________________________________






0 komentar:

Posting Komentar