Pages

Perfect World Online Pointer
--.DelvetiaN.--



KiRey Flower (1 Shoot)


By : Kiki Wellian Syah

Soundtrack : Mandy Moore - Only Hope

~Kiki P.O.V~


Cerita ini real, mengisahkan tentang dua admin Page BCG (Berbagi Cerita Gay) yang terlibat cinta lokasi di page. :)
antara Kiki Welliansyah (Kiki) dengan Alvian Reymond (Rey)

Kirey flower, kenapa judulnya seperti itu?
Pertama, kirei itu bunga jepang yang indah dan harum banget, aku bener-bener suka. Trus, itu juga sebagai singkatan nama kami berdua, Kiki and Rey (Kirey).

Selamat membaca! :)


Salam untuk seseorang di sana yang begitu aku cintai dan sayangi…


Ijinkan aku menceritakan kisah ku bersama seseorang yang begitu berarti untukku. Lewat kata-kata tak sempurna nan sederhana ini, ijinkan aku menceritakan sebuah cinta terlarang yang begitu berharga untukku. Melalui jemari hina nan kotor ini akan ku tuliskan cerita tentang ku bersama orang yang begitu berarti untukku.

Tahu kah kalian arti sebuah cinta?

Cinta, bukan hanya sekedar dua orang yang saling mencintai dan menyayangi…
Cinta, bukan hanya sekedar kebahagiaan yang kita rasakan ketika menyukai seseorang, terlebih ketika cinta kita terbalaskan…

Lalu, apakah arti cinta yang sesungguhnya?

Jujur, dulu aku buta akan arti cinta yang sesungguhnya… Seperti sebagian dari kalian yang mungkin saat ini masih belum mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya. Namun, melalui seseorang di sana yang begitu berarti bagiku, barulah mata hati ku terbukakan… Barulah aku dapat melihat keindahan dan arti cinta yang sesungguhnya.

Arti cinta yang sesungguhnya :

Arti cinta bukan hanya dua orang yang saling mencintai, saling mengerti dan saling berkorban satu sama lain. Ketiga hal itu masih takkan cukup! Lalu apalagi yang kurang?
Namun, arti cinta yang sesungguhnya dapat kita temukan, dapat kita rasakan dan bahkan dapat kita resapi ketika kita tengah benar-benar melakukan sebuah kesalahan bodoh dan benar-benar tengah merasakan sakitnya kehilangan!
Kenapa ketika kita melakukan dan mengalami hal tersebut barulah kita bisa mengerti arti cinta yang sesungguhnya? Pasti kalian akan menanyakan itu. Oke, aku akan menjawabnya satu per satu

Dengan adanya kesalahan dan kebodohan, pasti nya akan benar-benar memberikan kita sebuah gambaran, bahkan sebuah guru terbaik yang dapat menuntun kita menuju ke dalam arti cinta yang sesungguhnya.

Cobalah renungkan! Pernahkah kalian mengenal arti sebuah kesetiaan yang sesungguhnya?

Pernahkah kalian mengalami atau mendengar sebuah kisah tentang seseorang yang rela setia menunggu orang yang begitu berarti bagi nya hingga waktuyang begitu lama, namun pada kenyataannya orang tersebut tak dapat bersama orang yang di cintainya. Apakah penantian dia selama ini dapat dikatakan “PENANTIAN YANG SIA-SIA”?

“TIDAK!” berhentilah memiliki ideologi seperti itu. Justru melalui penantian dan sakitnya kehilangan itulah seseorang tersebut dapat meresapi dan merasakan arti cinta yang sesungguhnya, dapat meresapi dan merasakan betapa berartinya orang yang disayangi nya dan dapat mengerti arti cinta yang sesungguhnya.

Setelah kesetiaan dan penantian yang membawa kita mengenal arti cinta yang sesungguhnya, selanjutnya adalah “kehilangan”.

Melalui rasa sakit yang kita rasakan ketika kita kehilangan seseorang yang begitu berarti bagi kita, seseorang yang menurut kita begitu sempurna bagi kita dan kita benar-benar takkan dapat menjalani hidup tanpa nya, barulah kita akan mendapatkan dan meresapi betapa berharganya dia bagi kita, betapa bodohnya diri kita karena kesalahan kita hingga kita kehilangan orang tersebut.

Menangislah, resapilah, ceritakanlah pada seseorang untuk berbagi kepedihan kita saat kita merasakan betapa sakitnya rasa “kehilangan” apalagi kehilangan seseorang yang begitu berharga dan berarti bagi kita. Memang dengan melakukan ketiga hal tersebut takkan dapat merubah kenyataan apapun bahwa kita telah benar-benar kehilangan orang tersebut, namun dengan melakukan 3 hal tersebut setidaknya kita dapat lebih tenang dan dapat mengenal arti cinta yang sesungguhnya serta dapat meresapi betapa berharganya dia, betapa bodohnya kita karena telah melakukan kesalahan tersebut.

Selagi kita bisa,,

Selagi kita masih memiliki dirinya,,

dan,,

Selagi kita masih bisa merasakan saat-saat indah bersamanya,,

Lakukanlah, berikanlah dan korbankanlah apapun demi dirinya. Berikanlah yang terbaik untuk nya, selagi kita belum merasakan sakitnya kehilangan!

Tentu, penyesalan selalu ada di akhir…
Namun kita hanya dapat berharap ketika kita melakukan kesalahan terbodoh dalam hidup kita hingga kita benar-benar kehilangan diri nya, barulah kita sadar. Barulah kita berharap agar waktu dapat berputar kembali dan memperbaiki semuanya. Barulah kita hanya dapat menahan pilu dan sakitnya kehilangan. Menyesali segalanya dan memahami betapa berartinya dirinya bagi kita serta betapa kita takkan dapat menjalani hidup tanpa nya.

“STOP! Jangan selalu katakan hal itu…”

Setidaknya melalui kisah ini, kalian dapat mendapatkan sebuah pandangan baru dan pembelajaran berharga tentang sbuah “CINTA”. . .

Selamat datang di kisah ku… Selamat membaca!

----------------------------Rey ♥ Kiki----------------------------

Melalui cyber world ini aku bertemu dengan nya. Sebut saja nama nya, Rey.

Aku takkan menuliskan apapun tentang nya. :D

Tunggu… Jangan salah paham dan emosi dulu!

Aku takkan menuliskan apapun tentang nya, karena mungkin akan membutuhkan berjuta-juta kata hanya untuk mendeskripsikan betapa senang nya aku dapat mengenalnya, mencintainya dan memilikinya. Bahkan juga butuh berjuta-juta kata untuk mengungkapkan betapa berharga dan berarti nya dia dalam hidupku. Kalian bisa menganggap diri nya adalah separuh nyawaku, separuh hidupku dan bahkan dia adalah alasan mengapa aku tetap mau makan, sekolah dan bahkan tetap mau menjalani hidup ini. Tentu, tanpa nya aku takkan sanggup menjalani hidup ini. Aku takkan mau posisi nya di hati ku tergantikan oleh siapa pun di luar sana, meski berjuta-juta yang lebih baik dalam segala hal dari diri nya. Karena bagi ku, dia satu-satu nya orang yang paling sempurna untukku.

Okay, melalui barisan kata-kata tak sempurna tadi semoga kalian dapat memahami dan mengerti betapa berharganya dia bagi ku. Tentu kalian dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada ku bila aku benar-benar kehilangan diri nya dan menjalani hidup tanpa nya.

Back to story,
Pada awal kenal pun aku telah merasakan sebuah ketenangan, kenyamanan dan ketenteraman hati dan jiwa. Sehingga, tak membutuhkan waktu lama untuk kami menjalin hubungan lebih dekat lagi dan bersatu seperti saat ini.

Namun, betapa bodohnya aku! rasa nya hati ini tercabik-cabik begitu mengingat betapa bodohnya aku, betapa berdosanya aku pada nya dan betapa berharganya dia untuk ku.

Karena, dia begitu dewasa menurutku, selalu memahami dan mengerti diriku, selalu memperlakukan ku layaknya sebuah hiasan berharga di hatinya dan selalu mencintaiku tanpa aku memintanya. Namun betapa bodohnya ketika aku masih saja meragukannya waktu itu.

Bahkan aku tak menanamkan benih kepercayaan sepenuhnya pada nya. Selalu menganggapnya sebuah mawar yang setelah memberikan ku keindahan dan keharuman cinta nya, namun pada akhirnya juga memberiku tusukan duri nya. itu salah besar! Aku mengerti itu. Aku masih miris membayangkan betapa bodohnya diriku waktu itu dan betapa bodohnya aku ketika melakukan kesalahan terbodoh dalam hidupku. itulah kesalahan pertama ku pada nya.
Aku menyadari, aku waktu itu belum dapat sepenuhnya mempercayainya. itu semua karena bentuk trauma ku karena di sakiti oleh mantan-mantan ku waktu dulu. Saking sering nya aku di sakiti, hingga aku susah untuk mempercayai seseorang sepenuh nya.

Tuhan, mengapa tak engaku pertemukan aku dengan nya dari dulu saja. Sehingga kesalahan itu takkan pernah terjadi. Tapi, puji syukur pada mu Tuhan, engkau masih memberi ku kesempatan untuk bertemu, mengenal, mencintai dan memiliki nya. Itu adalah sebuah anugerah paling berharga bagiku.

Kesalahan ku yang kedua, lagi-lagi karena Ego dan Emosi. Aku waktu itu kurang mengerti diri nya, selalu berfikiran negative tentang nya. Padahal di sana, dia begitu jenuh dengan sikap ku itu. Padahal di sana, dia begitu sangat mencintai dan menyayangiku…

Aku menyadari, itu semua karena begitu cinta dan sayang nya aku pada nya. Begitu berharga nya dia bagiku, sehingga aku terlalu menuntut nya untuk menjadi seseorang yang terbaik untuk ku. Padahal dia telah memberikan dan menjadi yang terbaik untukku bahkan sebelum aku menuntut nya. Lagi-lagi, itu semua karena kurang peka nya aku dan kurang nya aku mengerti diri nya.

Namun lagi-lagi dia memaafkan ku…
Lagi-lagi dia mau merengkuh ku ke dalam peluk cinta nya.

Hingga beberapa waktu yang lalu dia benar-benar kecewa pada ku. Benar-benar terluka oleh ku. Tentu kalian dapat merasakan dan mengerti betapa sakitnya hati ini bila melihat sekaligus menyaksikan orang yang begitu berharga dan kita sayangi, terluka dan kecewa. Apalagi orang yang melukai nya dan membuat relung hati nya kecewa adalah kita sendiri.

Bahkan karena hal itu, aku dapat merasakan kalau luka yang aku rasa lebih sakit dari pada luka yang di alami nya karena diriku, karena kesalahan ku. Mengapa seperti itu?

Karena bagi ku, aku ini benar-benar layaknya tetesan air kotor yang hina. Kalian dapat membayangkan betapa sakitnya hati ini menyaksikan orang yang kita sayang dan begitu berharga bagi kita, terluka dan yang melukai nya adalah diri kita sendiri. Aku merasa, aku telah gagal memberikan bahagia bagi nya, memberikan cinta suci dan indah untuknya…

Sakittt…. Tentu!!!

Bahkan teramat sakittt… Apalagi di tambah dengan kekecewaan yang dia rasakan pada kita. Apalagi kemungkinan dia akan jenuh, lalu berhenti mencintai kita, meninggalkan kita dan takkan pernah memberi kita kesempatan yang kedua.

Oh God! Aku takkan sanggup mengalami hal itu untuk yang kedua kali nya. Karena aku telah mengalami nya. Aku kehilangan orang yang benar-benar sempurna bagiku waktu itu. Namun aku telah merelakannya, Aku rela kehilangan dia, namun jangan Rey! Aku mohon Tuhan, kali ini saja… Jangan dia… Tolong, jangan dia! Kejadian ketika aku kehilangan seseorang yang begitu sempurna bagiku itu ku mohon jangan terulang lagi. Aku takkan sanggup kehilangan Rey…

Okay, aku harus segera mengakhiri kisah pendekku ini karena mata dan hati ini tak dapat diajak kompromi. Sembari menulis kisah ini, air mata ini tak dapat berhenti mengalir. Padahal sebetulnya aku ingin bercerita banyak pada kalian dan mengungkapkan seluruh isi relung hati ku.

“PENYESALAN!” itulah yang aku rasakan dan akan aku gunakan sebagai Ending dari cerita one shoot ini.

Namun, aku belum kehilangan dia. Aku tau itu, karena dia belum memberikan keputusan “apakah dia mau melanjutkan hubungan ini / tidak?”.
Dari sudut pandang ku, tentu aku sangat berharap agar dia mau melanjutkan hubungan ini.

Tentu tak hanya “MENYESAL”, namun aku juga telah merubah segala nya. Segala kesalahan ku, aku ingin memperbaikinya. Segala perangai / sifat buruk ku dan kesalahan bodoh ku, aku ingin segera merubah dan memperbaikinya.

Dan sekarang… Aku bukan lagi Kiki yang dulu. Berkat kamu, Rey… Aku bisa berubah menjadi lebih baik lagi layaknya sekarang ini. Tentu, aku begitu bahagia dan berterimakasih karena berkat kamu, aku dapat berubah layaknya saat ini. Namun, tentu aku akan sangat sedih dan hidup ku akan sangat hancur, takkan berarti lagi seandainya kamu memutuskan untuk berhenti menjalani hubungan ini. Berhenti mencoretkan pena untuk menuliskan kisah cinta kita berdua dan kamu akan meninggalkan ku dengan setoreh “PENYESALAN” dan sakitnya “KEHILANGAN”.

Tentu, aku takkan dapat menerima dan bahkan takkan dapat membayangkan ketika aku mengalami hal itu.

Untuk akhir dari cerita singkat ini,
ijinkan aku bicara beberapa patah kata untuk seseorang di sana… Yang telah kalian mengerti dan pahami betapa berharga nya dia bagiku.

----------------------------Rey ♥ Kiki----------------------------


Rey, bagiku kamu lah cinta terakhir ku
Kamu lah orang pertama dan terakhir yang dapat memberiku apa arti sebuah cinta yang sesungguhnya
Kamu lah orang pertama dan terakhir yang dapat menyadarkan ku dan memberikan perubahan terbesar dalam hidup ku
kamu lah orang pertama bagiku yang begitu sempurna

Tentu, takkan mampu diri ini kehilangan mu
Tentu, sakit hati ini karena setelah Tuhan mengirimkan kekasih yang menurutku begitu sempurna dan begitu berharga bagiku, namun akhirnya Tuhan memisahkan kita…

Layaknya karang yang hancur terhantam derai ombak,
Layaknya sungai yang tak lagi mengalir, layaknya bunga yang tak lagi harum dan layaknya merpati yang tak lagi dapat terbang bebas dengan indah di udara… Itulah ungkapan betapa pilu dan sakitnya apabila pada akhirnya Tuhan memisahkan kita dan pada akhirnya diri ini kehilangan kekasih seperti mu…

Namun, apabila kamu memilih untuk tetap bersama ku menjalani hubungan / kisah cinta kita ini. Semoga kamu bisa setia dan hanya aku sepenuhnya yang bisa memilikimu. Tak ada lelaki / wanita lain. Amin! :')

Akhir kata, semoga kamu takkan pernah meninggalkan ku.
Semoga kamu takkan pernah memutuskan bahkan berniat untuk berhenti menulis kisah cinta kita dengan pena ini.

Aku begitu mencintai dan menyayangimu… Jangan berhenti mencintaiku, bahkan berniat meninggalkan ku.

Dari : Orang yang selalu mencintai, menyayangi dan rela berkorban apapun untukmu,
Kemarin,
Sekarang,
Esok,
Lusa,
Dan,,
Selamanya…!

-------------------------Kiki ♥ Rey 4ever (KiRey)-------------------------

Oh iya, aku belum bercerita tentang Anita…

Setelah kita beberapa minggu jadian, aku baru tau kalo Rey ternyata selain pacaran sama aku, dia juga pacaran sama Anita. Yang pasti sakit banget waktu aku tau semua itu apalagi setelah tau bahwa mereka berdua pacaran udah setahun lebih… Dan akhirnya dia mau jujur sama aku dan menawarkan untuk memutuskan Anita dan lebih memilih aku. Tapi aku menolak!
Mungkin kalian kebanyakan akan senang dan mengiyakan tawarannya tersebut bila kalian ada di posisiku. Namun aku mencoba untuk bersikap lebih dewasa! Aku juga harus mencoba merasakan posisi yang Anita tempati saat ini. Sudah lama mereka jadian, sekitar setahun lebih mereka merajut cinta mereka. Setega dan sekejam itu kah bila aku merusak hubungan mereka?
Sejahat itu kah aku?

Aku juga memikirkan bagaimana perasaan Anita apabila aku mengiyakan tawaran Rey.

Pada akhirnya aku menolak tawarannya…. Meski aku tau, aku takkan rela. Aku ngga’ mau jadi manusia yang munafik… Aku tak pernah rela di khianati, di duakan seperti ini. Tapi aku udah terlanjur cinta dan sayang sama dia, aku juga udah banyak berkorban buat dia dan aku juga ngga’ sejahat itu mau nerima tawaran dia.

Okay, falshbacknya udah’an… balik ke pokok cerita.

Hingga suatu malam, saatnya dia memberikan sebuah jawaban yang sejak lama ku nanti…….

To : Rey
“Yang, gimana jawabannya? Apa kamu mau hubungan kita tetep lanjut / berakhir?”

From : Rey
“Iya, aku telp. kamu sekarang.”



“Halo!”
“Iya!”
“Gimana jawabannya?” tanyaku di telp.
“______” Dia hanya terdiam
“Yang…! Jawab!”
“Ak… Aku bingung ki! Aku bener-bener bingung!
Di hari yang sama kalian berdua tuh sama-sama bikin aku kecewa. Kamu dan Anita itu sama aja!
Aku ngga’ tau mau pilih siapa diantara kalian berdua, atau mungkin aku ngga’ bakal pilih salah satu dari kalian soalnya aku udah bener-bener kecewa banget sama kalian. “
“Emang Anita ngelakuin apa? Trus masa sih kamu ngga’ mau pilih salah satu dari kami berdua?” tanyaku kalut!
“Ya pokoknya aku ngga’ bisa cerita tentang kesalahannya Anita, tapi yang pasti dihari yang sama kok bisa-bisanya kalian bikin aku kecewa. Aku jadi bingung mau pilih siapa diantara kalian berdua atau mungkin aku ngga’ akan pilih salah satu diantara kalian berdua.” terangnya
Seketika dadaku serasa sesak! Tubuhku begitu lemas!
Bayang-bayang buruk seketika menghampiri pikiranku…
“Enggak Rey…! Aku ngga’ mau pisah sama kamu!
Aku ngga’ bisa hidup tanpa kamu!
Kenapa disaat aku udah bener-bener ngerasa cocok dan sayang banget sama kamu tapi kenapa pada akhirnya aku harus nerima kenyataan bahwa aku bakal kehilangan kamu!” air mataku seketika itu tumpah, namun aku berusaha menahan suara tangisku agar dia tak mendengarnya
“_______” dia hanya terdiam…
“Rey…! Please, jangan kayak gini… Aku ngga’ mau kehilangan kamu! Bahkan aku rela untuk seterusnya kamu duain aku, kamu pacaran sama Anita, aku rela… bahkan meski suatu saat kamu putus sama dia, aku rela kalo’ kamu mau nyari cewe’ lain meski sejujurnya hati aku sakit! Tapi asal kamu nyarinya cewe’, bukan cowo’, aku masih bisa nerima itu dan coba buat nahan sakit hati aku…!
Aku rela kamu berbuat apa aja, asal kamu ngga’ akan pernah ninggalin aku kayak gini!
Mana janji kamu?” air mataku semakin deras membanjiri pipiku. Ku usap perlahan, sembari menahan luapan tangisku
“Bener, kamu bakal nerima meski aku punya cewe’ juga?” tanyanya kemudian, memecah keheningan
“Iya... Aku janji!” timpalku


Setelah kejadian itu, hubungan kami membaik… Namun meski membaik, aku merasa semakin jauh darinya. Kami berdua sama-sama sibuk untuk persiapan ujian, sehingga kami jarang berhubungan.
Itulah yang membuat hubungan kami semakin renggang. Bahkan sudah menjadi hal biasa bila dalam sehari kami hanya sms’an 5 sampai 7 sms. Untuk telfon, takkan bisa… Karena takkan ada waktu untuk itu. Setiap malam kami harus belajar, terkadang mengerjakan tugas sekolah kami masing-masing.
Itu lah awal kerenggangan hubungan kami, hinggu suatu hari dia mengirim sms untukku…

From : Rey
“Yang, nanti malem aku mau telp. Ada yang mau aku omongin sama kamu. Bisa?”

Reply : Bisa kok, kebetulan aku nanti malem ngga’ ada tugas dan lagi males buat belajar. Telp aja!




“Halo? Kamu mau ngomong apaan sih? Tentang apa?”
“Tentang hubungan kita…” timpalnya
“Emang ada apaan sih yang?”
“Ehmmmm… gini. Sebelumnya aku minta maaf, aku cuman mau bilang kalo’ hubungan kita itu makin hari makin renggang. Aku rasa hubungan kita itu udah ngga’ bisa untuk dilanjutin lagi.”
Seketika jantungku berdebar, sejumput rasa kecewa dan sedih menyelinap di rongga dadaku. Penyakit ashma ku seketika kambuh, namun aku mencoba untuk menahannya. Aku tak mau dia mengetahui keadaanku saat ini
“Ki…?”
“Hmmmm…. Kenapa kamu ngomong gitu?” timpalku setelah memakai inhaler ku
“Maafin aku ki, aku udah ngga’ bisa buat lanjutin hubungan kita. Aku rasa udah ngga’ ada lagi yang bisa dipertahanin, cinta dan sayangku ke kamu juga udah mulai pudar. Aku mau jujur dari awal ke kamu, dari pada aku coba buat terus lanjutin hubungan ini tapi di belakang kamu , aku pura-pura buat mencintai kamu. Itu malah lebih nyakitin kamu…”
“Ya udah kalo itu mau kamu… Aku bakal terima. Toh ngga’ ada yang bisa aku lakuin kalo emang kamu mau nya kayak gitu. Aku bakal coba buat terima itu meski aku tau kalo aku sakit banget terima keputusan ini. Tapi sebelumnya aku mau ngomong sama kamu, kenapa kamu datang di kehidan aku, kenapa kamu mencintai aku, mendekatiku, hingga akhirnya mendapatkan hatiku dan aku udah bener-bener terlanjur sayang sama kamu tapi pada akhirnya kita bakal pisah. Kamu cuman bikin aku sakit hati, kenapa sih kamu datang di kehidupan ku? Aku nyesel banget udah mencintai kamu!” kata ku kalut
“Ya, aku ngga’ ada niat buat mainin kamu ki… Aku minta maaf bangeeetttt…
Tapi aku juga ngga’ tau kalo akhirnya kita bakal pisah gini. Tapi beneran, dulu aku tulus kok cinta sama kamu, ngga’ ada niatan buat mainin kamu. Tolong maafin aku karna aku udah nyakitin kamu… Dan aku harap kamu mau maafin aku dan mau temenan sama aku.”
“Sorry, aku ngga’ bisa… Bukannya aku sombong, bukannya aku angkuh, cuman aku masih butuh waktu buat ngilangin rasa sakit ini dulu baru setelah itu mungkin aku bisa maafin kamu dan nerima kamu buat jadi temen aku. Semuanya butuh waktu Rey, kamu mesti ngerti itu. Ngga’ semudah dan secepat itu, semuanya butuh waktu.” timpalku
“Iya, aku ngerti ki…. Sekali lagi aku minta maaf.”
“Ya udah kalo gitu… Ehmmmm… apa setelah kamu putus sama aku, kamu bakal cari cowo’ lain?” tanyaku
“Ehmmmm… Ngga’ tau! Saat ini aku mau serius sama Anita dan aku cinta banget sama dia.”
“Iya, moga kamu langgeng dan bahagia sama dia…”


Have you ever been hurt and the place tries to heal a bit, and you just pull the sear off of it over and over again...


Banyak sekali yang ingin aku ceritakan, namun kalian tau sendiri bahwa aku juga manusia yang punya sifat ‘lupa’ , selain itu juga cerita ini terlalu pribadi bagi kami, sehingga ngga’ bisa secara keseluruhannya aku ceritakan… Semoga kalian mengerti… Semoga kalian menikmatinya.


There's a song that's inside of my soul
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold
But You sing to me over and over and over again

So I lay my head back down
And I lift my hands
and pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now you're my only hope

Sing to me the song of the stars
Of Your galaxy dancing and laughing
and laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that You have for me over again

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I know now you're my only hope

I give You my destiny
I'm giving You all of me
I want Your symphony
Singing in all that I am
At the top of my lungs I'm giving it back

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I pray to be only yours
I know now you're my only hope



Sebelum menutup cerita ini, ijinkan aku buat melontarkan beberapa kata untuk Rey di sana…

“Rey, jujur… Sampai saat ini aku masih sayang banget sama kamu. Tapi apa daya, kamu bukan milikku lagi. Aku cuman bisa lihat foto kamu, aku cuman bisa bayangin bahwa kita masih bersama hingga kini dan aku hanya bisa doain kamu supaya kamu selalu bahagia sama dia… Supaya kamu sama dia langgeng. Itu aja
Aku tau kalo cinta ngga’ akan selalu terus bersama, dan aku tau meski seandainya kita masih bersama sampai saat ini, suatu saat kita juga bakal berpisah karna kita harus menikah dengan wanita pilihan kita masing-masing saat kita dewasa kelak, dan aku tau bila kita berpisah disaat itu, kemungkinan pastinya bakal lebih menyakitkan... Itu lah beberapa hikmah yang bisa aku dapatkan dari keputusan pahit dari kamu.
Tapi aku pengen kamu tau, bahwa kemarin, sekarang saat aku menulis cerita ini, esok, lusa dan seterusnya aku selalu menyayangi kamu.


Makasih udah pernah mencintai aku…
Dulu aku menyesal karna pernah mengenalmu, pernah kau cintai, pernah mencintaimu… Namun aku tau, itu hanya fikiran kekanakan yang sempat terbesit di otakku.
Tapi sekarang, aku berfikir bahwa setidaknya kamu pernah mencintaku, aku pernah mencitaimu dan kita pernah bersama walau akhirnya harus berpisah…

Bahkan belum sempat aku bertemu denganmu, memandang wajahmu, melihat indah senyumanmu, merasakan hangat genggaman tanganmu, hangat dan nyaman pelukmu, rengkuhanmu juga nikmatnya ciummu, namun kita harus berpisah... :'(

Bunga Kirey yang kita tanam, kita siram dan pupuk dengan cinta kita memang kini telah layu dan mengering… Namun aku tau, bunga tersebut telah tumbuh kembali. Bibit bunga tersebut telah tumbuh di tempat yang lain, di hati yang lain… Bukan lagi di hati kita berdua.

Semoga kita sama-sama bahagia dengan cinta yang telah kita pilih saat ini… Semoga bibit yang baru tersebut dapat tumbuh menjadi bunga yang lebih indah dari bunga kita sebelumnya…


Dari,



Kiki Welliansyah (Pemuda yang pernah kau cintai)



Buat Readers, makasih udah baca cerpen buatan kiki, yang lebih tepatnya curhatan tentang kisah ku sama Rey.
Maaf kalo kalian ngerasa garing, ngerasa cerita ini jelek, gagal atau mau ngebully apapun gapapa deh. Terserah kalian. Menulis cerita itu lebih sulit dari menghafal rumus-rumus fisika, ngerjain tugas fisika, belajar parkoer, dsb. Pokoknya yang susah-susah itu. Menulis itu SENI bagi aku, dan SENI itu ngga’ bisa dinilai dengan materi sekalipun. Semuanya berawal dari hati, bakat masing-masing manusia, juga jiwa dan ide penulis. Dan menulis itu ngga’ semudah ngritik dan ngasih saran, ngebully, dsb.
But, buat yang suka sama cerita ini thanks…





-.TAMAT.-





0 komentar:

Posting Komentar